Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga

Training Salesmanship di Indonesia_ Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga

Training salesmanship di Indonesia adalah program pelatihan yang dirancang untuk membekali tenaga penjual dengan kemampuan menjual yang lebih terstruktur, mulai dari membangun mindset yang benar, menyusun target, mencari prospek, hingga melakukan closing dan menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Kalau kamu bekerja di bidang HR atau Learning & Development, kamu pasti sering mendengar keluhan yang sama dari tim sales: target sulit tercapai, calon pelanggan sering menolak, atau negosiasi selalu berakhir di harga yang tidak menguntungkan perusahaan.

Training salesmanship di Indonesia hadir untuk menjawab masalah-masalah ini secara sistematis, bukan sekadar memberi motivasi sesaat. Di artikel ini, kamu akan diajak memahami apa saja yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan mengadakan training ini untuk timmu.

Training Salesmanship di Indonesia

Training salesmanship di Indonesia adalah program pelatihan yang dirancang untuk membekali tenaga penjual dengan kemampuan menjual yang lebih terstruktur, mulai dari membangun mindset yang benar, menyusun target, mencari prospek, hingga melakukan closing dan menjaga hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Banyak perusahaan masih memperlakukan urusan menjual sebagai hal yang dipelajari sendiri oleh karyawan di lapangan, tanpa kerangka kerja yang jelas.

Akibatnya, setiap orang di tim sales punya cara berbeda-beda dalam mendekati pelanggan, dan hasilnya pun tidak konsisten.

Padahal, jika dilihat lebih dekat, kemampuan menjual sebenarnya bisa dipecah menjadi langkah-langkah konkret yang bisa dipelajari, dilatih, dan diukur.

Itulah sebabnya semakin banyak perusahaan mulai menjadikan pelatihan penjualan sebagai bagian rutin dari program pengembangan karyawan mereka, bukan lagi sekadar acara tahunan yang sifatnya seremonial.

Manfaat Training Salesmanship di Indonesia

Berikut beberapa manfaat training salesmanship di Indonesia yang bisa kamu rasakan:

Manfaat Training Salesmanship di Indonesia

1. Meningkatkan Rasio Konversi Penjualan

Tim yang memahami konsep success ratio dalam sales funnel akan lebih mudah mengukur di mana letak kebocoran proses penjualan mereka, sehingga upaya perbaikan bisa lebih terarah dan tidak asal coba-coba.

2. Membentuk Mindset Penjual yang Proaktif

Training menanamkan pola pikir bahwa keberhasilan adalah hasil dari kedisiplinan menjalani proses, bukan keberuntungan semata, sehingga tim lebih konsisten mengejar target meski menghadapi penolakan.

3. Memperkuat Kemampuan Negosiasi

Peserta dibekali teknik negosiasi yang efektif sehingga mereka tidak mudah “kalah” di meja negosiasi dan tetap bisa menjaga margin keuntungan perusahaan.

4. Membangun Hubungan Jangka Panjang dengan Pelanggan

Training tidak hanya mengajarkan cara closing, tapi juga cara memelihara hubungan setelah transaksi terjadi, sehingga pelanggan menjadi loyal dan repeat order meningkat.

5. Mengurangi Turnover Tim Sales

Tenaga penjual yang merasa kompeten dan didukung dengan pelatihan biasanya lebih percaya diri dan betah bekerja, karena mereka tidak merasa “dilempar” ke lapangan tanpa bekal yang cukup.

Kelima manfaat ini saling berkaitan satu sama lain. Mindset yang proaktif akan mendorong tenaga penjual lebih disiplin mengejar target, kemampuan negosiasi yang baik akan menjaga margin keuntungan, dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan pada akhirnya akan menstabilkan pendapatan perusahaan dari waktu ke waktu.

Bagi praktisi HR, manfaat-manfaat ini bisa dijadikan dasar untuk mengukur return on investment dari program pelatihan yang diajukan kepada manajemen.

Baca Juga: Tren Corporate Training di Dunia dan Indonesia 2026: Meneropong Masa Depan Dunia Kerja

Siapa Saja yang Wajib Mengikuti Training Salesmanship di Indonesia?

Training salesmanship di Indonesia wajib diikuti oleh siapa saja yang pekerjaannya bersentuhan langsung dengan target penjualan, mulai dari sales executive, account manager, hingga pemilik bisnis yang menjual produk atau jasanya sendiri.

