(021) 4016 1717 support@presenta.co.id

Jadi Pemimpin yang Percaya Diri

Seorang pemimpin mempunyai banyak tanggung jawab. Selain memimpin anak-anak buahnya, dia juga harus membuat keputusan-keputusan penting. Inti dari semua tugasnya itu adalah untuk membuat kerja timnya semakin efektif, efisien dan produktif.

Untuk itu, seorang pemimpin atau manajer yang baik haruslah memiliki rasa percaya diri yang cukup.

Beberapa orang merasa bahwa mereka dilahirkan dengan rasa percaya diri yang kurang. Rasa percaya diri memang harus dipupuk. Caranya? Tentu saja dengan mempelajari hal-hal yang bisa membantu kita untuk meningkatkan rasa percaya diri tersebut.

Salah satunya, kita bisa mempelajari cara memupuk rasa percaya diri seperti yang dilakukan oleh para public speaker. Simak dalam video berikut ini:

 

Walaupun video tersebut diperuntukkan untuk kegiatan public speaking, namun para manajer juga bisa mempelajarinya.

Tidak bisa dipungkiri, tugas Anda sebagai pemimpin tim kerja tidak jauh berbeda dengan para presenter. Jika presenter harus meyakinkan atau mendorong audiensnya untuk melakukan sesuatu, maka keberhasilan seorang manajer adalah ketika dia mampu meyakinkan dan mendorong anggota tim kerja untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Anda juga punya tanggung jawab meyakinkan atasan terhadap hasil kerja tim Anda.

Tugas berat sebagai manajer itu tentu saja membutuhkan rasa percaya diri yang cukup. Tanpa rasa percaya diri yang memadai, Anda tidak akan bisa bersikap tegas kepada anak buah dan menjalankan fungsi kepemimpinan lainnya. Anda juga tidak akan bisa menghadapi atasan dengan baik.

Pemimpin yang tidak percaya diri juga tidak akan bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Dia akan terlalu banyak berpikir sehingga keputusannya bisa cepat berubah, karena tidak yakin dengan apa yang dipikirkan sebelumnya. Hal itu tentu saja bisa membuat Anda sebagai manajer yang kurang atau tidak efektif.

Sebagai pemimpin atau manajer, rasa percaya diri antara lain berguna untuk:

· Berkomunikasi efektif dengan anggota tim

· Berinteraksi dengan seluruh rekan kerja, baik atasan maupun bawahan

· Memupuk rasa optimis dalam bekerja

· Bersikap dengan tepat, sesuai dengan situasi dan kondisi

Seperti telah disebutkan di atas, ras apercaya diri memang harus dipupuk. Dia tidak muncul dengan sendirinya dari lahir. Rasa percaya diri tumbuh sebagai suatu proses, antara lain melalui interaksi dan relasi dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor yang paling penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri adalah penerimaan terhadap diri sendiri. Kalau Anda menerima diri Anda apa adanya, dengan tekad dan usaha yang cukup untuk memperbaikinya, maka Anda adalah seorang pribadi yang memiliki rasa percaya diri.

Anda tinggal menambahkan dengan melakukan hal-hal yang bisa membuat rasa percaya diri itu meningkat, sesuai dengan kebutuhan.

Tips Untuk Memupuk Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri paling dibutuhkan ketika kita sedang berkomunikasi. Sebagai seorang manajer, tentu Anda harus sering berkomunikasi, baik dengan anak buah, dengan atasan, bahkan dengan diri sendiri. Berkomunikasi dengan diri sendiri misalnya adalah ketika Anda sedang mempertimbangkan atau memikirkan sebuah keputusan.

Rasa percaya diri yang cukup akan membuat Anda terlihat lebih meyakinkan, khususnya ketika berkomunikasi dengan orang lain. Jika Anda terdengar meyakinkan, maka orang yang sedang berkomunikasi dengan Anda itu akan lebih mau mendengarkan, percaya dan melaksanakan apa yang Anda katakan.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk dapat meningkatkan rasa percaya diri Anda sebagai seorang manajer, yaitu:

1. Mempelajari Teknik Berkomunikasi

Anda bisa mempelajari ilmu dasar public speaking dan komunikasi bisnis yang efektif. Dengan mempelajarinya, maka Anda akan mengetahui cara berkomunikasi yang dapat menarik dan mempengaruhi kawan bicara. Hal ini tentu saja sangat penting bagi seorang manajer.

2. Mengenali Siapa yang Diajak Bicara

Saat berkomunikasi dengan orang lain, anggota tim atau atasan Anda, maka sebaiknya Anda memang sudah ‘kenal’ dengan mereka. Maksudnya, Anda sudah mengetahui karakter mereka, khususnya saat bekerja dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan begitu, maka Anda dapat memilih kata-kata yang tepat untuk menyampaikan maksud dan pikiran Anda kepada mereka.

3. Melihat Situasi dan Kondisi

Membicarakan suatu masalah dapat menimbulkan efek atau feedback yang berbeda-beda, sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang terjadi saat itu. Saat Anda mengutarakan hal sensitif, misalnya kepada anak buah, pastikan bahwa dia atau mereka

memang sudah siap untuk itui. Jika hal itu disampaikan secara mendadak, maka besar kemungkinan akan timbul ‘penolakan’, seperti penurunan kinerja atau semacamnya.

Anda tentu tidak mengharapkan hal itu terjadi.

4. Bersedia Untuk Mendengarkan

Ini sebetulnya hal yang sangat sulit. Seorang manajer yang baik haruslah mau mendengarkan, khususnya apa yang diungkapkan oleh anggota timnya. Dengan mau mendengarkan, maka Anda akan lebih mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan, dikatakan, atau diputuskan.

Karena rasa percaya diri sangat dibutuhkan saat berkomunikasi, maka sangat baik jika Anda mengikuti pelatihan komunikasi yang efektif. Dengan begitu, Anda akan lebih mengetahui bagaimana cara yang tepat untuk menghadapi orang-orang yang berhubungan dengan tugas dan pekerjaan Anda.






Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *