Komunikasi adalah suatu kegiatan yang sangat penting. Untuk menjalin relasi dan menjalankan fungsinya sebagai makhluk sosial, maka manusia harus berkomunikasi. Dengan adanya komunikasi yang baik di antara manusia, maka akan terjalin pula hubungan yang baik.

Hal itu termasuk dalam hubungan kerja di kantor. Hubungan atau relasi di antara sesama karyawan sangat ditentukan melalui cara mereka berkomunikasi. Kalau ada komunikasi yang baik di antara para karyawan, maka hubungan di antara mereka juga akan baik, baik hubungan secara profesional maupun hubungan antara pribadi masing-masing karyawan.

Jika relasi antarkaryawan berjalan dengan baik, maka suasana kerja juga akan menjadi lebih menyenangkan. Pada akhirnya, hal ini akan mempengaruhi tingkat produktivitas yang terjadi.

Tapi tidak jarang terjadi adanya miskomunikasi di antara para karyawan. Miskomunikasi ini terjadi karena berbagai sebab. Misalnya karena perbedaan karakter, perbedaan jabatan, atau karena perbedaan persepsi. Jika dibiarkan, maka lama-lama hal ini bisa berkembang menjadi sebuah konflik.

Tentu saja konflik yang terjadi di dalam lingkungan pekerjaan sangat dihindari oleh semua perusahaan. Konflik sangat mempengaruhi kinerja para karyawan. Pada akhirnya, perusahaanlah yang akan mengalami kerugian besar jika sampai terjadi konflik di antara para karyawannya.

PT Unilever Oleochemical Indonesia (UOI), sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi fatty acid sangat menyadari hal ini. Pabrik yang berlokasi di Sumatera Utara ini tidak menginginkan adanya konflik di antara karyawannya, yang disebabkan oleh adanya miskomunikasi. Apalagi karena di dalam perusahaan terdiri dari beberapa divisi kerja, yang tentu saja akan diisi oleh orang-orang yang punya perbedaan latar belakang.

Selain masalah miskomunikasi, komunikasi yang baik juga berarti adalah komunikasi yang tepat sasaran. Maksudnya, pesan yang disampaikan oleh komunikator atau si pengirim pesan harus dapat diterima dengan baik oleh komunikan atau si penerima pesan. Pesan diterima dengan baik jika komunikator dan komunikan memahami pesan tersebut dengan cara yang sama.

Untuk itulah, anak perusahaan Unilever ini memberikan pelatihan atau training Impactful Communication in the Workplace kepada para karyawannya. Dengan mengikutsertakan para karyawan dalam training ini, diharapkan cara berkomunikasi mereka dapat semakin lebih baik. Tentu saja hasil akhir yang diharapkan adalah semakin meningkatnya produktivitas akibat semakin baiknya hubungan antarkaryawan yang terjadi.

Pelatihan yang diadakan 12-13 September 2018 ini diikuti oleh para karyawan UOI dengan antusias. Pelatihan ini diselenggarakan dalam 2 batch. Masing-masing batch diikuti oleh 30 orang karyawan yang berasal dari lintas divisi kerja. Para karyawan yang mengikuti pelatihan ini adalah mereka yang berada di level supervisor, management trainee, dan asisten manajer.

Tujuan dari pelatihan ini adalah:

  1. Peserta belajar membangun komunikasi yang efektif

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang tepat sasaran. Dalam komunikasi yang efektif, proses yang terjadi tidaklah perlu panjang atau bertele-tele. Yang dibutuhkan adalah kata-kata yang tepat, juga cara penyampaiannya, sehingga maksud dan tujuan pesan yang disampaikan dapat tercapai.

Dalam pelatihan ini, peserta ditunjukkan mengenai apa dan bagaimana komunikasi yang efektif itu.

  1. Peserta belajar menghadapi masalah dalam komunikasi

Komunikasi berhubungan dengan persepsi. Persepsi berhubungan dengan karakter, latar belakang, sampai tingkat pendidikan seseorang. Oleh karena itu, masalah akan selalu muncul dalam komunikasi.

Namun, masalah itu bukanlah sesuatu yang tidak dapat diatasi. Ada beberapa tips dan trik untuk menghadapi masalah yang mungkin muncul akibat perbedaan persepsi dalam komunikasi. Inilah yang dipelajari oleh para peserta dalam pelatihan kali ini.

  1. Peserta belajar menguasai teknik menjadi pendengar yang efektif

Salah satu unsur berkomunikasi adalah mendengarkan. Menjadi seorang pendengar yang efektif tentu saja sangat berguna untuk bisa berkomunikasi secara efektif.

Setelah mendapatkan materi-materi mengenai komunikasi yang efektif, maka peserta diharapkan memiliki kemampuan untuk:

  • Menguasai dan mempraktekkan cara untuk mengklarifikasi, menggali, dan bertanya dalam mendengarkan
  • Berkomunikasi dan menyakinkan atasan
  • Melebarkan pengaruh di dalam lingkungan kerja
  • Memahami teknik berkomunikasi dengan sesama rekan kerja
  • Menguasai teknik komunikasi yang berfungsi untuk memotivasi bawahan
  • Merangkul rekan kerja yang berpengalaman dan senior di kantor
  • Menertibkan dan memberikan feedback kepada bawahan dan mampu mengatasi emosi dan konflik dalam pekerjaan

Para peserta terlihat antusias dalam mengikuti pelatihan ini, sejak awal sampai akhir. Apalagi karena materi training dibawakan dengan metode yang sangat mudah dipahami. Peserta juga diajak untuk berlatih dengan sesama peserta. Diharapkan agar apa yang diperoleh di pelatihan ini dapat langsung dipraktekkan segera setelah mereka kembali bekerja.

Dengan pelatihan ini, para supervisor, management trainee, dan asisten manajer di PT Unilever Oleochemical Indonesia sekarang memiliki keterampilan baru yang sangat berguna untuk berkomunikasi secara efektif dengan rekan-rekan kerja, atasan, dan bawahannya.

Jika perusahaan Anda ingin mengadakan training Impactful Communication in the Workplace ini, silakan hubungi tim Presenta di HP/WA 0811 900 2083 atau kirim email ke tedyan@presenta.co.id

  •  
  •  
  •  
  •  
  •