Selain itu, supervisor dan manajer sales juga perlu mengikuti training ini agar mereka mampu membimbing tim dengan pendekatan yang sama.

Berikut kelompok yang paling diuntungkan dari training ini:

1. Sales Executive dan Sales Representative

Training salesmanship di Indonesia sangat penting bagi sales executive dan sales representative karena merekalah pihak yang paling sering berinteraksi langsung dengan calon pelanggan.

Dalam keseharian, mereka bukan hanya bertugas menawarkan produk atau jasa, tetapi juga menjadi ujung tombak perusahaan dalam membangun kesan pertama, menggali kebutuhan pelanggan, menyampaikan manfaat produk, hingga menutup penjualan.

Melalui training ini, mereka dapat memperkuat kemampuan komunikasi persuasif, teknik handling objection, serta cara membangun kepercayaan pelanggan secara lebih efektif.

Dengan begitu, interaksi penjualan tidak lagi sekadar menawarkan, tetapi benar-benar mampu mengarahkan calon pelanggan menuju keputusan pembelian.

2. Account Manager

Bagi account manager, training salesmanship di Indonesia dibutuhkan untuk memperkuat kemampuan menjaga sekaligus mengembangkan hubungan dengan klien yang sudah ada.

Peran ini tidak hanya berfokus pada mempertahankan kepuasan klien, tetapi juga membaca peluang baru untuk memperluas kerja sama, menawarkan layanan tambahan, atau meningkatkan nilai transaksi dari hubungan bisnis yang sudah terjalin.

Training salesmanship di Indonesia membantu account manager memahami cara berkomunikasi secara lebih strategis, membangun relasi jangka panjang, serta melakukan pendekatan penjualan yang lebih halus namun tetap efektif.

Dengan keterampilan tersebut, account manager dapat berperan tidak hanya sebagai penjaga akun, tetapi juga sebagai penggerak pertumbuhan bisnis dari klien eksisting.

3. Supervisor dan Team Leader Sales

Supervisor dan team leader sales juga merupakan pihak yang sangat perlu mengikuti training salesmanship karena mereka memegang peran penting dalam membimbing, mengarahkan, dan meningkatkan performa tim penjualan.

Seorang leader sales tidak cukup hanya memahami target dan laporan penjualan, tetapi juga perlu menguasai proses penjualan secara menyeluruh agar mampu memberi arahan yang tepat kepada anggota timnya.

Melalui training salesmanship di Indonesia ini, mereka dapat memperdalam pemahaman tentang strategi penjualan, teknik coaching, cara mengevaluasi performa tim, hingga pendekatan untuk memotivasi anggota tim agar lebih percaya diri saat menjual.

Dengan bekal tersebut, supervisor dan team leader akan lebih siap menjadi pembimbing yang bukan hanya mengawasi, tetapi juga mampu menularkan keterampilan salesmanship kepada timnya.

Baca Juga: Pentingnya Pelatihan dan Pengembangan SDM untuk Kompetensi Karyawan dan Efisiensi Perusahaan

4. Pemilik UMKM atau Pebisnis yang Menjual Produknya Sendiri

Training salesmanship juga sangat relevan bagi pemilik UMKM atau pebisnis yang masih menjual produknya sendiri tanpa tim sales khusus.

Dalam banyak kasus, pemilik usaha merangkap sebagai penjual utama yang harus menjelaskan produk, meyakinkan calon pembeli, menjawab keraguan, hingga menutup transaksi. Karena itu, kemampuan salesmanship menjadi keterampilan inti yang dapat langsung berdampak pada omzet usaha.

Melalui training ini, pemilik UMKM dapat belajar bagaimana menyampaikan nilai produk secara lebih menarik, memahami kebutuhan pelanggan, membangun kepercayaan, serta melakukan penjualan tanpa terkesan memaksa.

Bagi pebisnis, keterampilan ini bukan hanya membantu meningkatkan penjualan, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menjadi wajah utama bisnis di hadapan pelanggan.

5. Customer Service

Meskipun fungsi utamanya adalah melayani pelanggan, customer service juga perlu mengikuti training salesmanship, terutama jika dalam pekerjaannya mereka sering melakukan upselling atau cross-selling.

Dalam interaksi dengan pelanggan, customer service memiliki posisi yang strategis karena mereka berhadapan langsung dengan pelanggan yang sudah menunjukkan minat, kebutuhan, atau bahkan loyalitas terhadap produk dan layanan perusahaan.

Training salesmanship di Indonesia akan membantu mereka memahami cara menawarkan produk tambahan secara lebih natural, relevan, dan tidak terasa memaksa.

Selain itu, mereka juga dapat belajar membaca momen yang tepat untuk menawarkan solusi lain kepada pelanggan, sehingga peran customer service tidak hanya berhenti pada pelayanan, tetapi juga ikut berkontribusi pada peningkatan penjualan dan nilai transaksi.

6. Tim Business Development

Tim business development juga termasuk pihak yang sangat membutuhkan training salesmanship karena tugas mereka erat kaitannya dengan pencarian peluang pasar, penjajakan kerja sama, serta pembukaan relasi bisnis baru.

Dalam menjalankan peran tersebut, mereka perlu mampu mempresentasikan value perusahaan dengan kuat, membangun ketertarikan calon mitra atau calon klien, serta melakukan negosiasi awal yang membuka jalan bagi kerja sama lebih lanjut.

Training salesmanship di Indonesia membantu tim business development mengasah kemampuan komunikasi bisnis, pendekatan persuasif, dan strategi membangun koneksi yang lebih efektif.

Dengan demikian, mereka tidak hanya piawai mencari peluang, tetapi juga lebih siap mengubah peluang tersebut menjadi hubungan bisnis yang konkret dan bernilai bagi perusahaan.

Bagi praktisi HR, mengidentifikasi siapa yang perlu mengikuti training ini adalah langkah awal sebelum menyusun program pelatihan.

Jangan sampai training hanya menyasar satu level saja, karena hasil yang optimal justru muncul ketika seluruh lini, dari staf hingga manajer, memiliki bahasa dan kerangka kerja yang sama dalam menjual.

Baca Juga: Mengenal Experiential Learning dalam Corporate Training: Metode Pelatihan Paling Efektif Saat Ini

Materi Training Salesmanship di Indonesia oleh PRESENTA

Materi training salesmanship di Indonesia umumnya disusun dalam dua hari pelatihan, dimulai dari konsep dasar salesmanship dan perencanaan target, dilanjutkan dengan teknik menemukan prospek dan membangun keakraban, lalu diakhiri dengan keterampilan menggali kebutuhan, menangani keberatan, bernegosiasi, dan melakukan closing.

PRESENTA menyusun materi pelatihan ke dalam dua hari sesi dengan masing-masing empat sesi per hari, sehingga peserta benar-benar memahami setiap tahapan penjualan secara mendalam, bukan hanya teori permukaan.

Berikut rincian materi training salesmanship di Indonesia oleh PRESENTA:

Hari Pertama: Konsep Dasar dan Perencanaan Target

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 1

Pada hari pertama, peserta diajak memahami konsep salesmanship yang baik, termasuk diskusi tentang kendala yang sering dihadapi dalam menjual.

Peserta juga ditanamkan dua mindset penting: sales harus menjadi pencipta order, bukan sekadar menerima order yang datang, serta keberhasilan adalah buah dari kedisiplinan menjalani proses, bukan kebetulan.

Setelah memahami mindset, peserta belajar merancang target penjualan yang baik dengan menyelaraskan target penjualan dengan target kehidupan pribadi mereka, memahami konsep SMART Goal, hingga mempraktikkan konsep “chunking” dalam menentukan target agar tidak terasa terlalu berat, layaknya cara memakan gajah sedikit demi sedikit.

Hari pertama dilanjutkan dengan sesi menemukan prospek potensial, di mana peserta belajar mengkalkulasi success ratio dalam sales funnel, mengidentifikasi saluran penjualan yang efektif, dan menurunkan rencana penjualan dalam itinerary harian.

Sesi terakhir hari pertama membahas cara membangun keakraban dengan prospek dan pelanggan, termasuk mengasah pola pendekatan tenaga penjual dan mengubah keakraban menjadi penjualan nyata.

Hari Kedua: Eksekusi Penjualan dan Closing

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 2

Hari kedua dibuka dengan sesi menggali kebutuhan calon pelanggan menggunakan metode SPIN Selling, metode SPWA, dan metode FABE untuk memaksimalkan presentasi produk.

Peserta juga belajar memahami siapa saja prospek yang benar-benar potensial sebelum menghabiskan waktu untuk pendekatan yang sia-sia.

Sesi berikutnya membahas cara menangani keberatan calon pelanggan, mulai dari memahami tahapan menangani keberatan, mengenal ragam jenis keberatan, hingga praktik langsung menangani penolakan.

Materi kemudian berlanjut ke sesi negosiasi, di mana peserta memahami apa itu negosiasi yang efektif, mengenal ragam jenis kegagalan dalam negosiasi, mempelajari lima teknik negosiasi, dan praktik membuat skenario negosiasi sendiri.

Sesi penutup hari kedua membahas teknik closing penjualan dan cara memelihara hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

Peserta diajarkan lima teknik closing, perbedaan pola pikir “jualan” versus membangun hubungan jangka panjang, serta praktik komunikasi untuk membina hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan.

Susunan materi seperti ini sengaja dibuat berurutan agar peserta tidak melompat-lompat antar konsep. Setiap sesi menjadi fondasi untuk sesi berikutnya, misalnya pemahaman tentang mindset di hari pertama akan langsung dipraktikkan ketika peserta belajar menangani keberatan di hari kedua, karena keberatan pelanggan sering kali membuat tenaga penjual mudah menyerah jika mindsetnya belum kuat.

Dengan kata lain, aspek teknis dan aspek mental dalam penjualan diajarkan secara berdampingan, bukan dipisah seolah-olah keduanya tidak saling berkaitan.

Baca Juga: Mengenal Training SDM Sebagai Investasi Terbaik Perusahaan

Trainer Training Salesmanship di Indonesia

Trainer training salesmanship di Indonesia idealnya adalah praktisi yang memiliki pengalaman nyata di lapangan, bukan hanya menguasai teori dari buku.

PRESENTA menghadirkan Doddy Ariesta Afriyana dan Ferry Aries Kurniawan dasebagai master trainer untuk program salesmanship, seorang praktisi penjualan, sumber daya manusia, dan pebisnis dengan tujuh sertifikasi di bidang penjualan, softskill, leadership, training, hingga personality profiling.

Pengalaman menjadi faktor penting yang membedakan trainer biasa dengan trainer yang benar-benar bisa membawa perubahan nyata bagi peserta.

1. Doddy Ariesta Afriyana

Trainer sales PRESENTA

Doddy telah berkarir lebih dari 20 tahun di berbagai industri, mulai dari restoran, software dan aplikasi, FMCG, farmasi, direct selling, MLM, hingga otomotif.

Pengalaman lintas industri ini membuatnya memahami berbagai karakter pasar dan tantangan penjualan yang berbeda-beda, sehingga materi yang disampaikan tidak terasa kaku atau hanya cocok untuk satu jenis bisnis saja.

Bagi tim HR yang ingin memastikan training benar-benar relevan, latar belakang trainer adalah hal yang wajib dicek.

Trainer yang pernah berkarir di perusahaan lokal, nasional, multinasional, hingga startup berskala global seperti Doddy biasanya lebih mampu menyesuaikan studi kasus dengan kondisi bisnis peserta, baik itu perusahaan besar maupun UMKM yang baru berkembang.

2. Ferry Aries Kurniawan

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 3

Ferry berpengalaman selama lebih dari 20 tahun dalam dunia konsultasi manajemen yang berfokus pada Layanan, Penjualan, Kepemimpinan, dan Pengembangan Pribadi.

Ia telah melatih perusahaan di Indonesia dari berbagai industri, di sektor swasta dan publik seperti perbankan, keuangan dan asuransi, otomotif, perhotelan, kesehatan, minyak & gas, manufaktur, pendidikan dan pemerintahan.

Sebelum menjadi trainer dan konsultan, Ia telah memegang posisi seperti Senior Consultant di Perusahaan Konsultan Manajemen, Head of Training di sebuah perusahaan Asuransi Nasional, Service Quality and Development Manager di sebuah Bank Nasional.

PRESENTA Sebagai Vendor Training Salesmanship di Indonesia

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 4

PRESENTA adalah vendor training salesmanship di Indonesia yang fokus pada pendekatan praktis dan aplikatif, bukan sekadar teori di atas kertas.

Sebagai penyedia jasa pelatihan korporat, PRESENTA merancang program salesmanship yang disesuaikan dengan kebutuhan industri klien, mulai dari konsep dasar hingga praktik negosiasi dan closing yang siap diaplikasikan langsung di lapangan.

Kamu mungkin bertanya, apa yang membedakan PRESENTA dari vendor training lain? Pendekatan PRESENTA menekankan pada kombinasi antara konsep yang kuat dan praktik yang intens.

