Perlunya Melakukan Pengembangan Organisasi

Pengertian pengembangan organisasi mengandung makna sebuah studi atau pendekatan yang terencana dan sistematis untuk keefektifan kinerja sebuah organisasi, baik itu berbentuk perusahaan, instansi pemerintahan, maupun lembaga-lembaga lainnya. Pengertian pengembangan organisasi menurut para ahli pertama kali muncul sekitar dekade 1930-an saat sejumlah pakar hubungan manusia dan psikologis semakin menyadari struktur dan proses organisasional mempengaruhi motivasi dan perilaku di tempat kerja.

Ada sejumlah kritik dari pengembangan organisasi ini. Sebagian orang tidak mengakui pengembangan organisasi sebagai sebuah studi atau displin ilmiah. Namun ternyata seiring perkembangannya, pengembangan organisasi semakin diperlukan dan harus diseriusi sebagai cabang ilmu.

Semua definisi di atas mengungkapkan pentingnya pengembangan organisasi. Salah satu manfaat pengembangan organisasi adalah untuk pengembangan atau perbaikan berkelanjutan. Pengembangan organisasi akan menciptakan suatu pola peningkatan yang konstan, di mana strategi pengembangan organisasi dikembangkan, dievaluasi, diimplementasikan, dan dinilai kualitasnya.

Ada sejumlah faktor diperlukannya 6pengembangan organisasi, yakni fakta, bahwa perubahan dalam organisasi dan lingkungannya tak terhindarkan. Kemudian pentingnya komunikasi yang terbuka. Faktor lain adalah adanya kekhawatiran dari anggota-anggota organisasi terhadap perubahan yang terjadi.

Karakteristik pengembangan organisasi meliputi nilai-nilai humanistik atau keyakinan positif tentang potensi karyawan, orientasi sistem yang memasukkan semua bagian organisasi (struktur, teknologi, dan orang-orangnya), pembelajaran lewat pengalaman, pemecahan masalah, orientasi kontingensi, agen perubahan, dan level intervensi.

Adapun langkah-langkah pengembangan organisasi adalah sebagai berikut:

  1. Mengenali permasalahan yang dihadapi organisasi
  2. Mengumpulkan data untuk menentukan iklim organisasi dan masalah perilaku anggota-anggotanya
  3. Melakukan umpan balik dari data tersebut dan konfrontasi
  4. Merencanakan strategi untuk melakukan perubahan
  5. Menengahi sistem dalam organisasi
  6. Melakukan team building
  7. Evaluasi

Salah satu model pengembangan organisasi adalah yang dikembangkan Burke-Litwin. Model ini berupaya membawa perubahan dalam kinerja organisasi dalam membangun hubungan antara kinerja dengan faktor-faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja. Meski ada kelemahan dan kelebihan model The Burke-Litwin ini, model pengembangan organisasi ini merupakan salah satu yang populer atau banyak dijadikan rujukan.

Anda dapat mengambil contoh pengembangan organisasi dari sejumlah model yang ada. Pilihlah yang paling sesuai dengan struktur dan kebutuhan organisasi Anda. (*)





Scroll to Top