Setiap tahun, FORBES mengumumkan daftar orang-orang terkaya dunia, orang-orang yang masuk three comas club alias tajir melintir. Kadang-kadang kita bertanya, apa sih yang dilakukan orang-orang itu sampai bisa jadi superkaya?

Kalau kita sempat membaca riwayat orang-orang kaya itu, ternyata mereka rata-rata adalah juga orang-orang piawai dalam kepemimpinan. Mereka punya ciri khas dan strategi masing-masing dalam mengelola perusahaan atau tim, yang kadang tidak kita temukan dalam buku teks manajemen manapun.

Berikut ini adalah lima hal yang bisa kita ambil dari masing-masing orang superkaya dunia versi FORBES tahun ini.

1. Visi itu penting

tips suskes dari orang kaya

CEO dan pendiri Amazon.com, Jeff Bezos, punya kekayaan 112 miliar dolar AS dan berada pada urutan pertama orang terkaya versi FORBES 2018. Ada satu hal yang bisa kita pelajari dari kesuksesan Bezon: dia punya visi yang jelas dan relevan untuk jangka panjang.

Bezos terkenal sangat berorientasi pada konsumen, hingga mendorong para karyawannya agar terobsesi terhadap kepuasaan pelanggan.

“Visi kami adalah menggunakan platform ini (Amazon.com) untuk membangun perusahaan yang paling pelanggan-sentris di muka bumi, tempat di mana konsumen dapat mendapatkan dan menemukan apa yang ingin mereka beli secara daring,” katanya pada 1999, saat mulai memimpin Amazon.com.

Visi itu masih berlaku hingga saat ini. Bezos selalu mengingatkan karyawan Amazon untuk selalu takut, bukan terhadap kompetitor, melainkan terhadap pelanggan.

“Pelanggan kami telah menjadikan bisnis kami seperti apa adanya, mereka adalah orang-orang yang memiliki hubungan dengan kami, dan mereka adalah orang-orang yang menjadi kewajiban kami. Dan kami menganggap mereka setia kepada kami – sampai saat orang lain menawarkan layanan yang lebih baik kepada mereka.”

2. Tanggung jawab sosial

Bill Gates berada pada posisi kedua dengan jumlah kekayaan bersih 90 miliar dolar AS. Pendiri Microsoft ini sering menjadi sorotan karena kerap menggelontorkan uangnya untuk amal lewat Bill and Melinda Gates Foundation, yayasan yang dia bangun bersama istrinya. Tercatat hingga akhir tahun 2014, yayasan ini telah menyumbangkan dana sekitar 44,3 miliar dolar AS untuk program-program bidang kesehatan dan pendidikan.

Pemimpin dalam visi Gates adalah orang-orang yang mampu memberdayakan orang lain, membantu mereka lewat bimbingan, menanamkan pengetahuan, pengalaman, atau bahkan menyediakan sumber daya yang diperlukan yang akan meningkatkan kehidupan atau karier mereka.

Apa yang didapat Gates dari ini semua? Dia mendorong perubahan signifikan di dunia yang akan membuat perbedaan bagi mereka yang paling membutuhkannya. Sementara bagi dirinya sendiri, Gates bahagia karena tahu dia memberikan manfaat yang dapat menciptakan pemimpin-pemimpin masa depan, yang mampu menciptakan dunia yang lebih baik lagi bagi generasi mendatang.

3. Berani melawan arus

kepemimpinan orang superkaya

Pemimpin yang tangguh punya kepercayaan diri yang kuat. Berani mengeksekusi gagasan-gagasannya, meski tak sejalan dengan tren. Chairman dan CEO Berkshire Hathaway, Inc., Warren Buffet adalah salah satu contohnya.

Warren sampai dijuluki Peramal dari Omaha (kota kelahirannya di Nebraska, AS) karena banyak keputusannya yang melawan tren justru menuai sukses besar yang tak diduga banyak orang.

Warren pernah menginvestasikan banyak uang untuk Washington Post pada 1973, padahal saat itu AS sedang dilanda krisis akibat kartel minyak OPEC dan Perang Vietnam. Warren tetap teguh pada pendiriannya, meski mengalami kerugian akibat turunnya harga saham dan seisi Wall Street panik.

