Strategi Penggunaan Video-Based Learning yang Efektif untuk Pelatihan Karyawan

Video Based Learning

Karyawan di tempat kerja modern melakukan banyak aktivitas, mulai dari pengerjaan berbagai proyek, penyelesaian tugas, pemberian layanan, dan banyak lagi.

Para manajer dan supervisor memahami, semakin terlibat karyawan dengan tempat kerja dan pekerjaannya akan semakin baik pula kualitas kerjanya.

Keterlibatan karyawan ini lebih dari sekadar menggugurkan kewajiban atau menyelesaikan tugas sesuai dengan deskripsi pekerjaan masing-masing.

Salah satu cara meningkatkan keterlibatan karyawan adalah dengan mengadakan pelatihan bagi mereka.

Dengan mendapatkan pelatihan yang akan menambah atau meningkatkan keterampilan mereka, kemungkinan karyawan untuk mendedikasikan diri mereka bagi perusahaan atau pekerjaannya juga akan semakin besar.

Angkatan kerja yang sekarang ini merupakan generasi digital. Mereka adalah konsumen video terbesar, menyerap ilmu dan informasi lebih banyak dari media audio-visual ini.

Oleh karena itu, pelatihan karyawan dengan video-based learning akan lebih efisien bagi perusahaan.

Teknologi semakin berkembang. Semakin banyak cara bagi karyawan untuk melatih diri dan mengembangkan potensi mereka. Video-based learning adalah salah satu cara yang paling efektif.

Penggunaan video untuk pelatihan karyawan memang bukanlah sesuatu yang baru, namun video mengalami evolusi.

Video-based learning telah bergeser di mana kini karyawan dapat sepenuhnya mengontrol sebagian atau bahkan seluruh aspek pelatihan.

Video telah menjadi format pilihan untuk pelatihan mandiri. Video-based learning juga memainkan peran yang semakin penting dalam program pelatihan karyawan.

Semakin populernya gaya bekerja dari mana saja atau jarak jauh juga menjadikan video-based learning sebagai cara paling nyaman untuk karyawan dan merupakan unsur penting untuk setiap proses peningkatan keterampilan atau orientasi karyawan yang sukses.

Perusahaan dapat menggunakan video-based learning untuk pelatihan karyawan dalam bentuk cara dan bentuk, misalnya klip video pendek, pemodelan video berbasis skenario, video tutorial, dan sebagainya.

 

Alasan menggunakan video-based learning

Ada beberapa alasan, mengapa video-based learning sangat cocok untuk program pelatihan karyawan.

  1. Video-based learning berfungsi dengan baik untuk pelatihan mandiri, maupun pelatihan yang dipimpin oleh instruktur atau trainer.

 

  1. Video-based learning bersifat mandiri, sehingga membantu karyawan untuk dapat mengatur pelatihan mereka di antara kesibukan dan jadwal mereka di tempat kerja.

 

Karyawan dapat menentukan sendiri waktu dan kecepatan penyelesaian pelatihan yang paling sesuai untuk mereka.

 

  1. Video-based learning memfasilitasi pembelajaran mikro.

 

  1. Kinerja video-based learning lebih mudah untuk dinilai.

 

  1. Video-based learning dapat dengan mudah ditingkatkan karena jumlah karyawan yang menjadi peserta pelatihan tidak terbatas, dapat menggunakan konten, kapan saja, di mana saja.

 

Harus berstrategi

Meski memiliki kelebihan, seperti sifatnya yang interaktif, menarik, ringkas, dan mudah diakses, sehingga sangat disukai generasi digital, perlu berstrategi agar pelatihan karyawan dengan video-based learning ini dapat mencapai tujuannya.

 

Ada banyak cara untuk menerapkan strategi video-based learning dalam pelatihan karyawan supaya efektif. Strategi ini sangat bervariasi, sesuai dengan situasi, kebutuhan pelatihan, dan budaya perusahaan.

 

  1. Cari tahu kebutuhan perusahaan

Sebelum mengadakan pelatihan karyawan dengan video-based learning, kita harus memahami dulu kelemahan perusahaan dan apa yang harus diperkuat dengan pelatihan karyawan ini.

 

Kita harus dapat memetakan kesenjangan pengetahuan dan keterampilan antarkaryawan, apa yang perlu mereka ketahui dan latih agar dapat berkinerja lebih baik di posisi mereka.

 

Intinya, kita harus memastikan strategi pelatihan ini selaras dengan tujuan perusahaan.

 

  1. Memulai dari hal kecil atau sederhana

Kita bisa mencoba dengan membuat sendiri video-video pendek berisi tutorial atau topik orientasi dan distribusikan ke karyawan.

 

  1. Bereksperimen dengan format video

Saat memulai, cobalah beberapa format video sampai menemukan format yang paling sesuai dengan karyawan.

 

Misalnya, minta salah seorang supervisor menjelaskan secara singkat salah satu tools untuk problem solving. Berikutnya, bisa mencoba membuat animasi sederhana.

 

Yang terpenting, informasi yang disampaikan selalu yang terkini dan terus diperbaharui.

 

  1. Menganalisis kinerja setiap video dan selalu menyesuaikan strategi Anda

Nilai dari video-based learning adalah retensi pengetahuan. Jadi, pastikan video-video pelatihan berdurasi pendek dan menarik untuk memastikan karyawan tetap betah mengikuti pelatihan dan mendapatkan pengetahuan atau keterampilan darinya.

 

Pengembangan diri dengan metode video-based learning di Presenta Academy

Presenta Academy, yang mengedepankan motto “Belajar Di Mana Saja dan Kapan Saja”, memberikan Anda kesempatan mendapatkan cara belajar online untuk menguasai keterampilan-keterampilan baru.

 

Kelas-kelas di Presenta Academy menggunakan video-based learning untuk pengembangan diri dari kursus online.

 

Video-based learning adalah tren e-learning yang telah diterima secara luas. Momentumnya adalah pada saat pandemi lalu, di mana hampir seluruh aspek pembelajaran dan pekerjaan dilakukan secara daring atau online.

 

Video-based learning menjadi semakin populer dan penting bagi generasi digital, termasuk mereka yang memanfaatkannya untuk urusan profesional.

 

Kelas online pengembangan diri Presenta Academy memiliki beragam topik kursus untuk meningkatkan keterampilan dan mengembangkan diri karyawan, dikelola oleh instruktur-instruktur berpengalaman, serta memberikan akses seumur hidup materi pembelajaran, kapan saja, di mana saja, melalui laptop, maupun ponsel. ***





Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top