Cara Presentasi Online yang Baik dan Benar

Cara Presentasi Online yang Baik dan Benar 2

Sekarang ini kita menyaksikan semakin banyak presentasi dibawakan secara online. Ada meeting online, sekolah online, kuliah online, termasuk juga training maupun webinar dibawakan secara online.

Lantas, bagaimana kalau teman-teman harus membawakan presentasi secara online?

Untuk berbagai keperluan tersebut, di video ini saya membagikan tips-tips, bagaimana caranya membawakan presentasi online dengan baik dan benar.

Yuk simak video ini sampai selesai, karena kalian akan dapat banyak tips berharga untuk kesuksesan presentasi online kalian semua.

Halo teman-teman semuanya…

Assalamualaikum warahmatullah barakatuh.

Ketemu lagi bersama saya, Muhammad Noer, dari Presenta Edu.

Di video ini saya ingin berbagi kepada kalian semuanya bagaimana caranya kita bisa membawakan presentasi online dengan baik dan benar.

Sebelum saya masuk untuk membahas bagian tersebut satu-persatu, saya mau cerita dulu sedikit.

Ini kira-kira sebulan yang lalu, saya dan tim melakukan survei buat para viewers dari Presentasi Edu channel ini, dan kami menemukan masukan dari teman-teman sekalian bahwa kalian ingin materi tips public speaking online.

Itu ada 46 persen orang yang ingin seperti itu dan yang kedua tertinggi adalah tips presentasi online. Maka saya dan tim berdiskusi, apa ya yang bisa kita bagikan buat teman-teman semuanya, untuk membantu agar kita lebih mampu lagi tampil percaya diri di depan publik.

Setelah menimbang-nimbang, maka di sini kami akan membawakan seri tentang presentasi maupun public speaking online. Kedua topik ini sangat beririsan, jadi sangat-sangat mirip sekali.

Kalau kita bicara public speaking secara online, maka itu sangat sesuai dengan bagaimana kita berpresentasi, juga dengan online. Oleh karena itu, inilah seri pertama dari tips presentasi online buat teman-teman sekalian.

Kembali ke topik kita, bagaimana cara presentasi online n yang baik dan benar.

Ada banyak hal yang kita harus perhatikan:

Perhatikan aspek teknologi

Ini yang pertama. Yang pertama  sekali kalau teman-teman ingin presentasi secara online, apakah itu kita ingin melakukan meeting online, seminar online, kita ingin memberikan kuliah secara online, maka yang pertama harus diperhatikan adalah aspek teknologi.

Ini harus dipahami, kenapa kita harus paham. Karena kita bicaranya online, ada laptop, ada suara, ada koneksi. Ini harus kita perhatikan dengan baik.

Terkait teknologi ini, maka yang pertama, pastikan internet stabil dulu kalau kita ingin melakukan presentasi online yang baik. Jika memungkinkan, pakailah koneksi internet yang pakai kabel. Network  akan lebih stabil buat kita semuanya.

Kalau kita nggak punya pilihan seperti itu, teman-teman bisa tetap pakai WiFi.

Pastikan sinyal WiFi-nya cukup kuat, cukup kencang, dan komputer kita tidak terlalu jauh dari sumber WiFi ini, untuk memastikan agar koneksinya berlangsung dengan baik, dengan stabil.

Karena begitu ada gangguan koneksi, ini bisa merusak segala persiapan yang sudah kita persiapkan dengan baik dan matang.

Jadi jangan lupa, koneksi itu sangat penting dalam aspek teknologi.

Kemudian terkait aspek aspek teknologi ini, kita harus meminimalkan suara luar jikalau kita mau presentasi online. Kita harus sadar bahwa suara-suara di sekitar kita pun ikut masuk jikalau di rumah lagi berisik, TV-nya hidup, ada orang lagi ngobrol di sebelah, jadi suaranya masuk.

Kita minimalkan suara tersebut. Caranya seperti apa?

Coba cari ruangan yang lebih tenang, yang lebih aman dari gangguan suara luar. Kalau ada pintu, tutup pintunya dengan rapat.

Kalau kita berada di rumah ada anak-anak, ada anggota keluarga yang lagi ngobrol, lagi bermain, lagi beraktivitas, kita bisa minta mereka untuk bersuara lebih pelan. Ini untuk menampilkan agar nanti prestasi online kita lebih profesional lagi.

