(021) 4016 1717 support@presenta.co.id

Sukses Berkarier di Pusat Bisnis Dunia

Bisa bekerja di luar negeri adalah impian banyak orang. Bukan hanya karena biasanya bisa mendapatkan gaji yang jauh lebih besar, namun ada beberapa alasan-alasan lainnya. Ada yang karena gengsi, ingin membuktikan diri sebagai orang Indonesia yang berkualitas, atau sekadar karena ingin sekalian jalan-jalan ke luar negeri.

Apapun alasannya, bisa bekerja di luar negeri adalah prestasi tersendiri bagi para professional. Seperti yang dirasakan oleh Ilvan Yahdi, seorang senior manager HRD di sebuah perusahaan consumer goods multinasional, yang pernah merasakan bekerja di salah satu pusat bisnis dunia, London, Inggris.

Kesempatan yang diperoleh Ilvan itu tentu berawal dari kerja keras. Lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu sejak lulus langsung bekerja di cabang perusahaan multinasional tersebut yang ada di Indonesia.

Tonton video ini mengenai sesorang yang sukses berkarier di luar negeri

Karena perusahaan itu juga beroperasi di beberapa kota, Ilvan juga merasakan berpindah-pindah tugas. Mulai dari Tangerang, hingga ke Palembang. Kesempatan pertamanya merasakan bekerja di luar negeri adalah ke Singapura, karena mendapatkan tugas dari tempat kerjanya.

Ketika bekerja di Singapura, Ilvan terpikir untuk mencoba tantangan baru, yaitu bekerja di perusahaan induk yang berpusat di kota London, Inggris. Kebetulan, ketika itu diadakan open job posting untuk tenaga di London, dengan spesifikasi yang sesuai dengan yang dimiliki oleh Ilvan.

Tanpa membuang kesempatan, Ilvan langsung mencoba peruntungannya, walaupun awalnya ada rasa minder. Sebagai orang Indonesia, Ilvan minder karena melihat saingan-saingannya yang berasal dari berbagai negara. Tapi dia terus maju.

Proses rekrutmen berjalan selama hampir tiga bulan. Ilvan mengakui, proses wawancara dengan para bos adalah yang paling sulit. Ketika itu, calon atasannya di London bahkan memberinya studi kasus, untuk menilai kemampuannya, apakah layak untuk bekerja di kantor pusat atau tidak.

Karena Ilvan memang memahami tugasnya dan studi kasus yang diberikan, maka dia akhirnya lolos dan diterima untuk bekerja di London. Ilvan menjalani masa dinasnya di London selama tiga tahun, setelah bekerja di perusahaan itu selama delapan tahun di Indonesia dan Singapura.

Cerita selengkapnya mengenai perjalanan karier Ilvan sampai akhirnya bisa bekerja di salah satu pusat bisnis dunia itu bisa disimak selengkapnya di sini.

Tips Untuk Bisa Bekerja di Luar Negeri

Tentu tidak sedikit orang yang ingin merasakan keberuntungan seperti Ilvan. Tapi sebelum mencoba untuk bekerja di luar negeri, ada beberapa tips dari Ilvan, yang merupakan kunci untuk bisa sukses bekerja di lluar negeri.

Pertama, tentu harus menguasai bahasa Inggris, khususnya bahasa Inggris percakapan atau conversation. Menurut Ilvan, tidak perlu harus menguasai grammar, yang penting bisa ngobrol dengan bos dan rekan kerja di sana, khususnya bisa runtut menjelaskan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita.

Kedua, harus ada kemauan untuk belajar. Tidak jumawa adalah kuncinya. Jika mungkin selama ini sudah berpengalaman di suatu bidang pekerjaan, tetap harus mempelajari sesuatu yang baru.

Dalam satu bidang pekerjaan, selalu akan ada hal atau wawasan baru. Maka, hal itulah yang harus terus dicari dan dipelajari. Dengan niat untuk terus mau belajar, maka kesempatan biasanya akan lebih terbuka.

Yang ketiga adalah percaya diri, khususnya menghadapi orang asing. Seperti yang telah diceritakan di atas, awalnya Ilvan juga merasa minder sebagai orang Indonesia. Tapi, orang Indonesia tentu punya kelebihan dan sama-sama sebagai warga dunia, maka kesempatannya juga sama.

Menjadi orang Indonesia justru tidak boleh minder. Seseorang harus percaya diri dengan statusnya sebagai orang Indonesia. Apalagi di luar negeri, terutama di negara-negara Barat, tidak ada hierarki. Seorang CEO atau atasan bisa bercakap-cakap biasa saja dengan anak buahnya.

Inilah yang sempat membuat Ilvan mengalami gegar budaya. Selama di Indonesia, dia selalu bersikap sangat sopan pada atasannya. Budaya di Indonesia memang seperti itu.

Untuk itu, Ilvan menyarankan bahwa mulai dari sekarang, seseorang harus berani memberikan saran atau masukan kepada atasan. Itulah yang dirasakannya selama bekerja di London. Atasannya justru menuntut kepadanya untuk memberikan tantangan. Istilahnya, kalau kamu tidak bisa memberikan tantangan kepada atasan, ngapain juga kamu ada di sini.

Yang umum terjadi di Indonesia, orang seperti tersudut jika diberi tantangan. Yang ada malah merasa bahwa orang yang memberikan tantangan itu tidak suka kepadanya. Berbeda dengan orang Barat. Tantangan justru diberikan untuk kebaikan bersama, untuk menunjukkan bahwa kita memang memahami apa yang harus kita lakukan, khususnya untuk terus maju.

Kunci yang keempat adalah harus proaktif. Kebiasaan di Indonesia, diakui oleh Ilvan, sangat menghambat orang untuk proaktif. Di Indonesia, seseorang harus selalu disuruh dulu, sejak masih kecil. Mau makan, disuruh. Membuat PR, harus disuruh dulu. Bahkan bertanya di dalam kelas kepada guru, juga menunggu untuk disuruh.

Ketika sudah masuk ke dunia kerja, selalu menunggu disuruh oleh atasan, sebelum melakukan sesuatu. Mindset seperti itu yang harus segera ditinggalkan.

Di negara maju tidak begitu. Kalau memang merasa harus melakukan sesuatu, ya lakukan saja. Kalau memang merasa perlu bertanya, ya bertanyalah.

Intinya adalah, jika ingin bekerja di luar negeri, harus berani keluar dari zona nyaman, harus berani mencoba, mencoba hal-hal yang baru dan strategic, serta memiliki grow mindset.

Bagaimana, sudah siap untuk mencoba bekerja di luar negeri?



Submit a Comment

Your email address will not be published.