Training Problem Solving di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga

Training Problem Solving di Indonesia_ Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga

Training problem solving di Indonesia adalah program pelatihan yang dirancang untuk membekali individu dan tim dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara lebih efektif, tidak hanya dengan pendekatan yang konvensional, tapi juga dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif.

Di era disrupsi seperti sekarang, masalah tidak datang satu per satu, mereka bisa datang bersamaan, berlapis, dan seringkali tidak ada jawaban yang sudah jelas di buku teks. Tim yang kemarin bisa mengandalkan prosedur standar, hari ini harus menghadapi tantangan yang belum pernah ada sebelumnya.

Di sinilah training problem solving di Indonesia menjadi investasi yang tidak bisa ditunda. Program pelatihan yang dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah secara kreatif dan sistematis bisa menjadi pembeda antara tim yang stagnan dan tim yang terus tumbuh di tengah kompetisi yang semakin ketat.

Artikel ini hadir sebagai panduan lengkap buat kamu, seorang praktisi HR, manajer, atau profesional yang ingin memahami lebih dalam tentang training problem solving, apa manfaatnya, siapa yang perlu mengikutinya, dan bagaimana memilih program yang tepat.

Training Problem Solving di Indonesia

Training problem solving di Indonesia adalah program pelatihan yang dirancang untuk membekali individu dan tim dengan kemampuan mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan masalah secara lebih efektif, tidak hanya dengan pendekatan yang konvensional, tapi juga dengan cara-cara yang kreatif dan inovatif.

Program yang baik tidak sekadar mengajarkan langkah-langkah pemecahan masalah, tapi juga melatih cara berpikir yang lebih fleksibel, terbuka, dan berani mengeksplorasi solusi di luar kebiasaan.

Dalam lingkungan bisnis yang terus berubah, dunia teknologi yang bergerak cepat, dan tekanan sosial yang semakin kompleks, kreativitas dan inovasi menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang.

Training problem solving di Indonesia hadir untuk menjawab kebutuhan ini, yaitu membantu individu dan tim berpikir di luar kebiasaan, mengidentifikasi solusi-solusi baru, dan menghadapi permasalahan dengan pendekatan yang lebih kreatif dan efektif.

Hasilnya bukan hanya masalah yang terselesaikan, tapi tim yang lebih tangguh, lebih adaptif, dan memiliki keunggulan bersaing yang nyata di era penuh disrupsi ini.

Training problem solving di Indonesia kini tersedia dalam berbagai format, dari workshop satu hari yang fokus pada teknik tertentu, hingga program dua hari penuh yang mencakup fondasi problem solving, analisis akar masalah, creative thinking, mind mapping, hingga metode pengambilan keputusan berbasis Six Thinking Hat.

Semakin komprehensif program yang dipilih, semakin dalam transformasi yang bisa terjadi pada cara tim bekerja dan berpikir.

Baca Juga: Apa itu Training SDM? Pengertian, Jenis, Manfaat, Biaya, Waktu, dan Pelaksanaan

Manfaat Training Problem Solving di Indonesia

Training problem solving di Indonesia memberikan dampak yang sangat konkret dan terukur, baik di level individu maupun organisasi.

Individu yang terlatih dalam problem solving yang efektif mampu mengambil keputusan lebih cepat, lebih berani mengajukan ide-ide baru, dan lebih percaya diri ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

Berikut adalah manfaat training problem solving di Indonesia yang bisa kamu rasakan:

Manfaat Training Problem Solving di Indonesia

1. Membangun Mindset yang Tepat dalam Menghadapi Masalah

Banyak orang yang gagal memecahkan masalah bukan karena kurang pintar, tapi karena mindset yang salah sejak awal reaktif, mudah menyerah, atau terburu-buru menuju solusi sebelum benar-benar memahami masalahnya.

Training problem solving di Indonesia yang baik dimulai dengan membenahi cara pandang ini: mengajarkan peserta untuk bersikap tenang dan sistematis, mendefinisikan masalah dengan jelas sebelum mencari solusi, dan memahami bahwa kegagalan dalam problem solving seringkali bukan karena masalahnya terlalu sulit, tapi karena pendekatannya yang kurang tepat.