Juga, ketika kita bicara aspek teknologi, misalkan saya berbicara seperti ini, kualitas suara itu sangat penting dalam sebuah presentasi online dan kualitas suara ditentukan oleh microphone yang kita pakai.

Kebanyakan orang akan mengandalkan microphone dari laptopnya. Saya pun kadang-kadang pakai microphone dari laptop saya.

Tapi apa problemnya? Microphone dari laptop itu punya kemampuan yang agak terbatas untuk memberikan suara yang baik.

Karena itu, jika memungkinkan, teman-teman bisa berinvestasi. Pakailah microphone yang lebih khusus. Misalkan saya pakai mikrofon kancing yang seperti ini. Ini sering disebut juga microphone lavalier biasanya.

Maka dengan microphone seperti ini, saya letakkan di baju saya, saya bisa bersuara dengan nyaman, dengan baik. Suara saya akan terdengar jernih, stabil, maksimal.

Ini akan sangat membantu audiens kita, karena ketika orang mendengarkan kita berpresentasi online, aspek suara itu sangat sangat penting. Begitu suara nggak jelas, suaranya berdengung, suaranya terasa kurang baik, itu sangat mengganggu performance keseluruhan dari presentasi kita.

Jika kita menjadi host dalam sebuah presentasi online, maka pastikan kita sudah melakukan persiapan terlebih dahulu, sudah login terlebih dahulu.

Ini penting karena proses login itu sendiri butuh waktu setidaknya 12 menit, kadang-kadang saat kita login ada proses loading dulu dan lain-lain.

Dengan kita standby, ini akan membuat kita lebih siap untuk tampil. Ketika nanti jamnya sudah dimulai, kita pun akan siap memberikan yang terbaik.

Jadi yang pertama tadi, pastikan aspek-aspek teknologi yang mendasarinya itu kita penuhi dengan baik.

Perhatikan penampilan

Sekarang kita lihat apa nih tips yang kedua.

Nah, kalau kita bicara yang kedua, ketika kita bicara presentasi online, maka kitapun harus menampilkan, mempresentasikan diri kita. Kalau saya menyebutnya sebagai online presence.

Jadi, bagaimana online presence kita, yang tampil profesional seperti apa. Supaya kita seperti itu, yang pertama, pilihlah tempat yang baik untuk kita melakukan proses online tadi, misalkan soal tempat.

Saya punya sebuah ruangan, saya punya sebuah background, latar belakang rak di belakang saya, ada bunganya.

Nah ini menampilkan tampilan yang enak dan juga elegan. Jika teman-teman punya layar tertentu, misalkan di sini saya pakai layar  warna hitam, ini akan memberikan kesan yang kuat terhadap gambar yang ditampilkan.

Bisa juga kita ganti dengan warna yang lebih terang, warna putih, atau buat teman-teman yang kadang-kadang pakai virtual background juga bisa menggunakan latar belakang hijau, pakai green screen, agar apa-apa yang hijau tadi kita ganti dengan latar belakang virtual.

Intinya adalah pilih latar belakang yang terasa nyaman, terasa teduh, enak dipandang oleh audiens, karena ini akan menciptakan online presence yang kuat dihadapan mereka.

Terkait masalah masalah latar belakang, kita juga butuh kombinasinya. Apa itu?

Paduannya adalah pencahayaan. Pastikan pencahayaan yang baik, yang terang. Jadi kalau kita berada di ruangan, usahakan, kita menghadap ke sumber cahaya.

Misalkan saya, saat ini saya duduk di sini, di atas  ada lampu, ada beberapa lampu, maka lampu-lampu ini memberikan cahaya yang cukup buat saya, sehingga wajah saya badan saya ini akan terlihat dengan baik, dengan jelas, dengan jernih. Oleh siapa? Oleh audiens.

Jangan membelakangi sumber cahaya. Ada orang-orang duduk membelakangi lampu. Maka apa yang terjadi? Wajahnya akan terlihat gelap.

Jika teman-teman nanti bisa berinvestasi sedikit, bisa beli lampu. Sekarang banyak lampu yang tidak terlalu mahal. Ada ring lampu bentuknya lingkaran, biasanya suka dipakai oleh youtuber, youtuber fashion atau youtuber-youtuber yang kosmetik.