Namun sekitar 40 tahun kemudian, Warren menuai hasilnya dengan melipatgandakan nilai investasinya yang semula hanya 10 juta dolar AS menjadi lebih dari 1 miliar dolar AS.

Begitu pula saat Berkshire Hathaway membeli perusahaan permen See’s Candy senilai 25 juta dolar AS pada 1972 dan Berkshire hanya mendapatkan keuntungan bersih 4,2 juta dolar AS per tahun kala itu. Tapi sekarang, si perusahaan permen kecil itu telah menghasilkan laba lebih dari 1,5 juta miliar dolar AS.

Warren tercatat sebagai orang terkaya ketiga di dunia dengan kekayaan bersih 84 miliar dolar AS.

4. Mencoba hal-hal baru

Kalau tak punya passion terhadap kreativitas dan hal-hal baru, mustahil Bernard Arnault bisa terus menjalankan bisnis miliaran dolar barang-barang luks. Chairman dan CEO LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton) ini berada pada urutan keempat orang terkaya dunia dengan nilai kekayaan bersih 72 miliar dolar AS.

Ketika mengambil alih LVMH, orang-orang di sekitar Arnault mengatakan perusahaan itu sudah besar, mau diapakan lagi? Namun kemudian Arnault malah mampu menambah kesuksesan perusahaan itu hingga sepuluh kali lipat lagi.

Arnault sangat menghargai inovasi, kreativitas, dan gagasan-gagasan baru yang datang dari anak-anak muda dengan proyek-proyek mereka yang, menurutnya, fantastis. Inilah yang memungkinkan roda perusahaan terus berputar.

5. Rendah hati

cara agar menjadi orang yang kaya

Kalau menyebut nama Ma Huateng, sebagian orang mungkin akan mengernyitkan dahi. Padahal pria yang belum lagi berusia 50 tahun ini adalah satu dari dua orang Asia yang masuk ke dalam daftar 20 orang terkaya dunia. Siapa dia? Dari mana kekayaannya berasal?

Ma Huateng atau biasa disebut juga Pony Ma tidak bertalian darah dengan Jack Ma, sang pendiri Alibaba. Ma yang ini adalah orang di balik Tencent, perusahaan gaming dan pemilik aplikasi WeChat. Di bawah kepemimpinan Ma, Tencent menjadi perusahaan Asia pertama yang bernilai lebih dari 500 miliar dolar AS.

Saking low-profile-nya, banyak yang menyebut Ma misterius, multimillioner yang tidak dikenal dalam dunia teknologi. Karakter ini member pengaruh pada budaya perusahaan yang dipimpin Ma. Tencent tidak pernah banyak gembar-gembor dalam menciptakan produk baru sampai produk itu diluncurkan dan membiarkan produk itu perlahan memenuhi kebutuhan konsumennya.

Pony Ma memang jauh lebih konservatif ketimbang Jack Ma. Dia tak pernah tertarik pada ekspansi bisnis yang terburu-buru dan hanya bertindak ketika melihat peluang bagus.

Mereka adalah contoh orang-orang yang berhasil menjadi manajer, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi anggota timnya. Keberhasilan itulah yang membuat mereka menjadi orang kaya.

Keunikan manajemen yang mereka jalankan bisa jadi berasal dari keunikan pribadi mereka masing-masing. Jika Anda merasa tidak memiliki keunikan tersebut, Anda tidak perlu khawatir. Anda tetap bisa menjadi seorang manajer yang andal.

Ada beberapa dasar yang perlu dilakukan oleh para manajer, termasuk orang-orang kaya itu. Presenta Edu akan memberikan pelatihan atau training mengenai cara dan keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh para manajer, khususnya para manajer baru.

Download Buku "Essential Skills for New Manager"

Buku yang akan membantu Anda menguasai keterampilan penting
dalam mengelola tim buat seorang manajer. GRATIS!

  •  
    3
    Shares
  • 3
  •  
  •  
  •