Manfaat Pengembangan Karir dan Tahapannya

Manfaat Pengembangan Karir dan Tahapannya 2

Pengembangan karir merupakan serangkaian langkah atau kegiatan yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan statusnya dalam suatu perusahaan, maupun organisasi, pada jalur karir yang telah ditetapkan dalam perusahaan atau organisasi tersebut. Manfaat pengembangan karir ini akan sangat dirasakan.

Dalam teori pengembangan karir, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pengembangan karir seseorang, di antaranya prestasi kerjanya, pengenalan prestasi kerja itu dan kemampuan lainnya oleh pihak yang berwenang, loyalitasnya pada perusahaan atau organisasi, dan kesempatan untuk berkembang, misalnya dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan atau didanai oleh perusahaan/organisasi.

Tujuan pengembangan karir sendiri, salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan. Karyawan atau anggota organisasi yang membaik kesejahteraannya akan memiliki loyalitas yang semakin tinggi, sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan atau organisasi. Dengan pengembangan karir, karyawan atau anggota organisasi pun mengenali potensinya, sehingga dia juga disadarkan memiliki kemampuan untuk menempati jenjang atau status yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Selain mendapatkan keuntungan dari karyawan atau anggota organisasi yang loyal, perusahaan atau organisasi juga mendapatkan manfaat pengembangan karir yang lain. Manfaat pengembangan karir menurut para ahli adalah termasuk di antaranya menekan angka perpindahan karyawan atau retensi, menghindari penumpukan jumlah karyawan pada salah satu jenjang, dan mendorong pertumbuhan perusahaan atau organisasi.

Suksesnya pengembangan karir bergantung pada perencanaan yang matang. Kenali dulu tahap-tahap perencanaan karir organisasional berikut ini, sebelum membuat rencana pengembangan karir:

  1. Tahap karir awal, yakni di mana seseorang mencoba mengenali minatnya dengan mencoba bermacam pekerjaan;
  2. Tahap karir menengah, di mana seseorang mulai lebih mendahulukan karirnya daripada hal-hal lain, memiliki gaya hidup, namun masih terbatas dalam memberikan kontribusi kepada perusahaan atau organisasi;
  3. Tahap karir akhir, yakni ketika seseorang mengasah keterampilannya, mulai stabil atau menetap, serta mulai dihargai ide-idenya oleh tempatnya bekerja;
  4. Tahap pensiun, yaitu ketika seseorang mulai memikirkan rencana-rencana setelah tidak lagi bekerja dan mengeksplorasi minat-minat lainnya yang selama ini belum diperhatikan.

Contoh pengembangan karir di perusahaan di antaranya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan atau pendidikan. Perusahaan yang memperhatikan pengembangan karir karyawannya biasanya akan secara rutin mengadakan diklat, baik in-house, maupun dengan mengirimkan karyawan ke lembaga diklat. Jenis pengembangan karir pegawai melalui diklat adalah salah satu yang paling umum. Jenis sarana pengembangan karir pegawai lainnya adalah melalui apresiasi terhadap prestasi pegawai atau karyawan atau lewat promosi.

Sejumlah jurnal pengembangan karir dapat Anda jadikan bahan rujukan untuk mendapatkan pemahaman lebih lengkap mengenai hal ini. Jurnal pengembangan karir seperti ini tak hanya dapat menginformasi cara melakukan pengembangan karir, melainkan juga menerangkan korelasi antara pengembangan karir dengan kemajuan perusahaan dan individu karyawan/anggota organisasi. (*)

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi penting seputar training dan pengembangan diri dari Presenta





Scroll to Top