Emotional Intelligence Bagi Seorang Manajer

Emotional Intelligence Bagi Seorang Manajer 2

Salah satu hal yang membedakan antara seorang manajer yang baik dengan manajer yang biasa-biasa saja adalah Emotional Intelligence atau kecerdasan emosional. Apakah itu kecerdasan emosional?

Emotional Intelligence atau kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri, juga orang-orang lain di sekitar kita.

Orang-orang yang memiliki kecerdasan emosional yang tinggi mengetahui apa yang sedang dirasakannya, apa arti emosi yang sedang merasa rasakan, dan bagaimana emosi ini dapat mempengaruhi orang lain.

Bagi para manajer, kecerdasan emosional yang baik adalah kunci kesuksesan. Kecerdasan emosi dianggap lebih berperan dalam dunia kerja yang penuh dengan tekanan, dibandingkan dengan kecerdasan intelektual.

Mengapa? Karena seorang manajer dengan kecerdasan emosional yang tinggi dapat membantu memotivasi anggota timnya untuk menghadapi stres saat berada di bawah tekanan. Ketika ada masalah yang cukup pelik, yang dihadapi oleh timnya, para manajer dengan kecerdasan emosional yang tinggi juga dapat bertindak lebih tenang untuk mengatasinya.

Ketenangan dalam menghadapi masalah tentu akan membuatnya lebih baik untuk mencari solusinya. Dengan solusi yang baik, maka masalah juga dapat diatasi dengan baik.

Menurut salah seorang psikolog dari Amerika Serikat, Daniel Goleman, ada lima hal yang mencakup kecerdasan emosional, yaitu:

· kesadaran diri (self awareness)

· self regulation

· motivasi

· empati

· keterampilan sosial

Semakin banyak dari kelima hal tersebut yang dimiliki oleh seorang manajer, maka seorang tinggi tingkat kecerdasan emosionalnya.

Lalu, bagaimana menerapkan hal-hal tersebut dalam memimpin sebuah tim kerja?

1. Kesadaran diri

kesadaran diri bagi seorang manajer

Kesadaran diri adalah menyadari apa emosi atau perasaan yang sedang dirasakan, mengetahui dampaknya bagi orang-orang sekitar dan tahu apa yang harus dilakukan agar perasaan dan emosi tersebut tidak berdampak buruk kepada orang lain. Dalam hal ini adalah para anggota tim.

Seorang manajer yang memiliki kesadaran diri yang baik juga menyadari kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya.

Mencatat apa yang sedang dipikirkan atau dirasakan sangat berguna untuk meningkatkan kesadaran diri dalam diri kita. Secara tidak langsung, dengan menuliskan semua itu, maka Anda bisa sekaligus memikirkan cara untuk mengatasi atau menghadapinya, jika memang Anda sedang bad mood.

Selain itu, ketika Anda sedang merasa marah atau kesal, usahakan untuk tetap tenang. Mundur selangkah atau dua langkah sambil menarik napas. Hal ini bisa menghindarkan Anda dari pelampiasan rasa marah atau kesal yang mungkin justru bisa merugikan.

2. Self regulation

Regulasi diri adalah bagaimana kita mengatur diri sendiri. Seseorang yang terbiasa mengatur dirinya sendiri, biasanya tidak akan bertindak emosional atau buru-buru saat harus mengambi keputusan. Mereka akan cenderung tenang dan bisa berkompromi dengan lingkungan sekitarnya, untuk memutuskan sesuatu yang lebih win-win solution.

Regulasi diri ini sangat tergantung pada kesadaran diri. Ketika Anda sudah menjadi orang yang betul-betul menyadari diri Anda sendiri, dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan diri sendiri, maka Anda juga dapat menerima orang lain dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Dengan menyadari bahwa orang lain juga punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing, maka Anda dapat lebih menerima anggota tim Anda dengan baik. Anda bisa mencari cara untuk meningkatkan kelebihan mereka, serta bagaimana cara untuk meminimalisir kekurangan yang mereka hadapi.

