Pentingnya Evaluasi Pelatihan

Pelatihan dan pengembangan karyawan sangat esensial untuk memperbaiki kinerja, yang pada akhirnya berarti juga meningkatkan produktivitas perusahaan. Namun, yang tak kalah penting, adalah evaluasi pelatihan dan pengembangan itu sendiri. Lalu bagaimanakah caranya melakukan evaluasi pelatihan dan pengembangan karyawan dengan benar?

Pengertian evaluasi pelatihan menurut para ahli dapat disimpulkan sebagai serangkaian proses yang sistematis untuk mengetahui apakah pelatihan yang telah dilakukan berjalan dengan efektif dan efisien, serta mencapai sasaran-sasaran yang ditetapkan. Evaluasi pelatihan menurut Kirkpatrick, seorang pakar evaluasi pelatihan dan pengembangan SDM, haruslah melewati empat tahapan, yakni:

  1. Tahapan reaksi, di mana evaluator mengukur reaksi atau respons peserta pelatihan. Pengukuran dilakukan dengan melihat minat dan antusiasme peserta, serta aktif atau tidaknya mereka selama pelatihan berlangsung.
  2. Tahapan evaluasi belajar, di mana evaluator mengukur perubahan pengetahuan, keterampilan, atau perilaku dalam bekerja karyawan.
  3. Tahapan perilaku. Pada tahapan ini, perilaku yang diukur lebih pada perilaku karyawan dalam bekerja yang berdampak pada kinerjanya.
  4. Tahapan hasil. Hasil yang dimaksud bisa berbeda-beda, tergantung sasaran yang ingin dicapai melalui pelatihan. Misalnya meningkatnya produktivitas, membaiknya komunikasi antarbagian, dan sebagainya.

Model evaluasi pelatihan Kirkpatrick ini diperkenalkan pertama kali pada 1959, namun telah mengalami banyak perkembangan setelah itu. Merujuk pada model ini, evaluasi training yang efektif haruslah memenuhi beberapa kriteria. Kriteria evaluasi pelatihan dan pengembangan, yang dapat kita jadikan pegangan sukses atau tidaknya kegiatan tersebut, masing-masing adalah kriteria pendapat, kriteria belajar, kriteria pelaku, dan kriteria hasil.

Evaluasi pelatihan adalah tahapan yang sudah selayaknya menjadi bagian integral dari program pelatihan. Melewatkan tahapan yang satu ini sama saja dengan melakukan program pelatihan setengah jalan karena tidak pernah terukur tingkat keberhasilannya. Pun ketika hendak menyelenggarakan program yang sama pada periode waktu berikutnya, penyelenggara tidak memiliki tolok ukur yang baik dalam membuat pelatihan yang lebih tepat sasaran.

Ada baiknya penyelenggara mempelajari berbagai buku atau makalah evaluasi pelatihan yang efektif atau berkonsultasi langsung dengan lembaga training. Beberapa makalah evaluasi pelatihan yang efektif pun dapat Anda temukan melalui tautan berikut.

Program pelatihan memang harus melewati berbagai evaluasi dan uji coba. Semua ini dilakukan agar kualitas pelatihan semakin baik, kuat, dan selalu ter-update. (*)





Scroll to Top