Itu akan membuat wajah kita menjadi terang, dengan keterangan yang ideal.

Kalau kita bisa investasi dengan lampu yang lebih baik lagi, misalnya di sini saya pakai softlens,  di kiri kanan saya ada softlens. Dia akan memberikan cahaya yang pas, tidak terlalu berlebihan, tapi juga tidak kurang.

Ini akan menampilkan sisi profesionalitas dari presensi online yang teman-teman bawakan.

Terkait juga dengan masalah presence online ini, kita harus menghindarkan distraksi. Masih mirip seperti yang tadi di awal saya sebutkan. Pastikan suara-suara dari luar itu tidak ada.

Kalau kita dalam ruangan, jangan lupa pintunya ditutup yang rapat. Kalau ada orang lain yang kemungkinan berisik, kasih tahu mereka  supaya mereka jangan ribut dulu, karena sekarang kita lagi ada presentasi online yang penting.

Karena bisa saja Anda ini harus tampil di momen yang sangat-sangat critical. Kita ingin memberikan yang terbaik buat audiens kita. Maka dengan meminimalkan semua distraksi tadi kita akan bisa tampil yang maksimal.

Terkait penggunaan kamera agar punya presence yang baik, penting sekali kita memastikan kamera itu sejajar dengan eye level kita. Jadi kalau teman-teman pakai webcam atau pakai webcam dari laptopnya pastikan sejajar dengan level mata kita.

Di sini teman-teman bisa lihat, ketika saya berbicara dengan Anda semuanya, ini sejajar dengan eye levelnya. Maka kita seolah-olah seperti sedang ngobrol, sedang berdiskusi, dan tampilan gambarnya akan maksimal.

Sekarang kita lihat bedanya, karena saya akan tampil di depan laptop saya.  Nah seperti ini, maka teman-teman akan melihat bahwa seolah-olah kamera itu men-shooting saya dari bawah. Dari bawah ke atas seperti ini.

Jadi dagunya lebih kelihatan dan saya saya seperti dari atas melihat ke bawah. Ini tampilannya tidak tidak maksimal dan ini banyak terjadi. Ketika kita melakukan seperti ini, apa yang terlihat oleh audiens? Di belakang, background jadi terasa miring. Inilah sebuah problem yang terjadi ketika kita tidak mengatur kamera itu sejajar dengan air level.

Mungkin teman-teman bertanya, gimana caranya saya bisa mengatur level. Saya kan nggak laptop tertentu yang punya webcam terpisah.

Kalau kita punya webcam terpisah, maka pastikan gunakan tripod yang cukup. Pastikan tripod sejajar dengan mata kita. Ini akan membantu gambarnya itu jernih, baik dan professional.

Kalaupun kita menggunakan laptop sendiri, maka pastikan diatur ketinggiannya. Laptopnya bisa diangkat sedikit atau menggunakan alas tertentu. Letakkan alas itu dan itu nanti akan membuat gambar kita sejajar dengan mata kita.

Jadi pastikan agar agar online presence kita professional.

Kemudian ketika kita tadi bicara tentang penampilan, tentang online presence, maka penting untuk memastikan pakaian yang baik. Seperti apa pakaian yang baik itu?

Kita mungkin berpikir, kok pakaian-pakaian diatur segala. Karena pakaian ini mencerminkan siapa diri kita. Kenyamanan audiens, kenyamanan orang yang menonton presentasi secara online itu juga akan ditemukan oleh pakaian yang kita pakai.

Saran saya, untuk presentasi online yang baik adalah pakai pakaian yang bersih, yang rapi. Pakaian satu warna itu sangat cocok, sangat baik. Misalkan, di sini saya pakai kemeja warna abu-abu. Kebetulan saya pakai background warna hitam, maka ini membantu supaya match.

Kita bisa juga pakai kemeja warna putih atau kemeja warna-warni yang lain. Tapi usahakan, jika ada pakaian satu warna, itu akan memberikan warna yang lebih kuat di depan kamera.

Kalaupun teman-teman pakai baju yang lain, misalkan saya sebagai laki-laki, pakai baju kotak-kotak atau garis-garis. Hati-hati, karena kotak-kotak atau garis-garis bisa menimbulkan efek seperti efek efek bayangan, efek garis-garis yang bergetar ketika dia tampil di depan kamera.

