8 Cara Public Speaking yang Baik Agar Tidak Grogi

Halo, teman-teman semuanya. Ketemu lagi bersama saya, Muhammad Noer, dari Presenta Edu. Hari ini kita akan bahas kembali topik public speaking dan di video berikut ini saya menjelaskan kepada teman-teman semua mengenai teknik dan materi dasar public speaking.

Apa itu public speaking dan bagaimana tekniknya, bagaimana cara membawakannya, akan saya bongkar di video berikut ini.

1. Percaya diri adalah kuncinya

Ya, percaya diri. Seorang  public speaker harus yakin dengan apa yang dia omongkan, harus yakin dengan dirinya sendiri Kita tidak mungkin bisa menjadi seorang public speaker yang baik kalau kita ragu-ragu, khwatir, atau takut.

Jadi,pede saja, rileks saja bahwa saya akan berbicara di depan umum.  Saya yakin dengan apa yang sudah saya pelajari, dengan apa sudah saya persiapkan. Saya juga punya latar belakang yang cukup untuk berbicara memngenai topik tersebut.

Hal ini akan membantu kita untuk menjadi seorang public speaker yang baik, public speaker yang andal.

Seorang public speaker harus percaya diri, meskipun bisa jadi kita tadi malam tidak siap serratus persen. Ketika tampil, yakinkan bahwa saya ingin memberikan yang terbaik dan saya percaya diri menghadapi audiens saya.

2. Punya mindset yang benar

Dasar yang kedua dari seorang public speaker adalah memiliki mindset yang benar Apa itu mindset yang benar? Yaitu ketika kita punya bayangan, punya cara pandang yang positif terhadap diri kita dan juga terhadap orang lain.

Problem yang sering dialami oleh public speaker pemula adalah mereka sering ketakutan, sering khawatir terhadap pandangan orang lain. Misalnya dengan berpikir, wah, saya akan dinilai jelek nih oleh yang menonton, atau kalau atasan saya bertanya seperti ini gimana jawabnya.

Ini semua adalah mindset yang negatif. Kita membayangkan bahwa orang lain akan menyusahkan kita, bahwa orang lain akan membuat pidato kita gagal, orang lain ingin agar kita tampil sangat-sang,at sempurna sehingga kita punya tekanan yang sangat besar.

Itu semua mindset negatif. Ubahlah menjadi cara pandang atau mindset yang positif. Maksudnya adalah, ketika nanti Anda harus tampil berbicara depan umum, yakinlah bahwa orang yang hadir di hadapan kita itu ingin Anda sukses. Mereka sudah menghabiskan waktu, menghabiskan tenaga untuk hadir. Ia pun ingin mendapatkan sesuatu, untuk mendapatkan manfaat dari diri kita sebagai seorang public speaker. Dengan mindset seperti ini, nanti Anda akan melihat bahwa ternyata peserta itu ramah, mereka enak diajak berkomunikasi, bahwa ternyata audiens itu nyambung dengan kita. Secara natural kita pun akan bisa menampilkan public speaking yang terbaik buat audiens kita.

3. Usahakan selalu rileks

Teknik public speaking berikutnya adalah belajar untuk selalu rileks.

Rileks ini terkait dengan dua yang pertama, yaitu dengan percaya diri dan juga dengan mindset yang positif. Semakin kita pede dan mindsetnya positif, maka akan lebih mudah untuk rileks. Mungkin ada yang bertanya, “Saya berusaha rileks, tapi saya tetap gugup. Bagaimana ini?”

Sedikit gugup, sedikit grogi, itu wajar. Jangankan Anda, bahkan seorang public speaker paling hebat sekalipun, tetap saja menjelang tampil akan memiliki sedikit rasa gugup.

Rasa gugup menjelang tampil, atau yang dikenal dengan demam panggung ini, adalah sesuatu yang wajar. Kita harus berdamai dengan rasa grogi dan rasa takut tadi. Ubahlah menjadi rasa yang lebih rileks.

Bagaimana caranya agar menjadi lebih rileks?

Yang pertama, sebelum tampil coba bereskan dulu semua urusan. Kalau perlu ke toilet, pergi dulu ke toilet. Lalu gerakan badan, buat badan supaya lebih lentur, seperti gerakan tangan dan kepala. Coba ekspresi wajahnya,  diatur supaya nanti pas berbicara akan lebih rileks. Sebelum mulai, tarik napas dalam-dalam, lalu keluarkan. Lakukan beberapa kali. Kenapa hal ini penting? Karena akan menetralisir jantung kita yang berdegup lebih kencang. Hal-hal yang kita khawatirkan akan coba kita buang, agar kita lebih rileks. Jangan lupa juga untuk berdoa.

