Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami

komunikasi efektif – Kalau Anda perhatikan, hampir semua karyawan yang kariernya mampu melesat relatif cepat adalah orang-orang yang supel dan mudah bergaul. Mereka rata-rata bukanlah tipe orang pendiam, yang hanya sibuk memikirkan pekerjaannya sendiri.

Justru, mereka adalah orang-orang yang ringan tangan, yang selalu siap sedia memberikan bantuan ketika ada rekan-rekannya yang membutuhkan pertolongannya di kantor.

Karena mudah bergaul dan supel itulah, maka para karyawan itu lebih memiliki empati kepada orang lain. Untuk menjadi seorang pribadi yang supel, dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang mumpuni.

Kemampuan komunikasi yang sangat dibutuhkan, khususnya di lingkungan kantor, adalah komunikasi efektif. Kemampuan berkomunikasi yang efektif akan sangat membantu seseorang untuk menjalin relasi dengan baik di tempat kerja, baik secara personal maupun profesional.

Dengan kemampuan menerapkan teknik komunikasi efektif, maka seorang karyawan akan lebih mengetahui bagaimana cara bersikap professional ketika dia hendak berkomunikasi, misalnya dengan atasan, rekan kerja, atau klien. Teknik berkomunikasi yang efektif dapat membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif.

Ketika seseorang mampu berkomunikasi dengan efektif, maka dia akan tahu kapan saat yang tepat untuk ‘bersuara’ ketika rapat, mengungkapkan maksudnya dengan tepat kepada atasan atau klien, atau kapan dan bagaimana untuk mengobrol dengan rekan kerja di sela-sela waktu kerja.

Yang paling penting, komunikasi efektif sangat membantu sebuah tim kerja untuk dapat bekerja dengan efisien.

Untuk mengetahui bagaimana teknik komunikasi yang efektif itu, memang sebaiknya mengikuti pelatihan atau trainingnya. Beberapa provider training menyediakan pelatihan komunikasi efektif untuk para karyawan kantoran, khususnya untuk level supervisor ke atas, karena merekalah yang biasanya menjadi pemimpin sebuah tim kerja.

Selain mengikuti pelatihan komunikasi efektif, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi dengan efektif di tempat kerja, yaitu:

1. Berbicara dengan intonasi dan suara yang jelas

Jelas bukan berarti keras. Berbicara dengan jelas berarti apa yang kita ucapkan itu dapat didengar, dimengerti dan dipahami oleh kawan bicara.

Berbicara dengan jelas akan mencegah terjadinya salah persepsi dan miskomunikasi.

Kebiasaan untuk berbicara dengan jelas ini dapat dilatih sendiri.

Misalnya saat mengobrol dengan anggota keluarga atau teman-teman terdekat. Kalau mereka mudah untuk mengerti dan memahami apa yang kita ucapkan, maka kemungkinan besar orang-orang yang lain juga akan mengerti.

2. Selalu bersikap ramah

bersikap ramah ketika di pekerjaan_art

Ramah juga bukan berarti sok kenal sok dekat. Ramah berarti bersikap positif kepada setiap orang yang kita jumpai. Caranya, bisa dengan tersenyum atau menyapa.

Kebiasaan bersikap ramah seperti ini ternyata sangat berguna ketika kita sedang rapat atau berdiskusi dengan tim kerja.

Kebiasaan bersikap positif yang tulus kepada semua orang akan membuat seseorang juga terbiasa untuk bersikap positif saat sedang bekerja, seperti bersikap aktif secara proporsional saat sedang rapat di kantor.

Sikap ramah ini, selain melalui aura wajah dan tutur kata, juga bisa ditunjukkan dengan gestur atau bahasa tubuh.

Misalnya, saat berbicara dengan atasan atau orang yang lebih tua, kita bisa menunjukkan sikap hormat seperti agak tersenyum sambil agak mengangguk.

Atau ketika berpapasan dengan mereka, kita sedikit memperlambat cara berjalan.

3. Bersikap terbuka kepada orang lain

Maksudnya adalah selalu bisa menerima pendapat orang lain, khususnya yang berbeda dengan kita.

Menerima belum tentu menyetujui. Tapi dengan menerima, maka kita akan lebih bisa untuk memberikan feedback yang toleran, sehingga tidak menyinggung atau menyakiti kawan bicara atau kawan diskusi.

Bayangkan jika di dalam tim kerja sedang melakukan rapat dan masing-masing anggota tim tidak mau untuk menerima pendapat atau masukan dari yang lain, maka rapat tidak akan berjalan dengan baik.

Bisa-bisa, rapat itu tidak akan menghasilkan sesuatu demi perkembangan tim dan malah terjadi deadlock.

Ini tentu saja dapat mempengaruhi kinerja tim, yang ujung-ujungnya dapat berpengaruh kurang baik terhadap prestasi kerja anggota-anggotanya.

4. Selalu siap membantu

menjadi karyawan yang siap membantu selalu_art

Memang, setiap anggota tim kerja sudah mempunyai tugas dan tanggung jawabnya sendiri-sendiri.

Tapi, di dalam tim kerja juga sebaiknya ditumbuhkan sikap untuk saling membantu.

Sebab, ada kalanya ada anggota tim yang berhalangan hadir atau mengalami kesulitan saat mengerjakan tanggung jawabnya.

Di saat seperti itulah, maka anggota tim yang lain harus siap sedia untuk memberikan back up kepadanya.

Jika demikian, maka ritme kerja di dalam tim akan kerja dan tidak mengganggu kinerja serta produktivitas.

Hal-hal itu sebenarnya adalah hal-hal sederhana, yang bisa dilakukan di mana saja. Jika dilakukan di tempat kerja, maka dapat membantu kita untuk bersikap lebih positif.

Sikap yang positif di tempat kerja itu antara lain adalah bekerja dengan lebih baik. Kalau kita dapat bekerja dengan baik, tentu hasil kerja juga akan menjadi lebih baik.

Inilah yang akan membuat penilaian dari atasan juga akan menjadi lebih baik.

Ketika mendapatkan penilaian baik dari atasan, maka itu bisa menjadi poin bagi seorang karyawan untuk menjadi lebih mudah naik kelas.

Perjalanan karier dapat menjadi lebih mulus. Kalau karier semakin menanjak, tentu gaji juga akan semakin besar, bukan?