Jadi usahakan pakaian yang rapi, satu warna, Satu warna itu akan menimbulkan kekuatan dalam online presence kita.

Jadi, di tips yang kedua ini adalah pastikan online presence yang baik, yang professional.

Perhatikan bahasa verbal

Kemudian yang ketiga yang terkait dengan presentasi online, yang namanya presentasi pastilah kita harus ngomong, harus bicara. Maka kita harus memastikan bahasa verbal yang baik.

Seperti apa itu bahasa verbal? Bahasa verbal terkait dengan segala hal yang kita ucapkan, yang kita sampaikan kepada audiens kita, kepada orang lain.

Lebih banyak orang yang ketika dia presentasi online, dia tetap menggunakan gaya bicara yang cenderung cepat.  Apakah ini boleh? Ini kadang-kadang bisa mengganggu.

Kita harus sadar bahwa ketika kita sedang online, apalagi live, ada transmisi-transmisi data yang terkirim, transmisi gambar. Maka kalau kita bicara terlalu cepat, punya potensi tidak jelas oleh audiens kita.

Maka berbicaralah pada tempo yang lebih lebih tenang, yang tidak terburu-bur. Pastikan setiap kata terdengar dengan baik, dengan jelas. Artikulasi suara kita terdengar dengan baik, dengan jelas oleh audiens kita, oleh orang yang mendengarkan kita.

Variasikan suara, jadi volumenya sesekali bisa lebih tinggi.

Kita bisa juga punya tempo yang sedikit lebih cepat, sedikit lebih lambat. Ini dimungkinkan untuk menciptakan energi dalam kita berprestasi secara online.

Walaupun audiensnya jauh, ada di seberang pulau, di kota yang berbeda, negara yang berbeda, tetap proyeksikan suara kita seolah-olah kita lagi berbicara ke orang dalam satu ruangan.

Maka dengan cara itu suara kita akan terdengar bulat, terdengar jernih, terdengar berwibawa, terdengar mantap.

Itulah yang kita harapkan dalam sebuah presentasi online yang baik.

Jadi pastikan teman-teman, kalau Anda nanti harus menampilkan presentasi online, bahasa verbalnya diatur yang baik.

Atur temponya, kecepatannya. Atur suaranya atau juga energi dalam kita berbicara.

Tampilkan energi berbicara yang baik sehingga audiens bisa menangkap kata demi kata, kalimat demi kalimat, dengan baik, dengan jernih.

Itu yang ketiga, terkait bahasa verbal.

Perhatikan bahasa nonverbal

Kemudian yang keempat, bahasa nonverbal. Apa tugas nonverbal?

Kalau bahasa verbal terkait dengan pengucapan kata-kata,  maka nonverbal adalah aspek-aspek lainnya. Bahasa tubuh kita ini termasuk aspek-aspek nonverbal. Cara kita menatap audiens, tatapan mata kita ini pun juga aspek nonverbal. Untuk itu, jika memungkinkan, teman-teman pun bisa menampilkan presentasi online tidak harus dalam posisi duduk. Di sini saya dalam posisi duduk.  Ketika saya berpresentasi dan ingin tampil lebih berenergi, kita bisa dalam posisi berdiri.

Nah, sekarang saya akan contohkan kalau saya posisinya berdiri.

Oke teman-teman, coba kalian lihat, sekarang saya berdiri. Ktika berdiri, apa yang terjadi? Saya bisa menjadi lebih rileks, lebih bebas gerakan tangannya dan terasa lebih interaktif dengan orang lain.

Jadi kalau memungkinkan, kita punya space atau ruang yang cukup, kita punya kamera yang bisa punya jarak yang cukup dengan kita dan Anda bisa berdiri, coba berdiri.

Ini akan menimbulkan energi yang lebih baik lagi. Ketika kita berdiri, energi kita waktu bicara, waktu berpresentasi, untuk public speaking, ini akan lebih maksimal.

Saya pribadi kalau membawakan training suka memadukan kombinasi antara duduk dan berdiri. Kalau duduk terus, kita pun jenuh. Dengan berdiri kita bisa lebih rileks, kita bisa lebih bebas untuk ekspresi gesturnya. Ini akan menciptakan kekuatan dalam presentasi online Anda.

