Pendidikan dan Pelatihan: Tujuan dan Manfaat, serta Hubungannya dengan Kinerja Perusahaan

Pendidikan dan pelatihan memegang peranan penting dalam dunia kerja untuk memperoleh hasil yang maksimal. Pengertian pendidikan dan pelatihan dapat disimpulkan sebagai sebuah rangkaian kegiatan yang mengutamakan pengetahuan, keterampilan dan peningkatan sikap seseorang karyawan/anggota organisasi dalam melaksanakan tugasnya untuk mencapai tujuan organisasi yang efektif dan efisien.

Pengertian pendidikan dan pelatihan menurut para ahli terbaru masing-masing memiliki definisi berbeda. Satu di antaranya seperti yang diungkapkan J.C. Denyer dan dikutip Moekijat dalam bukunya yang terbit pada 1991.

Pendidikan, menurut Denyer, berhubungan dengan mengetahui bagaimana dan mengapa, serta lebih banyak berkaitan dengan teori pekerjaan. Sementara pelatihan lebih condong pada hal-hal yang bersifat praktis.

Ada hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pendidikan dan pelatihan, misalnya prinsip pendidikan dan pelatihan, tujuan, manfaat, dan jenis pendidikan dan pelatihan.

Prinsip pendidikan dan pelatihan, contohnya, dengan memperhatikan perbedaan individu, menganalisa pekerjaan peserta, melihat motivasi mereka, memantau partisipasi aktif, menyeleksi peserta, menyeleksi pengajar, pelatihan pengajar, metode pelatihan, dan asas belajar.

Sementara tujuan pendidikan dan pelatihan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan atau organisasi masing-masing.

Secara umum, tujuan pendidikan dan pelatihan dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian besar, yakni untuk mempersiapkan karyawan atau anggota organisasi yang akan dipromosikan, memperbaiki kinerja lewat peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan karyawan/anggota organisasi, serta demi menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.

Manfaat pendidikan dan pelatihan tidak hanya akan dirasakan karyawan/anggota organisasi yang menjadi lebih profesional setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan, melainkan juga akan berdampak pada kinerja perusahaan.

Ada beberapa jenis pendidikan dan pelatihan, merujuk pada metode pendidikan dan pelatihan yang digunakan, yakni magang (apprenticeship training), bekerja sambil belajar (learning by doing/on the job training), dan vestibule training (sejenis kursus di luar lingkungan kerja di mana materi kursus tak jauh berbeda dengan pekerjaan yang digeluti peserta)

Hubungan pendidikan dan pelatihan dengan kesuksesan perusahaan, maupun organisasi, sangatlah erat. Ketika kualitas karyawan atau anggota organisasi meningkat, kinerja perusahaan/organisasi pun secara langsung akan menguat. (*)





Scroll to Top