2. Menguasai Teknik Analisis Akar Masalah yang Akurat

Salah satu jebakan paling umum dalam pemecahan masalah adalah menyerang gejala, bukan akarnya. Solusi yang dihasilkan dari analisis yang dangkal hanya akan bersifat sementara, masalah yang sama akan muncul lagi dalam bentuk yang berbeda.

Training problem solving di Indonesia mengajarkan teknik-teknik analisis yang lebih mendalam seperti “Why-Why Analysis”, sebuah pendekatan sistematis untuk menelusuri penyebab utama di balik setiap masalah sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar menyentuh akarnya.

3. Mengembangkan Kemampuan Creative Thinking untuk Inovasi

Problem solving yang efektif di era modern tidak cukup hanya dengan pendekatan analitis, dibutuhkan juga dimensi kreativitas yang memungkinkan munculnya solusi-solusi yang segar dan out of the box.

Training problem solving di Indonesia mengajarkan teknik-teknik creative thinking yang terstruktur, seperti metode CREATE (Combine, Reverse, Elaborate, Alternative, Twist, Eliminate), yang membantu peserta menghasilkan ide-ide inovatif secara lebih sistematis, bukan sekadar mengandalkan inspirasi yang datang secara kebetulan.

4. Menguasai Mind Mapping sebagai Alat Berpikir Sehari-hari

Mind map adalah salah satu alat berpikir kreatif dan problem solving yang paling powerful sekaligus paling mudah dipelajari.

Ketika digunakan dengan benar, mind map membantu seseorang memetakan masalah secara visual, melihat koneksi antar elemen yang sebelumnya tidak terlihat, dan mengorganisasi ide-ide secara lebih terstruktur.

Training problem solving di Indonesia dari PRESENTA mengintegrasikan mind mapping, termasuk penggunaan software Freemind secara langsung, sebagai bagian dari ekosistem problem solving yang komprehensif.

5. Meningkatkan Kualitas Pengambilan Keputusan

Setiap solusi yang dihasilkan dari problem solving pada akhirnya bermuara pada sebuah keputusan. Tanpa kerangka yang jelas, keputusan bisa menjadi terlalu dipengaruhi oleh emosi, asumsi yang tidak diuji, atau perspektif yang terlalu sempit.

Metode seperti Six Thinking Hat yang diajarkan dalam program ini memberikan kerangka berpikir yang memungkinkan seluruh anggota tim untuk mengeksplorasi sebuah masalah dari berbagai sudut pandang secara terstruktur, sehingga keputusan yang diambil lebih matang, lebih komprehensif, dan lebih mudah diterima oleh semua pihak.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pelatihan Korporat: Definisi, Tujuan, Jenis, Metode, dan Implementasinya

Siapa Saja yang Perlu Mengikuti Training Problem Solving di Indonesia?

Training problem solving di Indonesia relevan untuk hampir semua level jabatan dan hampir semua jenis industri karena masalah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari setiap pekerjaan.

Namun ada beberapa kelompok yang disarankan mengikuti training problem solving di Indonesia:

  • Manajer dan Supervisor yang setiap hari harus mengambil keputusan di bawah tekanan waktu dan keterbatasan informasi. Program ini memberikan mereka kerangka berpikir yang lebih sistematis dan pendekatan kreatif yang memperluas pilihan solusi.
  • Tim Operasional dan Proyek yang sering menghadapi hambatan, perubahan rencana mendadak, atau masalah teknis yang tidak terduga. Kemampuan problem solving yang terlatih memungkinkan mereka merespons dengan lebih cepat dan efektif.
  • Tim Pengembangan Produk dan Inovasi yang tugasnya adalah terus menemukan cara-cara baru untuk menciptakan nilai. Creative thinking dan teknik idea generation dalam program ini adalah bahan bakar langsung untuk inovasi yang berkelanjutan.
  • Profesional Muda dan High Potential Employees yang sedang membangun fondasi karir. Kemampuan problem solving yang solid adalah salah satu faktor pembeda paling kuat yang akan membuat mereka menonjol dan dipercaya oleh organisasi untuk mengambil peran yang lebih besar.
  • Seluruh Tim Lintas Fungsi yang harus berkolaborasi memecahkan masalah lintas departemen. Mind mapping dan Six Thinking Hat sangat efektif sebagai alat fasilitasi diskusi yang memungkinkan semua suara didengar dan semua perspektif dieksplorasi.