Setiap sesi dirancang agar peserta tidak hanya mendengarkan teori, tetapi langsung mempraktikkannya melalui simulasi, diskusi kelompok, dan studi kasus yang relevan dengan industri masing-masing peserta.

PRESENTA juga dikenal mengusung pendekatan pengembangan SDM secara lebih luas, tidak hanya terbatas pada salesmanship, namun juga leadership, komunikasi, hingga performance management, sehingga klien yang menggunakan jasa PRESENTA bisa mendapatkan program pelatihan yang konsisten dari berbagai aspek pengembangan karyawan.

Hal lain yang membuat PRESENTA berbeda adalah fleksibilitas dalam menyesuaikan format pelaksanaan. Perusahaan bisa memilih format kelas tatap muka penuh, atau menggabungkannya dengan sesi diskusi kelompok kecil agar interaksi antar peserta lebih intens.

Pendekatan ini penting karena setiap perusahaan punya karakter tim sales yang berbeda, ada yang lebih nyaman belajar melalui diskusi terbuka, ada pula yang lebih cepat menyerap materi melalui simulasi langsung dengan studi kasus nyata dari industri mereka sendiri.

Klien PRESENTA

Training salesmanship di PRESENTA telah dipercaya oleh berbagai perusahaan dari lintas industri, mulai dari sektor FMCG, farmasi, otomotif, hingga perusahaan rintisan berskala nasional maupun multinasional.

Keberagaman latar belakang klien ini menunjukkan bahwa materi yang disusun PRESENTA cukup fleksibel untuk diterapkan di berbagai jenis bisnis dan model penjualan.

Bagi praktisi HR, melihat portofolio klien sebuah vendor training menjadi salah satu cara mengukur kredibilitas program yang ditawarkan.

Pengalaman trainer yang lintas industri, mulai dari direct selling hingga teknologi, membuat PRESENTA mampu menyesuaikan studi kasus pelatihan dengan konteks bisnis yang sedang dihadapi kliennya, baik itu perusahaan besar dengan tim sales yang sudah mapan maupun bisnis yang baru membangun fondasi penjualannya.

Keragaman industri klien juga berarti tim trainer PRESENTA sudah cukup terbiasa menghadapi berbagai karakter peserta, dari tim sales yang sangat berorientasi target dan kompetitif, hingga tim yang baru pertama kali dibekali pelatihan formal tentang penjualan.

Pengalaman ini membuat penyampaian materi bisa disesuaikan dengan tingkat kematangan dan kebutuhan masing-masing perusahaan, sehingga training tidak terasa generik atau sekadar copy-paste dari modul yang sama untuk semua klien.

Intip kisah sukses klien yang sudah mempercayai PRESENTA sebagai vendor Training Salesmanship melalui Galeri Training dibawah ini:

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 5

Baca Juga: Cara Efektif Membuat Kurikulum Corporate Training yang Relevan dengan Kebutuhan Perusahaan

Testimoni Training Salesmanship di PRESENTA

Testimoni peserta training salesmanship di PRESENTA umumnya menyoroti perubahan cara berpikir tim sales setelah mengikuti pelatihan, dari yang sebelumnya pasif menunggu order menjadi lebih proaktif mencari peluang dan percaya diri menghadapi penolakan pelanggan.

95% peserta Training Salesmanship PRESENTA menyatakan puas dengan materi dan pengalaman pelatihan yang mereka terima.

Banyak peserta juga merasakan manfaat langsung dari teknik negosiasi dan closing yang diajarkan saat kembali bekerja di lapangan.

Selain perubahan mindset, peserta juga sering menyebutkan bahwa pendekatan praktik langsung selama training membuat materi lebih mudah diserap dibandingkan pelatihan konvensional yang hanya berisi ceramah satu arah.

Simulasi negosiasi dan skenario penanganan keberatan pelanggan dianggap sebagai bagian paling berkesan karena peserta bisa langsung mencoba dan mendapat masukan dari trainer maupun rekan sesama peserta.

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 6

Tidak sedikit pula peserta yang menyampaikan bahwa pengalaman trainer di berbagai industri membuat diskusi terasa lebih hidup, karena contoh-contoh yang diberikan benar-benar relevan dengan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari, bukan sekadar contoh teoretis dari buku teks.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak perusahaan kembali menggunakan jasa PRESENTA untuk batch pelatihan berikutnya atau untuk topik pengembangan SDM lainnya.