Nah, tadi kita sudah lihat contohnya, ketika berdiri seperti itu lebih berenergi, lebih kuat. Kalaupun kita harus duduk, pastikan energi yang sama kita tampilkan.

Jangan hanya sekadar diam saja, kemudian hanya menatap ke layar saja. Ini akan membuat presentasi itu terasa kurang kurang kuat, kurang bermakna buat audens.

Jadi pastikan kita menjaga eye contact. Eye contact-nya ke mana?

Kalau dalam presentasi yang regular, public relation yang regular, kita menatap mata audiens.

Tapi di sini nggak ada audiensnya. Yang ada, kamera. Maka tetaplah kamera itu pakai mata kita.

Di sini saya menatap kamera, seolah-olah itu adalah orang yang sedang saya hadapi. Maka dia akan melihat seperti saya sedang berbicara langsung dengan dia dengan mereka.

Itulah yang teman-teman perlu lakukan. Jadi jangan salah, jangan kita sibuk melihat ke laptop kita, mungkin sibuk melihat kertas kita.

Apakah boleh melihat kertas sesekali? Tentu boleh-boleh saja ya. Kita punya catatan, punya poin yang harus kita ingat, harus kita bawakan. Tapi segera kembali ke kamera.

Tatap kameranya. Ini akan menciptakan eye contact dengan audiens kita. Termasuk gunakan gesture. Tadi saya udah tampilkan, waktu saya berdiri. Kalau duduk pun, pakai gesture. Ini menciptakan energy, menciptakan semangat dalam bahasa nonverbal kita.

Jadi, pastikan bahasa nonverbal juga harus baik dalam sebuah presentasi online.

Mengatur penggunaan slide

Tips yang kelima adalah kita harus mengatur slide dengan baik, dengan visual, dalam sebuah presentasi online. Caranya bagaimana?

Slide yang kita miliki ini harus mudah diikuti oleh audiens. Berbeda kalau kita presentasi secara langsung, ketemu langsung secara fisik, tatap muka, kita bisa pakai slide apapun yang kita inginkan, lengkap dengan animasinya dan lain-lain.

Maka ketika kita berpresentasi secara online, kita harus sedikit menjaga hal tersebut. Untuk apa? Untuk memastikan keseluruhan presentasi berjalan dengan baik dan dengan lancar.

Yang pertama adalah batasi jumlah slide. Jangan buat slide yang terlalu banyak, ini akan sangat melelahkan dan sangat membosankan buat audiens kita.

Pikirkan betul slide mana yang diperlukan dan mana yang tidak, jadi batasi jumlahnya.

Kemudian kedua, ketika kita menggunakan slide, pastikan slide kita ini cukup visual: punya gambar yang baik, punya skema yang baik, punya diagram yang baik, dan juga hindari animasi yang terlalu berlebihan.

Kenapa kok dihindari?

Karena ketika sedang online, segala hal yang bergerak, yang sifatnya animasi ini bisa tidak mulus tampil di layar, ketika dilihat oleh audiens kita.

Nah, misalkan saya ingin membawakan sebuah training komunikasi, maka saya tampilkan slidenya.

Saya ceritakan kepada audiens, bagaimana kita berkomunikasi untuk memotivasi. Maka ada tiga hal yang harus kita perhatikan.

  • Yang pertama adalah clarity. Apa itu clarity? Bantu orang dengan kejelasan peran maupun tugas mereka.
  • Yang kedua, the meaning. Tampilkan makna, bantu mereka untuk menemukan makna di balik hal-hal yang mereka kerjakan dari pekerjaannya.
  • Yang ketiga adalah apresiasi. Berikan apresiasi agar orang termotivasi mengerjakan apapun sudah baik dan diapun berusaha untuk menghindari apa yang kurang, dari yang sebelumnya dia lakukan.

Nah, ini contoh. Saya memadukan antara penggunaan slide, dengan saya berbicara kepada audiens. slidenya buat yang simple saja, yang sederhana, tampil dengan kuat, dengan visual, tulisannya jelas dan mudah terbaca oleh audiens.

Jadi, batasi jumlah slidenya. Kemudian pakai slide yang sederhana dan sevisual mungkin.