Ketika kita sudah merasa rileks, maka kita bisa tampil berbicara dengan nyaman dan akhirnya  mampu berinteraksi secara maksimal bersama audiens.

4. Senyum

Dasar public speaking berikutnya adalah ekspresi wajah, terutama senyum.

Kalau kita berbicara di hadapan orang lain, wajah kita harus ramah, jangan terlalu tegang. Wajah kita nyaman dipandang oleh orang lain.

Semua itu mudah dilakukan ketika kita tersenyum kepada audiens. Padang mereka seperti layaknya mereka adalah teman kita, sahabat kita orang akan mendukung kita. Maka kita akan jadi mudah tersenyum pada mereka.

Kenapa ekspresi wajah ini penting? Karena dengan kita tersenyum audiens akan membalas, ikut tersenyum juga. Kita jadi lebih nyaman, lebih rileks. Sama seperti ketika kita berbicara dengan teman, kita juga tersenyum, sehingga  tercipta kontak antara presenter atau speaker dengan audiens. Diskusi antara kita dengan audiens akan menjadi lebih rileks, lebih baik dan juga  bisa mencapai tujuan yang diharapkan.

5. Kontak mata

Teknik dan materi dasar berikutnya dalam public speaking adalah kontak mata atau eye contact.

Kalau kita berbicara di depan orang lain atau di depan umum, jangan pernah sibuk melihat ke atas. Ini namanya tidak ada eye contact. Jangan lihat ke bawah atau ke sembarang tempat, tapi lakukan eye contact.

Tatap mata audiens. Kalau audiensnya banyak, jangan hanya melihat ke satu orang, tapi juga ke orang kedua, ketiga dan seterusnya, dengan sesekali melihat ke tengah, ke samping kiri dan ke kanan panggung. Itulah eye contact.

Dengan adanya aeye contact, maka audiens akan merasa diperhatikan dan akibatnya mereka pun akan memperhatikan kembali diri kita sebagai public speaker.

6. Bicara dengan jelas

Materi dasar public speaking berikutnya adalah berbicara yang jelas. Apa maksudnya?

Kita harus berbicara dengan volume suara yang cukup, tidak terlalu pelan. Kalau terlalu pelan, maka tidak akan terdengar dengan jelas. Jangan pula terlalu keras atau terlalu kencang karena audiens akan menjadi terganggu. Volume suara kita harus cukup bertenaga, tapi tidak terlalu keras.

Bicara yang jelas tidak hanya terkait dengan volume suara, tapi juga dengan cara kita mengucapkan kata-kata atau bahasa kerennya adalah artikulasi.

Anda harus berlatih mengucapkan kata demi kata dengan baik dan rapi, sesuai dengan kaidah bahasa yang baik dan benar. Kata-kata harus diucapkan dengan baik dan benar, sesuai dengan ejaannya.

Berbicara yang baik dan jelas itu penting, karena banyak pembicara pemula yang berbicara dengan terburu-buru. Kalau kita bicara terburu-buru, maka pengucapannya akan menjadi kurang jelas. Pengucapan yang kurang jelas juga bisa terjadi jika pembicaranya mungkin adalah seseorang yang enerjik.

Ketika seorang public speaker berbicara dengan tidak atau kurang jelas, maka hal ini bisa mempengaruhi kredibilitasnya. Maka, suara seorang public speaker harus cukup jelas, cukup jernih.

Bicaralah dengan tenang, yang rileks, tidak usah terburu-buru. Tiap orang punya tempo masing-masing. Manfaatkan tempo bicara itu untuk berbicara yang nyaman, yang jelas, yang jernih.

Kalau kemampuan public speakingnya sudah lebih advance lagi, bisa ditambahkan dengan menampilkan jeda atau menaikkan tempo, termasuk bicara lebih cepat atau lebih lambat untuk kasus-kasus tertentu.

7. Kenali bahasa tubuh yang negatif

Dasar public speaking yang ketujuh adalah kenali bahasa tubuh yang negatif, kemudian hindari menampilkan bahasa tubuh yang negatif. Apa saja bahasa tubuh yang negatif itu?

Misalnya menggerak-gerakkan kepala secara tidak menentu. Kemudian juga melakukan gerakan-gerakan tangan yang tidak perlu, seperti memegang-megang rambut atau telinga ketika sedang berbicara, atau memegang-megang kerah baju.

Bahasa tubuh yang negatif ini menunjukkan bahwa kita tidak percaya diri. Maka, ketika kita berbicara kita menyadari sedang melakuan gerakan tubuh yang negatif itu, usahakan untuk mengurangi atau menghentikannya.

