Anda adalah seorang lulusan magister manajemen, dari kampus di luar negeri pula, bekerja dengan menempati posisi lumayan di sebuah perusahaan mentereng di ibukota. Sekian tahun Anda habiskan untuk menimba ilmu sejak jenjang sarjana dan kini Anda sedang menerapkannya di dunia kerja. Tapi kenapa rasanya Anda masih kalah terampil dibandingkan rekan kerja sebelah. Padahal latar belakang pendidikan formal kurang lebih sama, masa bekerja pun dimulai hampir bersamaan.

Setiap kali bertemu klien, sang rekan sangat lancar dalam mengomunikasikan gagasan-gagasannya kepada mereka. Anda pun sering terpukau dengan presentasi-presentasinya yang sangat asyik diikuti dan informatif.

Apa yang salah? Apa yang belum Anda lakukan? Selidik punya selidik, rupanya rekan Anda ini sempat mengambil beberapa training di lembaga pelatihan. Di situlah dia belajar mengasah kemampuannya dalam berkomunikasi, juga memberikan presentasi bisnis. Lalu, perlukah Anda juga mengambil langkah yang sama?

Begini. Lembaga pelatihan merupakan lembaga pendidikan nonformal dan diperuntukkan bagi mereka yang ingin mendapatkan pengetahuan, keterampilan atau keahlian, maupun kecakapan hidup tertentu. Biasanya memang hal-hal semacam itu, atau yang populer disebut soft skills, jarang atau bahkan tidak diberikan sama sekali di lembaga pendidikan formal.

Lembaga pelatihan adalah tempat yang dituju oleh mereka yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki demi mengembangkan profesinya, meningkatkan karir, atau, kalau memiliki usaha sendiri, mereka ingin mengembangkan usahanya.

Lalu adakah keuntungan yang spesifik yang bisa Anda peroleh dengan mengambil kelas atau program pelatihan di lembaga pelatihan? Apakah bisa sama saja hasilnya kalau Anda belajar sendiri, misalnya, lewat mencontoh rekan-rekan kerja lainnya atau lewat video-video training gratisan yang tersedia online?

1. Lembaga pelatihan menyediakan trainer profesional

trainer profesional pada lembaga training_art

Ya, mungkin saja rekan sekerja Anda bisa sesekali memberikan masukan soal berkomunikasi yang baik atau membuat presentasi yang keren. Video gratisan? Bisa jadi trainernya memang bagus, namun tetap saja: ada uang, ada kualitas. Dengan mengambil kelas training di lembaga pelatihan resmi, Anda akan ditangani langsung trainer-trainer profesional dan berpengalaman yang hanya berfokus pada keberhasilan Anda untuk menguasai keterampilan tertentu. Mereka Anda bayar untuk itu, toh?

2. Lembaga pelatihan punya sistem dan struktur

ciri lembaga training yang baik_art

Bayangkan kalau Anda belajar sendiri, tentu akan semaunya saja berlatih. Serampangan dan sesempatnya saja. Tapi di lembaga pelatihan, trainer-trainernya memiliki silabus dan kurikulum. Isi pelatihan disusun berdasarkan sistem atau struktur tertentu yang memungkinkan Anda menyerap ilmu atau keahlian baru dengan lebih baik.

3. Lembaga pelatihan memiliki metode dan sarana tertentu

metode yang digunakan pada lembaga training_art

Berlatih sendiri tanpa metode tentu akan jadi tak terarah. Begitu pula kalau Anda tidak memiliki sarana yang lengkap untuk mendukung Anda mempelajari keterampilan tertentu. Lembaga pelatihan menyediakan itu semua. Semakin profesional, biasanya metode yang digunakan akan semakin sederhana, namun jitu. Sarana pelatihannya pun lengkap dan canggih pula.

4. Lembaga pelatihan tahu kebutuhan Anda

lembaga training di jakarta_art

Kadang-kadang, kita membutuhkan orang lain untuk memberikan masukan mengenai apa yang kita butuhkan sebagai solusi masalah kita. Kadang-kadang malah mengidentifikasi masalah atau kebutuhan kita sendiri perlu orang lain. Nah, lembaga pelatihan yang baik biasanya akan melakukan sedikit wawancara untuk mengenali kebutuhan Anda dan program pelatihan yang pas untuk Anda. Dengan pengalaman bertahun-tahun menghadapi beragam masalah dan kebutuhan profesional pekerja, lembaga pelatihan akan lebih mudah mengidentifikasi hal ini.

5. Lembaga pelatihan memberikan evaluasi

lembaga training yang menyediakan evaluasi_art

Mengevaluasi diri sendiri mungkin bisa saja Anda lakukan, tapi dengan mengikuti training di lembaga pelatihan, ada cara yang lebih efektif untuk melakukan evaluasi terhadap kemampuan Anda menyerap ilmu atau keterampilan baru.

Ada banyak lembaga pelatihan di Jakarta dengan program unggulannya masing-masing. Mulailah dengan menyeleksi lembaga pelatihan yang kira-kira menjawab kebutuhan Anda. Buat yang menyasar posisi manajer, bisa memilih lembaga pelatihan manajemen untuk mendapatkan pengetahuan dan kecakapan mengenai aspek-aspek manajerial dan fungsi manajemen.

Perhatikan pula nama lembaga pelatihan. Luangkan waktu untuk berselancar di internet atau minta rekomendasi dari rekan-rekan Anda untuk rekomendasi nama lembaga pelatihan. Lembaga pelatihan yang bagus akan memiliki website dan profil perusahaan yang mumpuni.

Perhatikan pula nama-nama perusahaan yang pernah menjadi klien lembaga pelatihan yang tercantum dalam website mereka. Semakin panjang daftarnya, semakin bonafid klien-kliennya, akan semakin baik pula kualitas lembaga pelatihan ini.

Lalu, ada juga yang disebut dengan lembaga pelatihan bersertifikasi. Nah, lembaga ini memberikan Anda kesempatan untuk mendapatkan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Ini merupakan badan independen yang bertanggung jawab kepada Presiden dengan kewenangan sebagai otoritas sertifikasi personil. BNSP akan memberikan sertifikasi kompetensi profesi bagi tenaga kerja yang selesai mengikuti pelatihan di lembaga pelatihan bersertifikasi ini.

Jangan lupa untuk memastikan aspek legal lembaga pelatihan. Periksalah atau tanyakan izin lembaga pelatihan kerja ini ke Dinas Tenaga Kerja di kota Anda. Kelegalan ini amat penting untuk membedakan mana lembaga pelatihan profesional dan mana yang abal-abal.

Cukup jelas, ya? Yang terpenting dari ini semua adalah Anda dapat mengaplikasikan ilmu dan kecakapan baru yang Anda dapatkan dari lembaga pelatihan ini dalam pekerjaan sehari-hari. (*)

Essential Skills for New Manager

Dapatkan Buku Ini GRATIS

Panduan buat manajer baru bagaimana cara mengelola tim dengan baik
DOWNLOAD SEKARANG