PRESENTA sebagai Vendor Training Problem Solving di Indonesia

PRESENTA adalah salah satu penyelenggara training problem solving di Indonesia yang paling terpercaya dan berpengalaman.

Berdiri sejak 2015 sebagai PT Presenta Edukreasi Nusantara, PRESENTA telah melayani lebih dari seribu peserta training dari berbagai industri dan mendapatkan rating bintang 5 berdasarkan Google Reviews, bukti konsistensi kualitas yang diakui langsung oleh peserta dari berbagai latar belakang organisasi.

Program Creative Problem Solving PRESENTA dirancang dengan filosofi bahwa kemampuan memecahkan masalah bukan bakat alami yang hanya dimiliki segelintir orang. Ini adalah keterampilan yang bisa dipelajari, dilatih, dan diinternalisasi oleh siapapun dengan pendekatan yang tepat.

Dengan mengintegrasikan creative thinking, analisis akar masalah, mind mapping, dan Six Thinking Hat dalam satu program yang kohesif, PRESENTA memastikan peserta tidak hanya mendapatkan satu atau dua teknik baru, tapi sebuah ekosistem berpikir yang lengkap dan saling menguatkan.

Format semi-workshop yang digunakan memastikan setiap peserta mendapatkan banyak waktu untuk praktik langsung dan menerima feedback nyata dari trainer berpengalaman.

Baca Juga: Mengenal Hybrid Training? Metode Pelatihan Online-Offline untuk Karyawan di Era Modern

Materi Training Problem Solving di Indonesia oleh PRESENTA

Program training problem solving PRESENTA dikemas dalam format dua hari penuh dengan pendekatan Creative Problem Solving with Mind Map, sebuah kerangka yang menggabungkan fondasi problem solving yang sistematis dengan dimensi kreativitas yang menggerakkan inovasi.

Hari Pertama: Fondasi Problem Solving dan Mind Mapping

cover creative problem solving 1

1. Problem Solving yang Efektif

Program dibuka dengan sesi yang membangun fondasi paling penting: mindset dan sikap yang benar dalam menghadapi masalah.

Peserta belajar mengapa mendefinisikan masalah secara jelas dan sistematis adalah langkah pertama yang sering dilewati, bagaimana menganalisis masalah untuk menemukan benang merah penyebabnya, dan apa saja faktor-faktor yang paling sering menjadi penyebab kegagalan dalam memecahkan masalah.

Sesi ini adalah reality check yang seringkali membuka mata peserta tentang pola-pola bermasalah yang selama ini tidak mereka sadari.

2. Menganalisa Permasalahan

Sesi ini mendalami teknik analisis masalah yang lebih konkret. Peserta belajar cara mengidentifikasi penyebab permasalahan secara sistematis, merumuskan penyebab utama atau akar masalah, dan menggunakan teknik “Why-Why Analysis” ATAU sebuah pendekatan yang terbukti sangat efektif untuk menelusuri lapisan demi lapisan penyebab masalah hingga menemukan titik akarnya yang sesungguhnya.

Kendala-kendala umum dalam menganalisa masalah juga dibahas secara terbuka agar peserta bisa menghindarinya.

3. Mind Map: Alat Berpikir dan Dokumentasi Proses Creative Problem Solving

Di sesi ketiga, peserta diperkenalkan pada mind mapping sebagai alat berpikir kreatif dan problem solving yang simpel sekaligus powerful.

Materi mencakup prinsip-prinsip penting pembuatan mind map yang baik dan aturan utama yang harus diikuti, mulai dari pusat (center), kategori (association), hierarki (branch), hingga korelasi (correlation).

Dilanjutkan dengan praktik langsung membuat mind map dengan tulisan tangan untuk membangun pemahaman intuitif tentang struktur berpikir yang divisualisasikan.

4. Membuat Mind Map dengan Software Freemind

Peserta kemudian diajak masuk ke level berikutnya: membuat mind map menggunakan software Freemind, salah satu software mind mapping terbaik yang tersedia secara gratis.

