Pelatihan dan Sertifikasi Supply Chain Management Menjawab Tantangan Global

Era global yang semakin kompetitif menuntut perusahaan lebih mampu bersaing secara profesional dalam skala dunia. Perusahaan harus dapat menyajikan produk barang atau jasanya dengan lebih cepat, lebih efisien, dan lebih efektif. Di sinilah peran pelatihan supply chain, yakni untuk membantu perusahaan memahami pengelolaan supply chain guna memperbaiki dan meningkatkan prestasi kerja.

Jumlah ahli supply chain Indonesia dan SDM andal di sektor logistik masih belum memadai untuk menjawab tantangan global ini.

Supply chain adalah rantai pemasok, manufaktur, perakitan, penyaluran, dan fasilitas logistik. Jaringan ini berfungsi sebagai penyedia bahan dan mengubah bahan-bahan tersebut menjadi produk setengah jadi ataupun siap pakai, kemudian menyalurkannya kepada pelanggan.

Jadi setidaknya ada lima mata rantai dalam supply chain. Contoh supply chain di mata rantai pertama (pemasok), yakni adanya saling keterhubungan antarpemasok untuk saling bertukar bahan baku, bahan mentah, bahan tambahan, maupun suku cadang. Mata rantai pertama ini bisa terdiri atas banyak pemasok, namun bisa juga hanya ada pemasok tunggal atau sedikit.

Memasuki era revolusi industri 4.0, big data supply chain Indonesia menjadi persoalan tersendiri karena banyak perusahaan Indonesia yang belum mumpuni dalam mengolah sejumlah besar data mengenai pemasok, pelanggan, maupun pasar dengan masuk dan berkembangnya teknologi digital baru. Padahal, big data adalah senjata ampuh untuk bisa menang dalam persaingan, jika dapat dikelola dengan baik.

Oleh karena itu, dalam pelatihan supply chain Indonesia, mulai banyak diberikan keterampilan mengolah dan menganalisis big data. Hasil penelitian menunjukkan, ketika manajer memiliki data yang terolah, terstruktur, dan teranalisa dengan baik, dia juga akan mampu membuat keputusan terbaik.

Tujuan pelatihan supply chain management adalah agar para manajer paham tentang konsep-konsep dasar supply chain management, hubungan pengelolaan supply chain dengan strategi bisnis perusahaan mereka, menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan supply chain dalam bisnis, serta mengaplikasikan best practices pengelolaan supply chain dalam kegiatan sehari-hari di perusahaan.

Akan lebih baik lagi, jika para manajer ini mendapat sertifikasi supply chain. Sertifikasi supply chain Indonesia merujuk pada Undang-Undang Logistik  dan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional. Mereka yang mendapat sertifikasi dianggap telah memiliki kompetensi yang dibutuhkan dalam manajemen supply chain.

Jadwal pelatihan supply chain management dan program sertifikasi supply chain management dapat Anda cek melalui tautan berikut ini. Ada baiknya Anda juga mengikuti forum supply chain Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru tentang manajemen supply chain, maupun info pelatihan dan program sertifikasi. (*)





Scroll to Top