Tidak ada seorang karyawan pun atau anggota organisasi yang mau karirnya stagnan, di situ-situ saja. Setiap orang pastinya ingin punya pengembangan karir dan menjadi lebih baik dari kondisinya saat ini. Masalahnya, ada orang-orang yang tahu caranya dan mau melakukan perubahan, ada juga yang tidak.

Pengembangan karir merupakan serangkaian langkah atau kegiatan yang dilakukan seseorang untuk meningkatkan statusnya dalam suatu perusahaan, maupun organisasi, pada jalur karir yang telah ditetapkan dalam perusahaan atau organisasi tersebut.

Dalam teori pengembangan karir, ada sejumlah faktor yang mempengaruhi pengembangan karir seseorang, di antaranya prestasi kerjanya, pengenalan prestasi kerja itu dan kemampuan lainnya oleh pihak yang berwenang, loyalitasnya pada perusahaan atau organisasi, dan kesempatan untuk berkembang, misalnya dengan adanya pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan atau didanai oleh perusahaan/organisasi.

Tujuan pengembangan karir sendiri, salah satunya adalah meningkatkan kesejahteraan. Karyawan atau anggota organisasi yang membaik kesejahteraannya akan memiliki loyalitas yang semakin tinggi, sehingga memberikan keuntungan bagi perusahaan atau organisasi. Dengan pengembangan karir, karyawan atau anggota organisasi pun mengenali potensinya, sehingga dia juga disadarkan memiliki kemampuan untuk menempati jenjang atau status yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Namun, saat ini kita hidup pada era di mana sering terjadi pemutusan hubungan kerja. Banyak perusahaan ragu untuk berinvestasi pada pengembangan karir individu karyawannya. Mereka khawatir, karyawan atau anggota organisasi yang bersangkutan akan pindah ke tempat lain sebelum perusahaan atau organisasi mendapatkan keuntungan atas investasi yang ditanamkannya pada program pengembangan karir.

Jadi, daripada mengasah kemampuan karyawan atau anggota organisasi yang sudah ada, mereka memilih untuk mengambil orang baru dengan kemampuan yang lebih baik dan melakukan PHK terhadap karyawan atau anggota organisasi yang tidak mampu meningkatkan prestasinya.

Oleh karena itu, pengembangan karir mandiri menjadi komponen yang semakin penting dalam keberhasilan individu di tempat kerja. Pengembangan karir diri adalah cara yang efektif, bahkan dalam beberapa kasus menjadi satu-satunya cara untuk mempercepat naiknya jenjang karier.

Ada tiga strategi yang direkomendasikan profesional pengembangan karir untuk mengambil kendali atas pengembangan karir Anda sendiri dan mempercepat naiknya jenjang karir:

1. Menjadi Pro-Aktif

menjadi karyawan yang pro aktif_art

Menjadi karyawan atau anggota organisasi saat ini, Anda tak lagi dapat berasumsi karir Anda dapat terus naik begitu saja sepanjang jalur karir yang telah ditetapkan perusahaan atau organisasi. Anda harus lebih bertindak strategis dengan menguasai keterampilan-keterampilan yang dapat Anda “jual” untuk memperoleh posisi yang lebih tinggi.

Selain itu, berjejaringlah dan bangun pendukung yang kuat untuk itu. Salah satu cara berjejaring adalah dengan menemukan seorang mentor yang dapat mendampingi Anda mengembangkan diri, memberikan pemahaman lebih baik mengenai budaya perusahaan atau organisasi, serta mengembangkan perspektif-perspektif baru.

2. Menjadi CMO bagi Diri Sendiri

menjadi karyawan yang lebih baik_art

Mampu memasarkan atau mengiklankan diri sendiri rupanya bagus untuk pengembangan karir. Belajarlah menjadi “Chief Marketing Officer” atau CMO bagi diri sendiri. Dengan demikian, Anda akan selalu mencoba menganalisa, memperbaiki, dan meningkatkan kinerja Anda, serta menonjol di tempat kerja.

Salah satu cara menjadi unggul dalam kompetisi di perusahaan atau organisasi adalah melalui pendidikan dan pelatihan. Banyak sekali pilihan tersedia untuk itu.

Ada juga diklat-diklat dalam bentuk nonkonvensional, misalnya lewat webinar, lokakarya, atau kursus-kursus online. Punya dana lebih? Mengapa tidak menambah gelar akademik Anda dengan kuliah lagi? Kita tahu, banyak perusahaan yang semakin mempertimbangkan karyawan atau anggota organisasi dengan kompetensi akademik yang lebih baik.

3. Mintalah Umpan Balik, Meskipun Negatif

cara menerima dan meminta kritik feedback_art

Beberapa dekade lalu, yang disebut individu ideal untuk dipromosikan dalam perusahaan atau organisasi adalah mereka yang loyal dan pekerja keras. Namun zaman telah berubah. Pada saat kecerdasan buatan semakin banyak menggantikan tugas manusia dan merevolusi pasar tenaga kerja, penguasaan soft-skill dan kecerdasan emosional menjadi andalan.

Laporan Forum Ekonomi Dunia pada 2016 menyebutkan kecerdasan emosional akan menjadi salah satu keterampilan pekerjaan paling vital pada tahun 2020. Hasil penelitian lain juga mengungkapkan kemampuan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) berada di peringkat terakhir yang diperhitungkan, setelah serangkaian soft skill, termasuk keterampilan melatih, berempati, dan kemampuan memecahkan masalah.

Memastikan kekuatan dan kelemahan dalam soft-skills adalah langkah pertama yang penting untuk melakukan perbaikan. Cara terbaik bagi Anda untuk mengukur kemampuan itu adalah dengan meminta umpan balik dari orang lain. Mencari umpan balik tentang apa yang Anda lakukan, seburuk apapun kenyataan umpan balik itu, sangat penting untuk pengembangan karir.

Kalau sempat, cobalah baca tulisan-tulisan yang menggambarkan pengembangan karir yang dilakukan CEO Amazon, Jeff Bezos atau sejumlah pemimpin perusahaan lainnya. Rata-rata, mereka mengandalkan kekuatan mereka untuk mengidentifikasi mentor yang cocok, mendapatkan umpan balik, membentuk citra diri di hadapan publik, dan membangun keterampilan kepemimpinan kunci untuk mempercepat pertumbuhan karir mereka.

Anda pun dalat menerapkan langkah-langkah yang mereka ambil ini untuk pengembangan karir diri Anda sendiri. (*)

Essential Skills for New Manager

Dapatkan Buku Ini GRATIS

Panduan buat manajer baru bagaimana cara mengelola tim dengan baik
DOWNLOAD SEKARANG