Dengan begitu, Anda juga tidak akan serta-merta menyalahkan anggota tim Anda ketika ada kesalahan atau masalah yang terjadi. Anda justru akan melihat dulu pada diri sendiri, apakah kesalahan atau masalah itu terjadi karena Anda kurang tepat saat memberikan instruksi. Anda juga cenderung akan mengajak anak buah untuk bersama-sama mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Jika memang kesalahan itu terjadi karena kesalahan anak buah Anda, Anda tidak akan terburu-buru ‘menghukumnya’. Anda akan lebih memilih untuk bersama-sama dengan dia mencari akar permasalahannya, sekaligus memotivasi anak buah untuk bekerja dengan lebih baik lagi.

3. Motivasi

Business Colleagues Together Teamwork Working Office

Seorang manajer yang memiliki motivasi tinggi akan konsisten dalam mencapai tujuan timnya. Mereka juga biasanya akan menerapkan standar yang tinggi bagi diri mereka sendiri, juga bagi anggota timnya.

Memotivasi diri sendiri dan anggota tim adalah tugas penting yang harus selalu dilakukan oleh seorang manajer. Luangkan waktu untuk bersama-sama anak buah mengevaluasi motivasi kerja masing-masing.

Ingatkan pada diri sendiri dan seluruh anggota tim mengenai peran yang bisa mereka lakukan untuk kemajuan dan kebaikan bersama. Ketika ada anggota tim, atau mungkin Anda sendiri, merasa kurang bahagia dengan pekerjaan, maka Anda bisa saling mengingatkan mengenai kemajuan dan keberhasilan yang pernah dicapai bersama. Anda juga bisa saling mengingatkan mengenai tujuan tim, yang secara tidak langsung mempengaruhi kebaikan dan kesejahteraan masing-masing anggotanya.

4. Empati

Bagi para manajer, empati ini sangat penting demi sebuah kesuksesan tim. Para manajer dengan tingkat empati yang tinggi akan lebih mampu untuk menghadapi berbagai masalah.

Kemampuan untuk berempati ini dapat membuat Anda mengerti apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan diri dan orang-orang yang ada di dalam tim. Anda juga bisa memberikan tantangan yang tepat untuk masing-masing anggota tim, serta lebih mampu mendengarkan mereka.

Dengan berempati, maka Anda menghargai semua anggota tim Anda. Dengan begitu, mereka juga akan lebih menghargai Anda.

5. Keterampilan sosial

cara menyelesaikan konflik

Keterampilan sosial yang dibutuhkan oleh para manajer adalah mengelola konflik yang terjadi. Untuk itu, para manajer memang dituntut untuk selalu pasang mata dan telinga, agar mengetahui apa yang terjadi dalam timnya.

Saat terjadi konflik, maka manajer yang baik adalah dia yang dapat ‘memanfaatkan’ konflik tersebut untuk kebaikan dan kemajuan tim. Anda juga harus dapat berdiplomasi dengan baik, agar tidak ada anggota tim yang merasa dirugikan atau diperlakukan tidak adil dengan semua keputusan yang Anda buat.

Menjadi seorang manajer memang tidak mudah. Tapi, itu adalah tantangan bagi Anda.

Jika Anda merasa ingin tim kerja Anda menjadi lebih baik dan produktif, atau Anda ingin menjadi manajer yang lebih baik, Anda bisa mempelajari cara-caranya bersama kami.

Daftarkan segera diri Anda di sini.

Apa saja keterampilan utama yang perlu dikuasai seorang manajer baru?

Dapatkan buku Essential Skills for New Manager - Seri 1 yang membahas bagaimana 4 skill utama dalam mengelola tim dengan baik.

131 halaman - PDF format - Gratis untuk Anda




Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top