Menjadi Manajer Baru: Hal-Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Anda dipromosikan menjadi manajer. Selamat! Anda baru saja memasuki salah satu peran paling penting dalam angkatan kerja karena memiliki dampak paling langsung pada karyawan. Jantung dari setiap perusahaan.

Keberhasilan dan perkembangan karyawan akan dipengaruhi oleh kepemimpinan Anda.

Tapi barangkali ini adalah kali pertama bagi Anda diangkat sebagai manajer, sehingga beragam kekhawatiran memenuhi benak Anda: bagaimana kalau saya tidak sanggup, dari mana saya harus memulai, apakah tim mau mendengarkan instruksi saya, dan seterusnya.

Meskipun Anda sudah bertahun-tahun bekerja di perusahaan Anda dan sangat menguasai pekerjaan atau bidang Anda, bukan berarti Anda siap menjadi manajer.

Manajemen membutuhkan persiapan, pembinaan, dan waktu untuk melakukannya dengan benar. Menjadi seorang manajer membutuhkan keahlian yang unik dan ini bukan sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang, apalagi mereka yang tidak punya keinginan untuk belajar memimpin.

Wajar, jika Anda merasa khawatir, namun satu hal yang dapat Anda yakinkan pada diri Anda sendiri adalah pada dasarnya, tidak ada bedanya ketika Anda menjadi karyawan biasa atau menjadi manajer. Keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Yang berbeda adalah manajer menyelesaikan semua pekerjaan ini melalui orang lain, lewat tim yang dipimpinnya. Nah, transisi ini yang kadang-kadang terasa sulit bagi manajer baru.

Sebagai anggota tim, Anda terbiasa menerima tugas, lalu mengerjakannya hingga selesai. Sementara sebagai manajer, Anda menyuruh orang lain mengerjakan itu.

Manajer baru akan merasa tidak mengerjakan apa-apa, tapi begitulah manajemen. Bukan tangan Anda sendiri yang menyelesaikan pekerjaan.

Manajemen adalah suatu proses pengambilan keputusan yang digunakan untuk mengelola sumber daya dengan cara yang paling efisien untuk mencapai tujuan organisasi.

Di dalamnya, ada beragam aktivitas manajer yang melibatkan perencanaan, memprioritaskan, dan memeriksa apakah pekerjaan yang dilakukan masih on the track.

Keterampilan manajemen adalah tentang mengenali kekuatan orang-orang dalam tim yang Anda pimpin. Manajer harus tahu bagaimana mengembangkan potensi masing-masing anggota tim untuk membantu mencapai misi dan memenuhi tujuan perusahaan.

Sampai di sini semua itu mungkin masih tampak samar-samar bagi Anda. Ya, saya tahu deskripsi pekerjaan saya sebagai manajer, tapi dari mana saya memulai semua itu? Begitu barangkali pikir Anda.

Cobalah masuk dengan mulai mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan manajer baru terlebih dahulu. Ini bisa menjadi awal yang baik untuk memulai peran Anda.

Paling tidak, ada lima hal yang boleh, bahkan perlu dilakukan seorang manajer baru. Kelima hal itu adalah:

1. Memikirkan kesuksesan tim

Keberhasilan tim adalah keberhasilan Anda. Ketika Anda menjadi manajer, kesuksesan Anda adalah ketika tim yang Anda pimpin mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu.

Manajer tidak lagi bisa bekerja secara individualistik. Tidak ada tempat bagi manajer untuk memisahkan diri dari timnya.

2. Mempelajari cara mendelegasikan pekerjaan

Sebagai manajer baru, Anda mungkin tergoda untuk menyelesaikan pekerjaan sendiri, seperti halnya ketika Anda menjadi karyawan biasa.

Anda tahu, Anda bisa menyelesaikan pekerjaan itu. Anda tahu, Anda bisa menyelesaikannya dengan cepat. Anda juga tahu, Anda sanggup mengerjakannya dengan sangat baik.

Namun, percayalah, bukan kesan baik yang Anda tunjukkan dengan mengambil sikap seperti ini karena mengerjakan semua pekerjaan sendirian justru menunjukkan ketidakmampuan Anda sebagai manajer.

Kenali dan pahami kekuatan tim Anda sebagai individu dan delegasikan pekerjaan sesuai dengan kekuatan atau potensi mereka masing-masing.

3. Memberikan dorongan kepada tim

Sebagai manajer, Anda perlu belajar bagaimana mendorong tim Anda untuk selalu bekerja dengan baik dan lebih baik lagi.

Bentuk dorongan bisa bermacam-macam, di antaranya dengan memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih.

Sampaikan pujian atau penghargaan yang pantas kepada anggota tim yang menunjukkan kinerja tinggi. Biarkan dia tahu, bahwa Anda, sang manajer, menyadari usahanya.

Kalau perlu, sampaikan apresiasi Anda itu di depan tim. Berterima kasihlah kepadanya dan seluruh anggota tim karena hal ini akan membuat mereka merasa dihargai dan menaikkan moral mereka.

4. Percaya diri

Sebagai manajer, segala tindakan, bahasa tubuh, dan perilaku Anda akan dirasakan oleh tim.

Misalnya, ketika Anda merasa tidak pasti atas sesuatu, gamang ketika mengambil keputusan, tim Anda juga akan merasakan hal yang sama.

Merasa tidak yakin terhadap sesuatu pasti dialami oleh banyak manajer. Namun menunjukkan tanda-tanda ketidakyakinan itu bukanlah sesuatu yang bijak dilakukan oleh seorang manajer.

