Agar Tim Tetap Fokus Saat Dalam Tekanan

Agar Tim Tetap Fokus Saat Dalam Tekanan 2

Memasuki tahun baru, kuartal baru, bulan baru, biasanya juga ada tantangan baru. Salah satunya mungkin adalah target baru. Target baru yang tentunya dengan tantangannya tersendiri. Tantangan itulah yang bisa membuat Anda dan tim harus bekerja lebih keras daripada biasanya. Tantangan yang justru bisa memberikan tekanan kepada tim kerja Anda.

Tentu saja, tekanan tidak boleh mengendurkan semangat kerja Anda dan tim di tahun yang baru ini. Justru, Anda dan tim harus semakin solid agar dapat keluar dari tekanan itu bersama-sama. Jadi, tim kerja Anda dapat memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan, bahkan mungkin melampauinya.

Sebagai komandan tim, Anda harus bisa mengajak dan memotivasi anak buah untuk tidak menyerah pada tekanan yang ada. Anda harus bisa keluar dari tekanan itu, agar dapat bekerja dengan baik dan penuh semangat.

Teknik ‘Centering’

cara agar tidak stress centering

Agar tekanan tidak membuat Anda dan tim terbebani, Anda bisa mengajak seluruh anggota tim untuk bersama-sama melakukan teknik yang disebut dengan ‘centering’. Centering adalah sebuah teknik visualisasi kuno, yang dipopulerkan oleh ilmu beladiri asal Jepang, Aikido.

Teknik centering ini mengajarkan kita untuk fokus pada saat ini dan mengusir semua hal negatif yang berasal dari luar. Tekanan dalam pekerjaan adalah salah satunya.

Beladiri Aikido mengajarkan agar pikiran kita mengendalikan reaksi yang dialami oleh tubuh. Saat menghadapi tekanan, maka tubuh akan bereaksi, seperti ingin menghindari tekanan tersebut. Atau, tubuh akan mengalami bermacam-macam reaksi yang tidak menyenangkan, seperti napas terasa lebih berat, keringat berlebih, stres, hingga sakit mag. Padahal, tekanan dalam pekerjaan tidak mungkin untuk dihindari.

Yang harus dilakukan adalah mengatasinya, agar tekanan itu justru akan menjadi energi yang menguatkan kinerja tim. Inilah yang bisa dilakukan dengan teknik centering. Dengan centering, maka pikiran akan mengendalikan tubuh agar bereaksi lebih tenang dalam menghadapi tekanan.

Oleh beberapa pakar psikologi dan kesehatan, seperti Robert Nideffer dan Dr. Don Greeb, teknik centering ini juga diadaptasi untuk membantu klien-klien mereka dalam mengelola stres.

Bagaimana Menggunakan Teknik Centering?

tekinik untuk mengurangi stress

Saat sedang menghadapi tekanan akibat target dari perusahaan, ajaklah seluruh anggota tim untuk menerapkan teknik centering dalam diri mereka masing-masing.

Caranya:

1. Fokus pada pernapasan

Ketika sedang mengerjakan sebuah proyek sangat menguras tenaga dan pikiran, wajar jika tim Anda merasa stres. Untuk mengatasi stres tersebut, tariklah napas dalam-dalam. Bernapaslah lewat diafragma Anda untuk menghirup udara masuk ke dalam paru-paru. Tarik napas dalam-dalam dengan hidung Anda, tahan sebentar, lalu keluarkan pelan-pelan lewat mulut.

Saat melakukannya, lepaskan ketegangan yang sedang Anda alami karena stres. Lakukan beberapa kali sampai Anda merasa tubuh Anda menjadi lebih rileks. Jika tubuh sudah merasa lebih rileks, maka pikiran juga akan lebih fresh dan Anda bisa bekerja dengan lebih baik.

2. Temukan ‘titik pusat’ Anda

Center atau titik pusat seorang manusia diyakini berada di sekitar dua cm di bawah pusar kita. Saat Anda merasa stres, fokuskan pikiran Anda pada ‘titik pusat’ Anda, untuk mengingatkan Anda agar menyeimbangkan diri. Tarik napas dalam-dalam, seperti langkah pertama. Lakukan sebanyak lima kali sambil berkonsentrasi.

3. Arahkan kembali energi Anda

Langkah selanjutnya adalah mengarahkan kembali energi Anda untuk mencapai tujuan. Tujuan Anda dan tim adalah untuk memenuhi target perusahaan. Jadi, arahkan energi Anda untuk mencapai tujuan tersebut.

Tekanan akan menimbulkan stres. Stres akan membuat energi Anda terpecah, akibat adanya reaksi tubuh. Jika Anda tidak mengarahkan energi Anda untuk fokus pada tujuan yang ingin dicapai, maka tentu pekerjaan akan semakin lama selesai. Hal itu justru akan semakin membuat Anda dan tim merasa tertekan.

Untuk mengarahkan kembali energi Anda ini, dibutuhkan sikap dan pikiran positif. Ketika tekanan datang, ajak anggota tim untuk sama berpikir bahwa ‘Ini pekerjaan kami. Kami bisa menyelesaikannya dengan baik’. Dengan menanamkan pikiran positif seperti ini, maka Anda dan tim akan lebih tenang dan percaya diri dalam bekerja.

Menjadi pemimpin tim kerja berarti Anda harus bisa untuk mengurangi tekanan yang dialami oleh anggota tim dalam bekerja. Salah satunya dengan melakukan kegiatan team building. Padahal, mungkin saja tekanan yang Anda alami lebih berat daripada mereka. Tapi itu adalah tanggung jawab Anda.

Dengan berpikir dan bersikap positif, maka semua beban akibat tekanan dalam pekerjaan tentu dapat diatasi. Jika Anda bisa memotivasi anggota tim Anda, maka tim kerja Anda dapat bekerja dengan baik, meskipun sedang dalam tekanan.

Jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin atau manajer yang lebih baik, sehingga dapat memimpin tim kerja untuk mencapai target dari perusahaan dengan maksimal, Anda bisa mendapatkan ilmunya bersama kami di sini.

Apa saja keterampilan utama yang perlu dikuasai seorang manajer baru?

Dapatkan buku Essential Skills for New Manager - Seri 1 yang membahas bagaimana 4 skill utama dalam mengelola tim dengan baik.

131 halaman - PDF format - Gratis untuk Anda



Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top