Nah yang ketiga, yang terakhir, jangan lupa, kadang-kadang kalau kita presentasi secara online, kita juga butuh supporting material.

Misalkan, saya sebagai seorang trainer, saya menampilkan sebuah video waktu saya sedang berpresentasi secara online.

Maka saya sudah harus siapkan videonya. Pastikan itu video diklik, nanti dia akan jalan, akan play, kemudian itu akan tersampaikan dengan baik juga, dengan mulus ke audiens.

Misalkan saya harus mencorat-coret sesuatu di atas kertas, maka sayapun bisa menyiapkan juga tambahan kamera tertentu, sebuah webcam untuk mensyuting kertas yang saya tuliskan seperti ini.

Jadi itu tadi, terkait untuk slidenya. Pastikan slide kita itu mudah diikuti, sederhana, dan juga visual.

Berinteraksi dengan audiens

Tips yang keenam cara untuk presentasi online yang baik dan benar adalah kita harus menjaga interaksi yang baik, interaksi yang cukup dengan audiens.

Seperti apa cara menjaga interaksi itu?

Yang pertama adalah jangan lupa, kita harus menjaga eye contact. Itulah pentingnya kamera yang sejajar dengan mata kita. Mata yang menatap ke kamera ini akan membuat audiens melihat kita, seolah-olah dia berbicara langsung dengan kita.

Jadi kalau kita sebagai presenternya, kita jangan sibuk melihat ke slide, slide yang ada di laptop. Ini akan membuat mata saya nggak fokus ke audiens.

Atau, saya melihat ke layar di depan saya. Ini pun membuat saya seolah-lah mata saya itu jadi melihat ke bawah.

Tapi lihatlah ke kamera kita, agar tercipta Interaksi yang baik dengan audiens, akan membuat mereka seolah-olah berbicara langsung dengan Anda. Anda memperhatikan mereka, merekapun akan memperhatikan apa-apa yang kita sampaikan, terutama jika kita sebagai presenter.

Kita berperan sebagai orang yang membawakan materi tersebut sebagai pembicaranya, sebagai trainernya, sebagai guru yang mengajar secara online.

Nah, jaga antusiasme. Ketika orang ikut sebuah pelatihan online, kuliah online, meeting online, ada kelelahan tertentu yang tidak terjadi ketika kita melakukannya secara tatap muka.

Ketika tatap muka, kita bisa melihat orang lain. Kita bisa senyum, bisa ketawa, bisa lihat orang lain.

Tapi ketika online, kita melihatnya ke mana? Ke layar, dan melihat layar itu sangat sangat melelahkan. Maka untuk itu kita butuh menciptakan interaksi dengan audiens kita, dengan orang yang kita hadapi.

Seperti apa cara menciptakan interaksi? Macam-macam. Yang pertama, kita bisa menggunakan slide yang baik. Tadi sudah saya sampaikan, tampilkan slide yang sederhana, yang visual, yang kontras, sehingga menguatkan apa-apa yang kita bicarakan.

Nah, tidak hanya itu, teman-teman pun bisa menggunakan video-video.  Jadi kalau ada video, sesekali tampilkan video supaya audiens bisa melihat video yang kita putar. Dia bisa melihat tampilan-tampilan yang berbeda daripada yang biasa dia lihat.

Sekarang beruntungnya ada banyak tools-tools online, alat-alat yang secara gratis bisa kita manfaatkan untuk menciptakan interaktivitas.

Saya dan tim juga sering pakai. Kami suka pakai, misalkan saya pakai kahoot. Teman-teman tahu Kahoot, kan? Kahoot ini kami gunakan untuk membuat kuis.

Kita lagi bawakan presensi online, jadi ujungnya itu ingin menguji pemahaman audien,s terhadap apa yang sampaikan maka pakailah Kahoot. Buat beberapa pertanyaan, ini akan menciptakan keseruan. Mereka seperti berkompetisi untuk mendapatkan nilai yang terbaik.

Selain Kahoot tadi, juga tools yang lainnya, misalnya mentimeter.

Apa ini mentimeter?

Jadi saya pun akan melakukan sebuah diskusi dengan audiens. Jadii saya lempar sebuah pertanyaam, saya biarkan orang berpendapat.

Jadi kita akan melihat pendapatnya. Nanti akan muncul di tampilan layar tersebut. Kita bisa melihat, ternyata ada variasi pendapat yang berbeda-beda dari pendengar kita, dari audiens kita.

Selain itu, ada juga fungsi yang lain. Kalau teman-teman biasanya, kalau di training offline kita bisa pakai Post It. Ya, kita pakai Post It warna-warni, warna kuning, warna merah.

Sebagai gantinya kalau secara online ada yang namanya Pin Up. Jadi dengan Pin Up ini kita bisa menampilkan post it-post it secara virtual.

Audiens bisa mengisi post it-post it tersebut dengan poin-poinnya, dengan pendapatnya, dengan komentarnya. Maka tercipta interaktivitas yang cukup yang baik dengan audiens.

Jangan lupa juga beberapa tools. Kalau misalkan kita pakai software Zoom, itu ada menu untuk polling. Sesekali kita bisa gunakan polling untuk interaktivitas. Jadi audiens kita minta untuk bertindak sesuatu.

Dia harus milih, dia harus memutuskan, dia harus bicara, dia harus menyampaikan. Gunakan itu polling, gunakan kolom Chat, termasuk sesekali, jangan lupa, nggak harus hanya kita yang bicara, meskipun kita presenternya.

Berikan juga kesempatan untuk audiens untuk bertanya, mengklarifikasi, maka ini akan menciptakan interaktivitas yang baik buat audiens kita.

Baik teman-teman sekalian, tadi itulah sudah saya bagikan buat kalian semuanya, seperti apa caranya kalau kita ingin melakukan presentasi online yang baik dan benar.

Presentasi online yang maksimal untuk keperluan-keperluan meeting, keperluan sekolah online, kuliah online, juga kalau Anda harus memberikan training secara online, ataupun juga webinar.

Jadi sebagai ringkasan, tadi ada enam tips yang sudah saya bagikan.

  • Yang pertama, pastikan tadi aspek teknologinya. Persiapkan. Ini training online, ada teknologi di belakangnya yang harus kita pastikan berjalan dengan baik.
  • Yang kedua, tadi online presence secara professional, tampil secara professional. Mirip kalau kita harus tampil secara offline. Jadi kalau offline, kita professional, online pun juga harus professional.
  • Yang ketiga, bahasa verbal.Walaupun orangnya jauh entah di mana, di luar kota, beda negara, tetap suara harus diproyeksikan dengan baik.

Pakailah alat bantu yang akan mendukung kita melakukan hal tersebut.

  • Gabungan dari bahasa verbal adalah bahasa nonverbal. Tampilkan bahasa nonverbal, ekspresi kita, gesture kita, supaya orang melihat energi dari Anda yang sedang berpresentasi secara online.
  • Pastikan juga slidenya gampang diikuti, mudah, visual, orang enak melihatnya.
  • Ciptakan interaktivitas yang baik, yang menarik agar audiens tetap engage.

Walaupun capek melihat ke layar, dia tetap semangat ikut. Kenapa? Karena ada interaktivitas yang kita lakukan.

Demikian teman-teman semuanya bagaimana caranya membawakan presentasi online dengan baik dan benar.

Saya berharap video ini bermanfaat buat teman-teman semuanya.

Apapun profesi kalian, apakah seorang guru, seorang trainer, seorang karyawan, mahasiswa, yang harus meeting online, kuliah online, memberikan materi sekolah dengan online.

Semoga akan lebih baik lagi, lebih sukses lagi.

Jangan lupa, sampaikan juga komentar, pendapat teman-teman sekalian tentang video ini. Saya akan coba bahas apa yang kalian sampaikan di video selanjutnya.

Like dan subscribe di channel Presenta Edu karena kami akan terus berbagi topik-topik seputar tema presentasi online, juga materi-materi bermanfaat lainnya buat kalian semuanya.

Buat teman-teman yang ingin belajar lebih lanjut, kita juga punya website. Silahkan dikunjungi websitenya presenta.co.id dan juga kita bisa berinteraksi di Instagram yang kami miliki.

Terima kasih sudah menyaksikan video ini. Saya Muhammad Noer. Kita ketemu lagi di video berikutnya

Assalamu’alaimum warahmatullahi wabarokatuh.

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan informasi penting seputar training dan pengembangan diri dari Presenta





Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top