021 - 2963 6731 support@presenta.co.id

Seorang manajer yang baik adalah dia yang mampu memimpin anak buah atau anggota timnya dengan baik. Untuk bisa memimpin dengan baik, maka kemampuan pertama yang harus dikuasai adalah berkomunikasi. Dengan mampu berkomunikasi, maka seorang manajer akan lebih mudah untuk melakukan fungsinya, yaitu memberikan motivasi kepada anggota tim, mendelegasikan tugas dengan tepat dan mengembangkan potensi para anak buahnya, sehingga tim akan semakin berkualitas. Tanpa kemampuan berkomunikasi yang mumpuni, semua fungsi tersebut tidak akan dapat dijalankan dengan baik.

 

Seberapa Penting Peran Komunikasi Bagi Seorang Manajer?

Sangat penting. Coba Anda bayangkan, sebagai manajer, Anda harus benar-benar mengetahui potensi yang ada dalam diri anggota tim Anda, harus mengetahui kekuatan dan kelemahan masing-masing anggota tim. Jadi, Anda bisa menemukan cara yang tepat untuk mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat, membantu anggota tim memperbaiki dirinya, serta memotivasi mereka agar dapat berkembang.

Nah, bagaimana Anda bisa mengetahui potensi dari masing-masing anak buah Anda kalau Anda tidak berkomunikasi dengan mereka? Jika Anda melakukan komunikasi yang baik dengan anggota tim, maka Anda akan mendapatkan informasi  yang benar dan jelas. Anda tidak akan bisa mengetahui potensi si A dengan benar dan jelas, jika Anda tidak pernah berkomunikasi dengannya. Atau jika Anda hanya memperoleh informasi tentang si A dari si B, atau mungkin hanya dari akun media sosialnya.

Selain untuk berinteraksi dengan anggota tim, kemampuan berkomunikasi juga berguna dalam pekerjaan sehari-hari. Misalnya ketika presentasi atau meeting. Presentasi akan semakin menarik, jika presenternya memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Demikian juga dengan meeting atau rapat. Rapat tidak akan menjadi membosankan, jika pemimpin dan peserta rapat dapat saling berkomunikasi dengan efektif.

Jadi, kemampuan komunikasi sangat penting kan?

 

Komunikasi yang Baik Akan Membuat Tim Semakin Kompak

Komunikasi yang baik adalah ketika pesan yang disampaikan oleh si komunikator (penyampai pesan) dapat diterima dengan baik dan benar oleh si komunikan (penerima pesan). Artinya, komunikasi baru berjalan efektif jika melibatkan 2 belah pihak.

 

football-1477708_1280

 

Sayangnya, masih banyak manajer yang belum menyadari pentingnya komunikasi yang baik ini. Padahal, masalah komunikasi bisa menjadi penyebab munculnya masalah lain yang lebih kompleks. Misalnya, ada sebuah kebijakan baru dari perusahaan. Jika kebijakan baru ini tidak disampaikan dengan baik dan benar, maka tidak akan dimengerti oleh karyawan.

Atau, mungkin saja kebijakan itu hanya sampai sebagian ke telinga karyawan. Bukan tidak mungkin, sebuah informasi yang tidak lengkap bisa menimbulkan keresahan.

Karena seorang manajer pada dasarnya adalah kaki tangan perusahaan untuk menyampaikan semua kebijakan kepada seluruh karyawan, maka seorang manajer wajib untuk bisa berkomunikasi dengan baik. Jika manajer mampu berkomunikasi dengan baik, maka anak buah juga akan terpacu untuk bisa berkomunikasi dengan baik.

Pada dasarnya, para karyawan tentu ingin bisa menyampaikan pendapatnya kepada perusahaan. Tapi, bisa jadi mereka tidak tahu cara untuk menyampaikannya. Kemampuan komunikasi seorang manajer dapat menjadi jembatan bagi para karyawan untuk bisa berkontribusi lebih kepada perusahaan. Kemampuan berkomunikasi seorang anak buah tergantung dari cara berkomunikasi atasannya. Jika atasan dapat berkomunikasi dengan baik, maka hal yang sama juga akan terjadi pada anak buah.

 

Bagaimana Untuk Bisa Berkomunikasi dengan Baik?

Jadi, kemampuan berkomunikasi dengan baik adalah mutlak dimiliki oleh seorang manajer. Lalu, bagaimana komunikasi yang baik itu?

Perhatikan saja 7C, yaitu:

  1. Clear (jelas): saat menyampaikan pesan, pastikan informasinya jelas dan dapat dimengerti oleh si penerima pesan.
  2. Concise (singkat, padat): sampaikan pesan dengan singkat, ringkas, atau padat, tidak bertele-tele.
  3. Concrete (konkret): pesan yang disampaikan adalah sesuatu yang konkret atau nyata, bukan sesuatu yang abstrak.
  4. Correct (benar): pesan atau informasi yang disampaikan harus benar, alias tidak mengada-ada.
  5. Coherent (masuk akal): pesan atau informasi yang baik adalah pesan yang logis atau masuk akal.
  6. Complete (lengkap): sampaikan pesan dengan tuntas, supaya informasinya diterima dengan baik.
  7. Courteous (sopan): sampaikan pesan atau informasi dengan cara yang sopan, dengan siapapun Anda bicara.

Dengan memenuhi kaidah 7C itu, Anda sudah melakukan dasar sebuah komunikasi yang baik. Tapi, untuk sekelas Anda sebagai manajer, tentu 7C itu belum cukup. Anda juga harus mengetahui hal-hal lain yang dapat semakin meningkatkan kemampuan berkomunikasi Anda.

Kemampuan berkomunikasi bagi seorang manajer tidak hanya untuk menyampaikan pesan, tapi juga harus membuat anak buah atau anggota tim menjadi tidak canggung jika harus berkomunikasi dengan Anda.

Hal-hal penting itu dapat Anda pelajari lewat training atau pelatihan yang diadakan oleh Presenta. Dalam setiap pelatihannya, Presenta akan memberikan materi-materi seputar komunikasi yang mungkin selama ini nyaris tidak dianggap penting oleh sebagian besar orang, termasuk para manajer seperti Anda. Misalnya: tentang mendengarkan.

Para manajer biasanya ingin didengarkan. Padahal, manajer yang baik adalah dia yang mau mendengarkan anak buahnya. Dalam dunia komunikasi, mendengarkan adalah skill yang sering terlupakan. Meski begitu, ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk menjadi pendengar yang baik.

Selain cara untuk menjadi pendengar yang baik, Presenta juga akan memberikan pemahaman kepada Anda mengenai komunikasi yang efektif di dunia kerja, agar terjalin komunikasi  yang efektif antara atasan dan bawahan. Ada juga materi tentang komunikasi yang baik untuk melakukan pendelegasian tugas dan memotivasi para anggota tim. Tidak lupa juga materi mengenai public speaking, agar Anda tidak canggung jika memang harus berbicara di depan umum. Materi-materi pelatihan komunikasi dari Presenta dapat Anda lihat di sini.

Pada dasarnya, semua orang dikaruniai kemampuan untuk  berkomunikasi. Hanya saja, ada yang bisa memanfaatkan kemampuan ini dan ada yang tidak. Kemampuan berkomunikasi ini adalah kemampuan yang dapat dipelajari. Kalau ada kesempatan untuk bisa berkomunikasi dengan baik, kenapa tidak Anda lakukan?