Harga Training Salesmanship di Indonesia oleh PRESENTA

Harga training salesmanship di Indonesia oleh PRESENTA dipatok mulai dari Rp30.000.000 untuk paket satu hari dengan kapasitas hingga 20 peserta, dan Rp50 .000.000 untuk paket dua hari dengan kapasitas yang sama.

Selain dua paket utama ini, PRESENTA juga menyediakan layanan coaching individual maupun kelompok bagi perusahaan yang membutuhkan pendampingan lebih personal.

Jika timmu baru pertama kali mengikuti training salesmanship, paket satu hari bisa menjadi pilihan awal untuk mengenalkan konsep dasar dan mindset penjualan yang benar.

Namun, jika kamu ingin tim benar-benar menguasai seluruh siklus penjualan dari mencari prospek hingga closing dan menjaga hubungan jangka panjang, paket dua hari lebih disarankan karena materinya lebih lengkap dan mendalam.

Perbedaan harga antara paket satu hari dan dua hari sebenarnya sebanding dengan kedalaman materi yang didapat.

Pada paket satu hari, fokus utamanya adalah membangun pondasi mindset dan perencanaan target, sedangkan pada paket dua hari peserta akan melanjutkan ke tahap eksekusi penjualan secara lengkap, termasuk negosiasi dan closing.

Bagi perusahaan dengan anggaran terbatas, paket satu hari tetap memberikan nilai yang signifikan, terutama jika tim sales sudah memiliki dasar keterampilan eksekusi namun lemah dari sisi mindset dan perencanaan.

Informasi lebih lengkap dapat dilihat melalui Proposal Training Salesmanship PRESENTA dibawah ini:

Training Salesmanship di Indonesia: Program, Materi, Metode, Trainer, dan Harga 7

Baca Juga: Mengenal Blended Learning dalam Corporate Training: Metode Pelatihan untuk Profesional Modern

Upgrade Kemampuan Tim Kamu dengan Training Salesmanship Bersama PRESENTA

Training salesmanship di Indonesia bukan lagi sekadar pelengkap program pengembangan karyawan, melainkan investasi yang langsung berdampak pada pertumbuhan bisnis.

Dengan memahami manfaat, materi, hingga siapa saja yang perlu mengikuti training ini, kamu sebagai praktisi HR bisa lebih percaya diri dalam menyusun program pelatihan yang tepat sasaran.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program pelatihan tidak hanya ditentukan oleh seberapa lengkap materinya, tetapi juga oleh konsistensi penerapannya setelah peserta kembali ke pekerjaan masing-masing.

Karena itu, penting bagi tim HR untuk merancang mekanisme follow up, baik melalui coaching, evaluasi berkala, atau sesi sharing antar tim, agar ilmu yang didapat dari training tidak berhenti hanya sebagai catatan di buku peserta.

Jika kamu sedang mencari vendor terpercaya untuk training salesmanship, PRESENTA siap membantu timmu berkembang melalui program yang terstruktur, praktis, dan dibawakan oleh trainer berpengalaman.

Training Consultant

FAQ Tentang Training Salesmanship di Indonesia

1. Berapa Lama Durasi Training Salesmanship di PRESENTA?
PRESENTA menyediakan dua pilihan durasi, yaitu satu hari penuh untuk konsep dasar dan perencanaan target, serta dua hari penuh yang mencakup seluruh siklus penjualan dari mencari prospek hingga closing dan menjaga hubungan pelanggan.

2. Apakah Training Ini Cocok untuk Pemilik UMKM?
Ya, training ini cocok untuk pemilik UMKM yang menjual produknya sendiri, karena materi seperti mencari prospek, menangani keberatan, dan closing bisa langsung diterapkan tanpa memerlukan tim sales yang besar.

3. Berapa Jumlah Peserta Maksimal dalam Satu Sesi Training?
Setiap paket training salesmanship di PRESENTA dirancang untuk kapasitas hingga 20 peserta, baik untuk paket satu hari maupun dua hari, agar trainer dapat memberikan perhatian yang cukup kepada setiap peserta.

4. Apakah Ada Pendampingan Setelah Training Selesai?
Ya, PRESENTA menyediakan layanan coaching bagi perusahaan yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut setelah sesi training utama selesai, baik secara individual maupun kelompok.

5. Siapa yang Akan Membawakan Materi Training Ini?
Materi dibawakan oleh Doddy Ariesta Afriyana, master trainer PRESENTA dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai industri dan tujuh sertifikasi di bidang penjualan, softskill, leadership, training, dan personality profiling.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *