Kurikulum Pelatihan karyawan – Demi meningkatkan produktivitas perusahaan, perusahaan melakukan berbagai macam cara. Yang paling gampang dan populer adalah dengan menambah jumlah karyawannya. Namun cara ini bisa membuat bengkak pembiayaan perusahaan. Nah, alternatif yang lebih baik sebetulnya adalah dengan meningkatkan kemampuan karyawan yang sudah ada melalui pelatihan.

Pelatihan karyawan haruslah dirancang sedemikian rupa, sehingga tepat sasaran dan memenuhi kebutuhan perusahaan, maupun karyawan yang menjadi peserta pelatihan. Maka menjadi sangat penting untuk memikirkan tentang kurikulum pelatihan karyawan.

Ada tiga langkah mudah dalam mendesain kurikulum pelatihan. Langkah ini dapat menjadi pegangan Anda, jika kelak harus merancang sebuah kurikulum pelatihan. Pendekatan ini disebut “2W 1H”: who (siapa), what (apa), how (bagaimana). Kenali siapa yang Anda latih, apa yang hendak Anda berikan sebagai bahan pelatihan, dan bagaimana pelatihan itu akan dilakukan.

Begini penjelasannya.

membuat media pembelajaran yang interaktif untuk pelatihan_art

1. Siapa yang Anda latih?

Langkah pertama dalam mendesain sebuah kurikulum pelatihan adalah memahami profil karyawan yang hendak Anda latih. Apakah merekamemiliki akses ke komputer? Terbiasakah mereka menggunakan media pembelajaran elektronik? Berapa lama waktu yang bisa mereka sisihkan dari jam kerja mereka untuk untuk mengikuti pelatihan?

Anda dapat melakukan survei singkat di kantor untuk mendapatkan informasi ini. Jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini nantinya dapat membantu Anda mendesain pendekatan pedagogis yang tepat.

2. Apa yang hendak Anda berikan sebagai bahan pelatihan?

Langkah berikutnya menganalisa sasaran-saran yang hendak perusahaan capai dengan mengadakan pelatihan ini. Apakah perusahaan menginginkan karyawan dapat segera mengoperasikan peralatan atau teknologi baru tertentu setelah pelatihan selesai? Ataukah perusahaan meminta Anda mengadakan pelatihan yang dapat menyelaraskan karyawan dengan budaya perusahaan? Sasaran-sasaran pelatihan nantinya juga akan ikut menentukan media pembelajaran yang tepat untuk pelatihan Anda.

3. Bagaimana Anda akan melatih mereka?

Langkah ketiga dan terakhir dalam proses mendesain kurikulum pelatihan adalah merencanakan strategi yang efektif. Apa rujukannya untuk membuat strategi ini? Ya, profil karyawan yang sudah Anda kantongi tadi, berikut sasaran yang hendak dicapai. Strategi yang dibuat mestilah pas dengan orang-orang yang Anda atau perusahaan targetkan.

Memilih Media Pembelajaran

cara menentukan media pembelajaran kurikulum pelatihan karyawan

Beres mendesain kurikulum pelatihan, selesaikah sampai di situ? Belum. Anda masih harus memilih media pembelajaran yang cocok dengan pelatihan yang akan Anda gelar. Ada dua faktor yang penting Anda pertimbangkan dalam memilih media pembelajaran ini. Pertama, profil karyawan dan kedua, biaya yang dianggarkan untuk program pelatihan Anda.

Mengapa media pembelajaran harus menyesuaikan dengan profil karyawan? Bayangkan Anda harus melatih karyawan kerah biru untuk mengoperasikan alat baru di pabrik. Tidak mungkin, kan, melatih mereka di kelas dengan menggunakan slide-slide PowerPoint. Paling pas adalah dengan membawa mereka ke pabrik dan berhadapan langsung dengan alatnya.

Lalu soal biaya. Misalnya, Anda harus memberikan pelatihan untuk perusahaan besar di mana karyawan-karyawannya tersebar di berbagai cabang atau area. Tentu saja akan jadi sangat mahal, jika pelatihan harus diadakan di satu tempat karena berarti perusahaan harus mengeluarkan biaya akomodasi dan transportasi. Nah, dalam kasus seperti ini, yang terbaik bisa Anda lakukan adalah menawarkan media pembelajaran elektronik (e-learning). Ini akan lebih efektif dan efisien bagi pembiayaan.

Sebagai langkah praktis, seorang trainer mestinya memang selalu menawarkan e-learning ini terlebih dahuku kepada perusahaan, kecuali situasinya memang benar-benar tidak memungkinkan untuk itu dan pelatihan dalam kelas lebih sesuai dengan kondisi perusahaan.

E-learning seharusnya selalu menjadi pilihan pertama karena menghilangkan kendala demografis dan geografis, kecuali kalau pelatihan di kelas memang benar-benar yang paling pas dan lebih sesuai dengan kondisi perusahaan.

Oh, ya, Anda juga mungkin perlu mempertimbangkan menggunakan gamification tools atau media pembelajaran lewat permainan (game) untuk meningkatkan keterlibatan karyawan. Pelatihan lewat game juga biasanya akan lebih menyenangkan. Selain itu, karyawan dapat melihat langsung situasi kerja di dunia nyata yang dipindahkan ke dalam permainan.

Mengukur Dampak dari Program Pelatihan Perusahaan

cara cepat membuat kurikulum pelatihan karyawan_art

Kurikulum pelatihan perusahaan sudah dibangun dengan keren, media pembelajaran sudah dipilih yang paling pas, tapi semua itu akan percuma jika Anda tidak memiliki alat ukur untuk melihat seberapa jauh pelatihan itu memberikan dampak kepada karyawan dan perusahaan.

Jadi, apapun strategi Anda, jangan lupa untuk menyertakan pula elemen pengukuran ini. Anda bisa melihat kembali sasaran-sasaran yang hendak diraih perusahaan sebagai tolok ukur atau mencari beberapa patokan pengukuran dari sumber-sumber lain yang kapabel. (*)

Essential Skills for New Manager

Dapatkan Buku Ini GRATIS

Panduan buat manajer baru bagaimana cara mengelola tim dengan baik
DOWNLOAD SEKARANG