Bahasa tubuh yang negatif lainnya adalah menyilangkan tangan di depan dada, seolah-olah sedang berusaha menutupi tubuh kita. Kadang-kadang ada juga yang memasukkan tangan ke dalam saku ketika sedang berbicara. Ini adalah bahasa tubuh yang tertutup.

Bahasa tubuh yang baik adalah bahasa tubuh yang terbuka, seperti yang saya contohkan di video ini. Dengan bahasa tubuh yang terbuka, kita bisa tampil secara maksimal. Oleh karena itu, kenali bahasa tubuh negatif yang kita miliki. Anda bisa melihat video lain yang akan membahasnya lebih detail terkait bahasa tubuh ini.

8. Berlatih

Yang terakhir adalah terus-menerus berlatih.

Pepatah mengatakan bahwa latihan akan menghasilkan kesempurnaan. Practice makes perfect. Tidak ada public speaker yang hebat ketika tampil, tanpa latihan.

Kita mungkin bertanya, kok dia bisa berbicara seperti itu, performancenya sangat bagus. Karena dia berlatih. Sangat jarang orang yang langsung berhasil di kesempatan pertama. Kita tidak tahu seberapa lama dan dalam seseorang itu berlatih. Steve Jobs, pendiri dan CEO Apple, ketika akan tampil dalam sebuah presentasi besar, latihannya bisa berhari-hari, sampai sebulan penuh. Bahkan dia berlatih dengan peralatan, latihan suara, juga menggunakan tata lampu.

Kalau kita melihat penampilan sempurna para pemenang public speaking tingkat dunia, yang mampu berbicara dengan sangat baik, dengan opening yang bagus, itu semua tidak terjadi tiba-tiba. Mereka berlatih sebelum tampil. Dengan jatah bicara selama tujuh atau delapan menit saja, mereka bisa berlatih selama berhari-hari, untuk kata-kata yang sama, frase yang sama, teknik yang sama.

Sangat penting untuk terus berlatih karena kita butuh jam terbang yang tinggi. Semakin terlatih, maka diri kita semakin terinternalisasi. Ketika mencoba menampilka bahasa tubuh, kita akan semakin terinternalisasi, juga ketika kita ingin mencoba untuk mendeskripsikan sesuatu, ingin berimprovisasi.

Jangan lupa untuk terus berlatih dan berlatih. Berlatih juga merupakan bagian dari sebuah persiapan bagi seorang public speaker. Tidak ada orang yang sukses tanpa persiapan yang baik, persiapan yang matang.

Demikian, teman-teman, kita sudah belajar teknik dan materi dasar public speaking. Ada delapan teknik dan dasar yang perlu dipelajari dan dikuasai.

Yang pertama adalah percaya diri. Pastikan kita pede dalam setiap kesempatan.

Kedua, gunakan mindset yang benar. Terus berpikiran positif terhadap orang lain, terhadap audiens dan juga terhadap diri kita sendiri.

Ketiga, selalu rileks. Santai saja, nikmati saja performance yang Anda tampilkan.

Yang keempat, jangan lupa untuk tersenyum. Senyum ini akan memberikan kesan yang positif terhadap audiens kita. Mereka pun akan membalas senyuman ini.

Yang kelima, lakukan kontak mata atau eye contact. Ketika kita melihat audiens, maka audiens akan merasa diperhatikan dan mereka pun akan memperhatikan kita.

Keenam, pastikan kita memiliki suara yang jelas, volume dan artikulasi yang dapat didengar dengan baik.

Ketujuh, kenali bahasa tubuh yang negatif. Ketika kita menampilkan bahasa tubuh yang negatif ketika berbicara, kurangi sedikit demi sedikit.

Terakhir, jangan lupa untuk berlatih, berlatih dan berlatih. Saya percaya, jika Anda nanti menampilkan dan menunjukkan delapan teknik dasar public speaking ini, maka secara bertahap Anda akan mampu menjadi seorang public speaker yang baik, public speaker yang Anda idam-idamkan.

Tidak perlu langsung memaksakan untuk menerapkan kedelapan teknik ini sekaligus. Coba terapkan atau pilih yang paling mudah dulu. Lakukan secara bertahap.

Terima kasih untuk semua yang sudah menyaksikan video ini. Jangan lupa, saya banyak berbicara tentang topic public speaking. Silakan lihat lagi dalam video-video yang lain.

Jangan lupa subscribe channel ini. Sampaikan komentar dari teman-teman semua. Sampai ketemu lagi di video berikutnya. Saya, Muhammad Noer, dari Presenta.





Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top