Alih-alih menuruti rasa gamang tadi, Anda lebih baik berlatih untuk tetap tenang di segala situasi, percaya diri, dan jujur. Sangat penting untuk menanamkan rasa aman dan percaya diri dalam tim agar mereka tetap mau bersama Anda.

5. Meminta bantuan dan dukungan

Ketika mendapatkan promosi jabatan sebagai manajer, jangan sungkan untuk meminta bantuan dan dukungan dari manajer lain atau departemen SDM di perusahaan Anda. Justru hal ini harus dilakukan.

Banyak belajar dan bertanyalah kepada mereka mengenai bagaimana proses dan kebijakan untuk mengelola orang.

Anda juga dapat menggali bagaimana harapan mereka terhadap Anda ketika diangkat menjadi manajer.

Meminta bantuan untuk pengembangan karir Anda sebagai manajer lewat pembinaan atau mentoring dan program pengembangan di luar perusahaan juga sangat disarankan.

Bagaimana dengan larangan? Apa saja yamg seharusnya tidak dilakukan oleh manajer baru?

1. Berlari

Maksud berlari di sini adalah terlalu jauh dalam melakukan sesuatu. Sebagai contoh, Anda belum-belum sudah menerapkan target-target besar atau tinggi demi mendapatkan kesan yang baik, padahal yang perlu Anda lakukan terlebih dahulu sebagai manajer baru adalah “belajar berjalan”.

Hindari untuk membuat perubahan besar atau terlalu menjanjikan di awal. Anda harus memahami terlebih dahulu situasi dan memetakan potensi anggota tim Anda.

2. Melakukan manajemen mikro

Manajemen mikro menjadi keluhan umum tentang manajer dari karyawan.

Manajemen mikro adalah gaya manajemen yang ditandai dengan adanya pengawasan dan pengarahan yang berlebihan dari sang manajer. Manajer mengurusi sampai ke hal-hal kecil dan remeh.

Jika Anda sebagai manajer mengelola tim secara mikro, terlalu banyak waktu yang akan Anda habiskan. Tidak ada yang menang di sini, baik Anda, maupun tim yang Anda kelola.

3. Melakukan sendiri semua pekerjaan

Godaan untuk mengerjakan segalanya sendiri, sekali lagi, memang cukup kuat dialami manajer baru.

Begitu juga dengan anggapan, manajer adalah orang yang lebih tahu dan tahu segala hal dibanding orang-orang yang berada di bawahnya.

Sebagai manajer baru, sebaiknya Anda juga mulai membangun komunikasi dan jaringan dengan manajer lain, baik di dalam perusahaan, maupun di luar perusahaan Anda.

Galilah informasi sebanyak-banyaknya dari para manajer itu bagaimana mereka menghadapi beberapa situasi.

Jaringan internal dan eksternal dapat memberi perspektif yang Anda butuhkan dalam pekerjaan Anda sebagai manajer.

Anda memang harus mendorong dan menjaga semangat tim, namun bukan berarti Anda harus tahu segalanya. Bukan berarti Anda adalah pakarnya.

4. Menghindari konflik

Konflik bukanlah sesuatu yang dihindari. Dia harus dihadapi.

Sebagai manajer baru, Anda memainkan peranan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif untuk seluruh tim.

Tantangan Anda saat terjadi konflik terletak pada bagaimana Anda memilih untuk menghadapinya.

Menghindari atau mengabaikan konflik sama sekali bukan pilihan bijak.

Mengukur keberhasilan

Bagaimana seorang manajer baru dapat mengukur keberhasilannya sendiri dalam masa-masa awal kepemimpinannya?

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh manajer baru untuk mendapatkan umpan balik mengenai kinerjanya.

Salah satunya adalah dengan bertanya. Anda bukan bertanya kepada karyawan mengenai cara Anda memimpin, melainkan bertanya tentang hal-hal yang mendorong mengeluarkan gagasan.

Kalau karyawan atau anggota tim Anda mampu mengungkapkan ide-ide mereka dengan leluasa, apalagi jika ide-ide itu out of the box, Anda telah berhasil sebagai manajer.

Mengapa?

Karena salah satu yang boleh, bahkan perlu diciptakan oleh manajer adalah lingkungan kerja yang aman dan menyuburkan kreativitas karyawan. Aman untuk bermimpi besar, aman untuk mengeluarkan pendapat.

Anda juga dapat mengukur keberhasilan dengan melihat kekompakan tim yang Anda pimpin.

Tim yang saling mendukung dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai tujuan akan menghasilkan hasil yang lebih baik.

Di mana peran Anda sebagai manajer dalam hal ini? Anda telah membantu mereka membentuk ikatan dengan menciptakan budaya saling percaya dan rasa hormat.

Kesuksesan sejati bagi para manajer adalah berada di belakang layar. Anda mengalihkan perhatian yang biasanya Anda terima ke orang lain atau tim yang berada di bawah manajemen Anda. Pencapaian mereka adalah cerminan keberhasilan Anda dalam mengelola mereka.

Kesuksesan manajer bukan terletak pada kepatuhan karyawan dalam menuruti apa yang manajer perintahkan karena mereka harus melakukannya, melainkan pada komitmen mereka secara pribadi atas suatu tindakan.

Adanya komitmen menunjukkan karyawan telah mempercayai Anda sepenuhnya terhadap visi dan kemampuan manajerial Anda.

Intinya, kesuksesan datang dari koneksi atau keterhubungan Anda dengan karyawan, bukan delegasi, bukan juga kredibilitas Anda sebagai seorang manajer. ***





Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top