Dimulai dari instalasi, overview interface, cara menggunakan nodes dan branch, hingga menambahkan elemen visual, semua diajarkan langkah demi langkah dengan pendekatan yang sangat praktis.

Peserta pulang dengan kemampuan membuat mind map digital yang bisa langsung digunakan dalam pekerjaan sehari-hari.

Hari Kedua: Creative Thinking, Inovasi, dan Pengambilan Keputusan

brainstorming untuk problem solving 1

1. Pengantar: Hubungan Creative Thinking dan Problem Solving Skills

Hari kedua dimulai dengan menjembatani dua domain yang sering dianggap terpisah: kreativitas dan analisis.

Peserta memahami tantangan nyata yang dihadapi profesional bisnis dalam problem solving, mengapa creative thinking adalah komponen yang tidak bisa ditinggalkan, dan apa perbedaan mendasar antara creative thinking dan critical thinking.

Dilanjutkan dengan praktik creative thinking dalam melakukan brainstorming — karena kreativitas bukan hanya soal bakat, tapi soal proses yang bisa dipelajari.

2. Creative Thinking dalam Proses Inovasi

Sesi ini mengajarkan salah satu teknik paling powerful dalam program ini: metode CREATE untuk idea generation, singkatan dari Combine, Reverse, Elaborate, Alternative, Twist, dan Eliminate.

Dengan kerangka ini, peserta tidak lagi tergantung pada inspirasi yang datang secara acak, mereka memiliki sistem yang bisa dipanggil kapanpun dibutuhkan untuk menghasilkan ide-ide inovatif secara terstruktur.

Diperkuat dengan empat langkah mudah proses inovasi dan praktik langsung menggunakan metode CREATE pada kasus nyata.

3. Six Thinking Hat: Metode untuk Problem Solving dan Decision Making

Metode Six Thinking Hat dari Edward de Bono adalah salah satu alat fasilitasi diskusi dan pengambilan keputusan paling terkenal dan terbukti efektif di dunia.

Peserta mempelajari keenam “topi” yang masing-masing merepresentasikan sudut pandang berbeda: White Hat (fakta dan data), Red Hat (emosi dan intuisi), Black Hat (kehati-hatian dan risiko), Yellow Hat (manfaat dan kelayakan), Green Hat (opsi dan alternatif kreatif), dan Blue Hat (kontrol dan pengorganisasian proses berpikir).

Diperkuat dengan studi kasus dan idea evaluation langsung menggunakan metode ini.

4. Diskusi dan Presentasi Kasus Problem Solving

Program ditutup dengan sesi yang paling high-impact: peserta secara berkelompok mendiskusikan dan mempresentasikan kasus problem solving nyata dari pekerjaan mereka sendiri, lalu mendapatkan komentar dan feedback langsung dari peserta lain dan trainer.

Ini merupakan sesi validasi dan penyempurnaan di mana setiap orang belajar dari kasus orang lain sekaligus mendapatkan perspektif baru untuk memecahkan masalah mereka sendiri.

Training Problem Solving di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 1

Trainer Training Problem Solving di Indonesia oleh PRESENTA

Kualitas trainer adalah faktor paling menentukan apakah sebuah program training problem solving di Indonesia benar-benar berdampak atau hanya terasa menyenangkan selama dua hari tapi tidak meninggalkan jejak.

Muhammad Noer adalah pendiri PRESENTA sekaligus Master Trainer untuk program Creative Problem Solving. Berlatar belakang Marketing dan Human Resources dengan sertifikasi internasional dari CIPD (Chartered Institute of Personnel and Development), UK, ia memiliki karir 11 tahun di Unilever, termasuk beberapa kali pengalaman ekspatriasi di lingkungan kerja multinasional dengan laju perubahan yang sangat tinggi.

Pengalaman bekerja di lingkungan yang menuntut problem solving cepat dan inovatif inilah yang membuat materi yang ia ajarkan terasa sangat grounded dan relevan dengan realita dunia kerja nyata.

Muhammad Noer adalah pengasuh presentasi.net, website tentang teknik presentasi dan komunikasi terbesar di Indonesia, serta penulis buku “Presentasi Memukau” yang pada 2018 diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi “Killer Presentation: How to Create and Deliver a Wow Presentation” untuk pembaca global.

Ia juga adalah pembicara TEDx Jakarta, sebuah pengakuan atas kemampuannya menyampaikan ide-ide kompleks dengan cara yang mudah dipahami dan engaging.

Dengan gaya mengajar yang interaktif dan kemampuan facilitating yang terlatih, Muhammad Noer hampir selalu mendapatkan ulasan tertinggi dari peserta setiap program yang ia bawakan.

Klien Training Problem Solving di PRESENTA

Kepercayaan yang PRESENTA terima dari ratusan organisasi lintas sektor adalah bukti paling nyata dari kualitas program training problem solving yang mereka tawarkan.

  • Perusahaan Swasta: Unilever, Indosat Ooredoo Hutchison, Samsung, Lenovo, Aqua, Garuda Food, KT&G, Ajinomoto, Indomaret, Lazada, PT HM Sampoerna, Tiket.com, Toyota, Nissan, BCA, Danamon, Allianz, FWD, Sequis, Bluebird, Great Giant Foods, EDTS, TACO, Dompet Dhuafa, dan Friedrich Ebert Stiftung.
  • BUMN dan Anak Perusahaannya: Telkom Indonesia, Bank Mandiri, BRI, BRI Danareksa Sekuritas, BRINS, BNI, Bank Syariah Indonesia, Jasa Raharja, Asuransi Jasindo, Pertamina, Pertamina Gas Negara, PLN, Bukit Asam, PT Petrokimia Gresik, Pelindo, Wika, Adhi Karya, Len Railway Systems, Cogindo, dan Telkom CorpU.
  • Pemerintah, Kementerian, Lembaga Negara, dan Regulator: Bank Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kemnaker, Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, OJK, KPK, LKPP, LAN RI, Badan POM, BKN, dan Komisi Aparatur Sipil Negara.

Keragaman klien ini mencerminkan kemampuan PRESENTA untuk menyesuaikan program training problem solving di Indonesia dengan berbagai konteks dan tantangan yang berbeda-beda, dari perusahaan manufaktur yang menghadapi hambatan operasional, hingga lembaga pemerintahan yang harus merumuskan kebijakan di tengah kompleksitas birokrasi.

Intip kisah klien yang sudah mempercayai PRESENTA sebagai mitra Training Problem Solving mereka.

Training Problem Solving di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 2

Testimoni Training Problem Solving di PRESENTA

Program training problem solving PRESENTA secara konsisten mencatat tingkat kepuasan peserta selama lebih dari lima tahun dan dirasakan oleh lebih dari seribu peserta dari berbagai industri.

95% peserta training problem solving PRESENTA menyatakan puas dengan materi dan pengalaman pelatihan yang mereka terima.

Dari umpan balik peserta, tiga hal paling konsisten disebut sebagai keunggulan utama program ini, yaitu:

  • Pertama, kejelasan materi. Mulai konsep problem solving dan creative thinking yang sering terasa abstrak menjadi sangat konkret dan langsung relevan dengan pekerjaan sehari-hari peserta. Setiap teknik diilustrasikan dengan contoh nyata yang dekat dengan pengalaman peserta, sehingga tidak ada yang terasa “too theoretical” atau jauh dari praktik.
  • Kedua, format semi-workshop yang sangat memprioritaskan praktik langsung. Peserta bukan hanya mendengar penjelasan teknik, tapi langsung mencoba menggunakannya pada kasus nyata, mendapat feedback dari trainer, dan menyempurnakan pemahaman mereka dalam satu sesi yang sama.
  • Ketiga, pengalaman belajar yang enjoyable. Kombinasi games, diskusi kelompok, dan studi kasus membuat dua hari training terasa cepat berlalu tanpa ada satu pun momen yang membosankan. Peserta sering melaporkan bahwa mereka tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tapi juga energi dan semangat baru dalam menghadapi tantangan pekerjaan.

Baca Juga: 4 Keahlian yang Perlu Dimiliki Manajer Baru untuk Memimpin Tim dengan Sukses

Studi Kasus Training Problem Solving di PRESENTA

Salah satu kekuatan terbesar program training problem solving di Indonesia oleh PRESENTA adalah relevansinya yang sangat tinggi dengan permasalahan nyata yang dihadapi peserta di tempat kerja.

Dalam sesi Sesi 4 hari kedua, Diskusi dan Presentasi Kasus Problem Solving, setiap kelompok peserta diminta untuk membawa permasalahan nyata dari organisasi mereka dan menganalisisnya menggunakan teknik-teknik yang telah dipelajari sepanjang dua hari.

Dalam sebuah batch yang diikuti oleh peserta dari sektor perbankan, salah satu kelompok membawa permasalahan tentang tingginya error rate dalam proses verifikasi dokumen kredit yang menyebabkan penundaan pencairan yang berulang.

Menggunakan Why-Why Analysis, kelompok tersebut berhasil menelusuri bahwa akar masalahnya bukan terletak pada kelalaian individual, melainkan pada desain checklist verifikasi yang ambigu dan tidak terstandarisasi antar cabang.

Solusi yang dihasilkan dari sesi ini kemudian dibawa kembali ke organisasi mereka dan diimplementasikan sebagai perbaikan prosedur yang nyata.

Contoh lain datang dari peserta di sektor manufaktur yang menggunakan mind map untuk memetakan seluruh hambatan dalam alur produksi yang sering mengalami bottleneck.

Visualisasi yang dihasilkan dari sesi praktik mind mapping membuat pola masalah yang sebelumnya tidak terlihat menjadi sangat jelas, dan kelompok tersebut berhasil mengidentifikasi tiga titik prioritas perbaikan yang selama ini tidak pernah dilihat sebagai satu sistem yang saling terhubung.

Inilah nilai nyata dari training problem solving yang berorientasi pada praktik: peserta tidak hanya belajar teknik, tapi langsung menghasilkan output yang bisa dibawa pulang dan diimplementasikan.

Baca Juga: Cara Menyusun Strategi Learning & Development untuk Mengembangkan Talenta Terbaik

Harga Training Problem Solving di Indonesia oleh PRESENTA

PRESENTA menawarkan struktur harga yang transparan untuk program training problem solving di Indonesia, tersedia dalam tiga tingkatan paket yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan skala investasi organisasimu.

Harga Training dalam Proposal Training PRESENTA

1. Paket Basic

Paket Basic dengan investasi Rp50.000.000 untuk 2 hari, berlaku untuk kapasitas hingga 20 peserta per batch. Paket ini mencakup training kit (workbook dan alat tulis), general report yang memuat rekomendasi, hasil tes, dan kehadiran, akses PRESENTA Academy, serta sertifikat kehadiran.

2. Paket Advanced

Paket Advanced dengan investasi Rp100.000.000 untuk 2 hari menambahkan individual report (laporan observasi per peserta terkait partisipasi dan kompetensi selama training) dan 3 sesi coaching pasca training yang dilakukan secara online.

Coaching dilakukan dalam format: dua sesi pertama dipandu fasilitator dalam kelompok kecil, sesi terakhir bersama trainer, memastikan dampak training problem solving tidak berhenti begitu peserta meninggalkan ruangan.

3. Paket Premier

Paket Premier, dengan harga yang dapat dikonsultasikan langsung, adalah layanan paling komprehensif: mencakup Training Needs Analysis (TNA), materi yang sepenuhnya di-customize sesuai tantangan dan konteks organisasimu, detailed individual report dengan pemeriksaan psikologis oleh psikolog atau assessor bersertifikasi, special assignment, minimal 3 sesi coaching, dan comprehensive training report.

Semua harga belum termasuk PPN sesuai tarif berlaku dan tidak mencakup konsumsi, tempat training, serta transportasi akomodasi di luar Jakarta. Hubungi PRESENTA di 0811 1880 84 atau training@presenta.co.id untuk diskusi lebih lanjut.

Jadikan Tim Kamu Problem Solver yang Tangguh

Di dunia yang berubah secepat ini, kemampuan memecahkan masalah secara kreatif dan sistematis bukan lagi keunggulan kompetitif, melainkan kebutuhan dasar untuk bertahan dan berkembang.

Training problem solving di Indonesia yang dirancang dan disampaikan dengan baik bisa mengubah cara tim kamu berpikir, berkolaborasi, dan menghadapi tantangan, tidak hanya hari ini, tapi jauh ke depan.

PRESENTA, dengan program Creative Problem Solving yang telah teruji, trainer berpengalaman, metode pembelajaran yang transformative, dan ekosistem belajar yang berkelanjutan, adalah mitra yang tepat untuk investasi ini.

Hubungi PRESENTA di 0811 1880 84 atau kunjungi presenta.co.id untuk memulai diskusi.  

Training Consultant

FAQ tentang Training Problem Solving di Indonesia

  1. Apakah training problem solving cocok untuk semua level jabatan, atau hanya untuk manajer ke atas?
    Training problem solving di Indonesia cocok untuk semua level jabatan, dari staf operasional hingga direktur. Kemampuan memecahkan masalah adalah keterampilan universal yang dibutuhkan di setiap peran. Bedanya hanya pada konteks dan skala masalah yang dihadapi. Untuk staf, program ini membantu mereka bekerja lebih mandiri dan tidak tergantung pada atasan untuk setiap hambatan kecil. Untuk manajer, program ini memperkuat kemampuan mengambil keputusan yang lebih matang dan memfasilitasi tim dalam menyelesaikan masalah bersama.
  2. Berapa lama durasi training problem solving di PRESENTA?
    Program training problem solving di Indonesia oleh PRESENTA tersedia dalam format 2 hari penuh. Format ini dipilih karena kedalaman materi yang mencakup fondasi problem solving, analisis akar masalah, mind mapping (termasuk praktik dengan software Freemind), creative thinking, metode CREATE, hingga Six Thinking Hat, membutuhkan waktu yang cukup agar setiap teknik bisa benar-benar dipahami dan dipraktikkan, bukan sekadar diperkenalkan. Setiap sesi juga dirancang agar peserta mengerjakan latihan nyata, sehingga pulang dengan keterampilan yang sudah terinternalisasi.
  3. Apakah materi training problem solving bisa disesuaikan dengan industri atau kebutuhan spesifik perusahaan kami?
    Ya, sepenuhnya bisa. Melalui paket Advanced dan Premier, PRESENTA menyediakan layanan customized material, di mana tim PRESENTA akan merancang modul, studi kasus, dan aktivitas yang disesuaikan dengan konteks industri, tantangan spesifik, dan bahkan sistem atau file yang sudah digunakan oleh perusahaanmu. Proses ini diawali dengan Training Needs Analysis (TNA) yang dilakukan melalui interview, survei, dan diskusi intens bersama tim HR dan manajemen. Hasilnya adalah program training problem solving yang terasa “didesain untuk perusahaan kami”, bukan program generik yang sama untuk semua klien.
  4. Apakah training problem solving tersedia dalam format online?
    Ya, training problem solving PRESENTA tersedia dalam format online maupun tatap muka (offline). Untuk format online, PRESENTA menggunakan broadcasting technology dengan studio khusus, kamera multi-sudut, dan peralatan profesional yang menghasilkan tampilan full screen menyerupai training tatap muka. Sesi online juga dilengkapi dengan ice breaking, games interaktif, dan penggunaan working tools online seperti Kahoot dan Mentimeter, sehingga tingkat engagement peserta tetap tinggi meskipun berlangsung secara virtual.
  5. Apa yang peserta dapatkan setelah training selesai? Apakah ada program lanjutan? Selain training kit, sertifikat kehadiran, dan general report (tersedia di semua paket), peserta mendapatkan akses ke PRESENTA Academy, platform video learning berkualitas yang bisa diakses gratis seumur hidup sesuai materi pelatihan yang diambil. Peserta juga bisa mengikuti live session untuk me-review ulang materi bersama peserta lain, serta berkonsultasi tentang kesulitan dalam menerapkan materi di tempat kerja. Untuk paket Advanced dan Premier, tersedia tambahan individual report, sesi coaching pasca training, dan di paket Premier, program lanjutan berupa pemeriksaan psikologis mendalam dan comprehensive individual report setelah pendampingan selama 3–6 bulan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *