5 Rekomendasi Training Problem Solving Terbaik di Indonesia

TPRESENTA sebagai vendor Training Critical Thinking & Problem Solving

Kemampuan problem solving bukan lagi sekadar soft skill tambahan. Di tengah perubahan bisnis yang semakin cepat, setiap profesional dituntut mampu menganalisis masalah secara objektif, menemukan akar penyebabnya, lalu mengambil keputusan yang tepat.

Sayangnya, banyak tim masih terjebak pada solusi yang hanya menyelesaikan gejala, bukan akar masalah. Akibatnya, persoalan yang sama terus berulang dan menghambat produktivitas organisasi.

Salah satu cara terbaik untuk membangun kemampuan tersebut adalah melalui training yang terstruktur dan aplikatif. Namun, setiap penyedia pelatihan memiliki pendekatan yang berbeda. Ada yang berfokus pada kreativitas, ada yang lebih menekankan metodologi continuous improvement, dan ada pula yang menitikberatkan pada pengambilan keputusan.

Berikut 5 rekomendasi training problem solving di Indonesia yang layak kamu pertimbangkan.


1. PRESENTA – Training Creative Problem Solving

Jika organisasi kamu ingin membangun budaya berpikir solutif sekaligus inovatif, program dari PRESENTA menjadi salah satu pilihan yang sangat menarik.

Berbeda dengan pelatihan yang hanya mengajarkan langkah-langkah analisis masalah, training ini menggabungkan creative thinking, critical thinking, dan decision making sehingga peserta tidak hanya mampu menemukan akar masalah, tetapi juga menghasilkan solusi yang lebih kreatif dan bernilai bagi organisasi.

Program Problem Solving PRESENTA dirancang dengan kurikulum yang sistematis, aplikatif, dan berorientasi pada tantangan nyata di dunia kerja:

  • Creative Problem Solving: Pelatihan 2 hari untuk profesional, supervisor, hingga manajer yang ingin meningkatkan kemampuan menganalisis masalah sekaligus menghasilkan solusi yang inovatif. Kamu akan mempelajari teknik identifikasi akar masalah, 5 Whys, Mind Mapping, brainstorming yang efektif, Six Thinking Hats, hingga berbagai metode untuk mengembangkan solusi kreatif yang dapat diterapkan dalam pekerjaan.
  • Critical Thinking for Better Decisions: Program yang berfokus pada kemampuan berpikir kritis agar peserta mampu mengevaluasi informasi secara objektif, menghindari bias dalam pengambilan keputusan, serta menyusun alternatif solusi berdasarkan data dan fakta. Cocok untuk profesional yang sering dihadapkan pada persoalan kompleks dan membutuhkan keputusan yang cepat namun tepat.
  • Decision Making for Leaders: Program khusus bagi supervisor, manager, dan calon pemimpin yang ingin meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Peserta belajar menggunakan berbagai kerangka berpikir untuk mengevaluasi risiko, mempertimbangkan berbagai alternatif, serta mengambil keputusan yang efektif dalam berbagai situasi bisnis.
  • Creative Thinking & Innovation: Program pengembangan untuk organisasi yang ingin membangun budaya inovasi. Peserta akan mempelajari teknik menghasilkan ide-ide baru, melihat masalah dari berbagai perspektif, serta mengubah tantangan bisnis menjadi peluang melalui metode kreatif yang terstruktur dan kolaboratif.

Materinya cukup komprehensif, mulai dari:

  • Identifikasi dan analisis akar masalah
  • Teknik 5 Whys
  • Mind Mapping untuk proses berpikir
  • Creative Thinking
  • Brainstorming yang efektif
  • Framework CREATE
  • Six Thinking Hats
  • Decision Making berbasis studi kasus
  • Presentasi solusi secara kolaboratif

Yang menjadi nilai tambah adalah pendekatan pembelajarannya. PRESENTA menggunakan kombinasi diskusi kelompok, simulasi, studi kasus perusahaan, praktik langsung, hingga experiential learning sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terbiasa menggunakannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Program ini juga dapat disesuaikan dengan tantangan bisnis masing-masing perusahaan sehingga studi kasus yang digunakan terasa lebih relevan dibanding sekadar contoh umum.

Cocok untuk:

  • Supervisor
  • Team Leader
  • Manager
  • Tim Operasional
  • HR & Learning Development
  • Tim yang ingin meningkatkan budaya inovasi dan kolaborasi

Kelebihan:

  • Menggabungkan creative thinking dan problem solving.
  • Banyak praktik, diskusi, dan studi kasus nyata.
  • Materi dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan perusahaan.
  • Fokus pada penerapan setelah training, bukan sekadar teori.

Ingin tim mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat?

Kemampuan problem solving yang kuat membantu karyawan menghadapi tantangan bisnis dengan lebih percaya diri. PRESENTA membekali peserta dengan berbagai framework praktis untuk menganalisis masalah, mengevaluasi alternatif, dan memilih solusi terbaik.

Minta Rekomendasi Program

2. PQM Consultants – Problem Solving Using PDCA & 7 QC Tools

Bagi perusahaan manufaktur atau organisasi yang sedang menjalankan program continuous improvement, pelatihan dari PQM Consultants merupakan pilihan yang sangat relevan.

Program ini berfokus pada penggunaan metodologi PDCA (Plan-Do-Check-Act) dan 7 QC Tools untuk menyelesaikan masalah operasional secara sistematis. Peserta akan belajar menggunakan berbagai alat analisis kualitas seperti Pareto Diagram, Fishbone Diagram, Histogram, Scatter Diagram, hingga Data Sheet untuk menemukan akar penyebab masalah.

Keunggulan utama program ini adalah pendekatannya yang sangat teknis dan berorientasi pada perbaikan proses kerja.

Cocok untuk:

  • Supervisor Produksi
  • Foreman
  • Quality Control
  • Continuous Improvement Team
  • First Line Manager

Kelebihan:

  • Kuat pada metodologi PDCA.
  • Fokus pada continuous improvement.
  • Banyak latihan menggunakan kasus operasional perusahaan.

3. PPM Manajemen – Problem Solving and Decision Making

PPM Manajemen menawarkan pelatihan yang menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengan pengambilan keputusan secara sistematis.

Program ini membantu peserta memahami proses identifikasi masalah, menganalisis berbagai alternatif solusi, mengevaluasi risiko, hingga menentukan keputusan terbaik berdasarkan data dan fakta.

Pendekatan seperti ini cocok bagi organisasi yang ingin memperkuat kualitas keputusan manajerial selain meningkatkan kemampuan analisis masalah.

Cocok untuk:

  • Supervisor
  • Manager
  • Middle Management
  • Calon pemimpin organisasi

Kelebihan:

  • Menyeimbangkan problem solving dan decision making.
  • Cocok untuk kebutuhan pengembangan kompetensi manajerial.

4. KPI Consultancy – Problem Solving and Decision Making

KPI Consultancy menghadirkan pelatihan yang bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam menyelesaikan persoalan bisnis melalui proses analisis yang logis dan pengambilan keputusan yang efektif.

Materi pelatihan umumnya membahas proses identifikasi masalah, analisis penyebab, penyusunan alternatif solusi, evaluasi pilihan, hingga implementasi keputusan dalam lingkungan kerja.

Pendekatan ini sesuai bagi organisasi yang ingin meningkatkan kemampuan berpikir analitis sekaligus memperbaiki kualitas keputusan bisnis sehari-hari.

Cocok untuk:

  • Supervisor
  • Team Leader
  • Manager
  • Profesional yang terlibat dalam pengambilan keputusan

Kelebihan:

  • Menekankan kerangka berpikir sistematis.
  • Menghubungkan problem solving dengan decision making.

5. Phitagoras – Problem Solving & Decision Making

Phitagoras menawarkan pelatihan dua hari yang membahas proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan secara rasional, sistematis, serta kreatif.

Peserta mempelajari berbagai framework yang cukup beragam seperti Root Cause Analysis, Design Thinking, SWOT, PDCA, dan Diagram Ishikawa, serta pendekatan 5W+1H dalam proses pengambilan keputusan. Pembelajaran dilakukan melalui presentasi, diskusi, demonstrasi, serta pre-test dan post-test.

Kombinasi berbagai metode tersebut membuat program ini cukup fleksibel untuk berbagai jenis organisasi.

Cocok untuk:

  • Staff
  • Supervisor
  • Manager
  • Profesional lintas fungsi

Kelebihan:

  • Mengenalkan berbagai framework problem solving.
  • Menggabungkan analisis masalah dan decision making dalam satu program.

Bagaimana Memilih Training Problem Solving yang Tepat?

Sebelum menentukan penyedia training, sebaiknya sesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan organisasimu.

Jika ingin membangun budaya berpikir kreatif, inovatif, dan kolaboratif, PRESENTA menjadi pilihan yang kuat karena tidak hanya mengajarkan analisis masalah, tetapi juga kemampuan menghasilkan solusi yang inovatif & kreatif melalui berbagai simulasi dan studi kasus nyata.

Pada akhirnya, training problem solving terbaik bukan hanya yang memiliki materi lengkap, tetapi juga yang mampu membuat peserta benar-benar menerapkan cara berpikir baru ketika menghadapi tantangan di tempat kerja. Program yang menggabungkan konsep, praktik, studi kasus, dan relevansi dengan kebutuhan bisnis akan memberikan dampak yang jauh lebih besar dibanding pelatihan yang hanya berisi teori.

Mengapa Training Problem Solving Menjadi Keharusan Saat Ini?

Hampir setiap rapat di perusahaan kemungkinan besar membahas satu hal yang sama: ada masalah yang harus diselesaikan.

Target tidak tercapai, proses yang lambat, komplain pelanggan yang berulang, atau ide inovasi yang mandek di tahap diskusi.

Masalah itu sendiri akan selalu ada, dan itu wajar.

Yang sesungguhnya patut diwaspadai adalah kenyataan bahwa sebagian besar karyawan, bahkan manajer, jarang dilatih secara sistematis untuk menyelesaikan masalah.

Mereka mengandalkan insting, pengalaman yang terbatas, atau sekadar menambal gejala tanpa pernah menyentuh akar masalahnya.

Akibatnya, rapat problem solving sering berubah menjadi sesi saling menyalahkan.

Brainstorming tanpa arah hanya menghasilkan daftar ide acak tanpa evaluasi.

Keputusan pun sering diambil terlalu cepat karena tekanan waktu, sehingga masalah yang sama muncul kembali beberapa bulan kemudian.

Dalam dunia bisnis yang kompetitif dan disruptif, kemampuan menyelesaikan masalah secara kreatif mendorong inovasi, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat posisi perusahaan di pasar.

Inilah sebabnya training creative problem solving dan decision making menjadi salah satu kompetensi yang paling banyak dicari oleh HR dan L&D Manager belakangan ini, dan posisinya kini setara dengan kebutuhan inti organisasi yang ingin tetap relevan, bukan sekadar pelengkap kalender pelatihan tahunan.


Masalah Nyata yang Dihadapi Organisasi dalam Menyelesaikan Masalah

Dalam berbagai sesi pengembangan SDM yang telah dijalankan PRESENTA bersama perusahaan dan lembaga di Indonesia sejak 2015, pola berikut ini selalu berulang.

Tantangan dari Sisi Individu

  • Sulit mendefinisikan masalah secara jelas. Banyak orang langsung melompat ke solusi tanpa benar-benar memahami apa masalah sebenarnya.
  • Terjebak pada gejala, alih-alih akar masalah. Solusi yang diambil hanya menambal sementara, sehingga masalah yang sama terus berulang.
  • Mindset kaku dan kurang fleksibel dalam melihat masalah dari berbagai sudut pandang.
  • Takut mengeluarkan ide “aneh” karena khawatir dinilai tidak masuk akal oleh rekan kerja atau atasan.
  • Bingung membedakan berpikir kreatif (creative thinking) dan berpikir kritis (critical thinking). Kapan harus memperbanyak ide, kapan harus mengevaluasinya, masih sering tertukar.
  • Kesulitan mengambil keputusan di tengah berbagai pilihan solusi yang tampak sama-sama masuk akal.

Tantangan dari Sisi Tim dan Organisasi

  • Brainstorming yang tidak produktif. Sesi diskusi ide hanya menghasilkan daftar panjang tanpa metode evaluasi yang jelas.
  • Budaya yang menghukum kesalahan, sehingga membuat karyawan enggan mengusulkan ide baru atau solusi yang belum teruji.
  • Pengambilan keputusan yang didominasi suara paling lantang, padahal seharusnya bersandar pada data dan analisis yang seimbang.
  • Tidak ada kerangka kerja (framework) yang konsisten dalam menganalisis masalah, sehingga setiap orang menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri-sendiri.
  • Minimnya budaya inovasi dan continuous improvement yang berkelanjutan di tempat kerja.

PRESENTA mengenali setidaknya lima pola respons karyawan ketika menghadapi masalah dan tantangan.

Mulai dari yang cenderung menghindar atau pasrah, sampai yang benar-benar mampu menganalisis dan menuntaskan masalah secara cerdas dan solutif, kategori yang disebut PRESENTA sebagai “Si Cerdas”.

Target dari Training Creative Problem Solving & Decision Making cukup sederhana, yaitu memastikan seluruh manajer, supervisor, dan team leader di organisasimu berada dalam kategori tersebut.

Masalah yang sama terus berulang di tim Anda?

Banyak organisasi terjebak pada penyelesaian gejala, bukan akar masalahnya. Program Creative Problem Solving PRESENTA membantu peserta menganalisis masalah secara sistematis, menemukan akar penyebab, dan menghasilkan solusi yang lebih efektif serta berkelanjutan.

Konsultasikan Kebutuhan Tim

Apa yang Harus Dicari dalam Program Training Problem Solving yang Baik?

Sebelum memilih vendor, gunakan kriteria berikut sebagai checklist seleksi.

1. Apakah Ada Diagnosis Sebelum Solusi?

Vendor yang kredibel tidak langsung menjual paket “brainstorming seru”.

Mereka melakukan Needs Analysis untuk memetakan jenis masalah yang paling sering dihadapi tim, entah itu soal kualitas produk, efisiensi proses, atau pengambilan keputusan strategis, sebelum merancang materi.

2. Keseimbangan antara Divergent dan Convergent Thinking

Program yang baik mengajarkan lebih dari sekadar cara “menghasilkan banyak ide” (divergent thinking).

Ia juga membekali peserta dengan cara mengevaluasi dan menyaring ide menjadi solusi yang dapat dieksekusi (convergent thinking).

Tanpa keseimbangan ini, sesi problem solving hanya berakhir sebagai daftar ide tanpa keputusan.

3. Kerangka Kerja yang Sistematis

Program yang serius menggunakan kerangka instructional design yang terstruktur.

Materinya juga mengajarkan tools analisis yang konkret dan dapat langsung dipakai di tempat kerja, seperti Root Cause Analysis (termasuk teknik Why-Why Analysis), Mind Map, dan Six Thinking Hats, sehingga peserta pulang dengan keterampilan nyata, bukan hanya kesan menyenangkan dari permainan tebak-tebakan tanpa kerangka pembelajaran yang jelas.

4. Fasilitator dengan Latar Belakang Praktisi

Facilitator yang baik mampu memandu sesi brainstorming yang produktif.

Ia juga menjaga agar diskusi tidak didominasi satu atau dua orang, dan menciptakan ruang yang aman bagi ide-ide “di luar kotak” untuk disampaikan.

Tanyakan langsung: apakah fasilitator memiliki pengalaman nyata memimpin proses inovasi atau transformasi bisnis?

5. Metodologi Evaluasi Pasca-Training

Program matang menggunakan Kirkpatrick’s Learning Evaluation Model.

  • Level 1 (Reaction): Kepuasan peserta terhadap program.
  • Level 2 (Learning): Pemahaman tools dan kerangka problem solving.
  • Level 3 (Behavior): Apakah peserta benar-benar menerapkan kerangka ini saat menghadapi masalah nyata di kantor?
  • Level 4 (Results): Apakah ada penurunan masalah berulang, atau peningkatan jumlah solusi inovatif yang diimplementasikan?

6. Rekam Jejak dan Rating Publik

Cek lama vendor beroperasi, portofolio klien lintas industri, dan rating Google Reviews yang dapat diverifikasi publik.

Testimoni yang ditulis sendiri tanpa identitas jelas tentu kurang dapat diandalkan dibanding rating publik yang terbuka untuk siapa saja.

Checklist: Cara Membandingkan Training Provider Problem Solving

KriteriaPertanyaan yang Perlu Diajukan
Diagnosis AwalApakah ada Training Needs Analysis sebelum program dirancang?
Kerangka KerjaApakah ada tools konkret (Mind Map, Root Cause Analysis, Six Thinking Hats), atau hanya brainstorming bebas?
Keseimbangan BerpikirApakah program melatih divergent thinking sekaligus convergent thinking/decision making?
FasilitatorApakah punya pengalaman praktisi nyata dalam inovasi atau transformasi bisnis?
EvaluasiBagaimana mengukur penerapan tools ini di pekerjaan nyata setelah training?
Rating PublikBerapa rating Google Reviews mereka?
FleksibilitasApakah studi kasus dapat dikustomisasi sesuai industri kami?

Mengenal PRESENTA: Training Provider Creative Problem Solving Terpercaya di Indonesia

PRESENTA, berbadan hukum sebagai PT Presenta Edukreasi Nusantara sejak 2015, telah menyelenggarakan berbagai skills development program untuk perusahaan dan lembaga di Indonesia sejak 2015.

Termasuk di antaranya program Creative Problem Solving & Decision Making untuk berbagai level organisasi.

PRESENTA telah mendapat lebih dari 1.500 rating bintang 5 di Google Reviews dari para peserta trainingnya.

Pencapaian ini menjadikan PRESENTA salah satu training provider dengan rating tertinggi di Indonesia.


Training Creative Problem Solving & Decision Making: Program Unggulan PRESENTA

Training Creative Problem Solving PRESENTA dirancang khusus untuk memperkuat kapabilitas timmu dalam mengidentifikasi akar masalah, menghasilkan ide-ide inovatif, dan mengambil keputusan dengan baik.

Programnya jauh lebih terstruktur dibanding sesi brainstorming santai tanpa arah.

Program ini sangat cocok untuk:

  • Manajer, Team Leader, dan Supervisor yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan inovasi
  • Tim R&D dan Product Development yang fokus pada pengembangan produk dan layanan baru
  • Tim Operasional dan Quality Control yang membutuhkan solusi praktis untuk efisiensi proses
  • HR dan Learning & Development yang ingin meningkatkan kapabilitas problem solving karyawan
  • Pemimpin dan leader organisasi yang ingin mendorong budaya inovasi dan continuous improvement

Tujuan pelatihan creative problem solving dan decision making ini antara lain:

  • Meningkatkan kemampuan analisis dan kreativitas secara signifikan
  • Menguasai teknik-teknik kreatif untuk memetakan dan memahami masalah secara mendalam
  • Melakukan strategi brainstorming yang efektif untuk menghasilkan ide-ide baru
  • Memperkuat teamwork dan kolaborasi lintas departemen melalui proses problem solving
  • Mengatasi hambatan mental dan menanamkan mindset kreatif serta growth mindset
  • Menghadapi dan mengatasi tantangan kompleks dengan solusi kreatif-inovatif di tempat kerja

Materi disesuaikan dengan karakteristik bisnis dan tantangan spesifik organisasi Anda melalui studi kasus dan simulasi yang relevan.

Dengan begitu, hasil pelatihan menjadi lebih tepat sasaran dan dapat langsung diterapkan.

Tantangan bisnis baru membutuhkan cara berpikir yang baru.

Creative Problem Solving PRESENTA membantu peserta mengembangkan pola pikir kreatif dan inovatif dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga menemukan peluang perbaikan dan inovasi di dalam proses kerja.

Pelajari Programnya

Silabus Training Creative Problem Solving & Decision Making (8 Sesi, 2 Hari)

5 Rekomendasi Training Problem Solving Terbaik di Indonesia 1

Hari Ke-1: Menganalisis Masalah dan Mendokumentasikan Proses Berpikir

Sesi 1: Problem Solving yang Efektif

  • Pentingnya mendefinisikan masalah dan tujuan penyelesaiannya secara jelas dan sistematis
  • Analisa masalah yang tepat dan menemukan benang merah penyebabnya
  • Faktor-faktor penyebab kegagalan dalam memecahkan masalah

Sesi 2: Menganalisa Permasalahan

  • Identifikasi penyebab permasalahan
  • Merumuskan penyebab utama atau akar masalah
  • Menggunakan teknik “Why-Why Analysis” (Root Cause Analysis)
  • Kendala umum dalam menganalisa masalah

Sesi 3: Mind Map sebagai Alat Berpikir dan Dokumentasi Proses Kreatif

  • Prinsip penting pembuatan Mind Map yang baik
  • Aturan utama: pusat (center) dan kategori (association), hirarki (branch) dan korelasi (correlation)
  • Praktik membuat Mind Map dengan tulisan tangan

Sesi 4: Membuat Mind Map dengan Software

  • Pengenalan tools digital Mind Map dan cara penggunaannya
  • Praktik langsung membuat Mind Map menggunakan komputer

Hari Ke-2: Dari Ide Kreatif Menuju Keputusan yang Tepat

Sesi 1: Hubungan Creative Thinking dan Problem Solving Skills

  • Tantangan profesional bisnis dalam problem solving
  • Peran creative thinking dalam menyelesaikan masalah
  • Perbedaan creative thinking dan critical thinking
  • Praktik creative thinking dalam melakukan brainstorming

Sesi 2: Creative Thinking dalam Proses Inovasi

  • Empat langkah mudah proses inovasi
  • Metode CREATE untuk idea generation: Combine, Reverse, Eliminate, Alternative, Twist, Elaborate
  • Praktik mencari ide inovasi dengan metode CREATE

Sesi 3: Six Thinking Hats, Metode untuk Problem Solving & Decision Making

  • Keunggulan metode Six Thinking Hats
  • Enam komponen: white hat, red hat, black hat, yellow hat, green hat, blue hat
  • Studi kasus penerapan Six Thinking Hats dan evaluasi ide

Sesi 4: Diskusi dan Presentasi Kasus Problem Solving

  • Peserta secara berkelompok mendiskusikan dan mempresentasikan kasus problem solving mereka sendiri
  • Komentar dan feedback dari peserta lain dan trainer

Apa yang Membuat Training Problem Solving PRESENTA Berbeda?

Banyak sesi “pelatihan problem solving” di pasaran sebenarnya hanya berisi icebreaker dan sesi brainstorming bebas tanpa kerangka kerja yang jelas.

Suasananya seru di ruangan, tetapi sayangnya tidak meninggalkan tools yang bisa langsung dipakai esok harinya.

Berikut beberapa hal yang membedakan PRESENTA:

  • Kerangka kerja yang konkret dan dapat langsung dipakai. Mind Map, Why-Why Analysis, metode CREATE, dan Six Thinking Hats tidak hanya dijelaskan secara teori, tetapi langsung dipraktikkan dengan studi kasus nyata dari peserta sendiri.
  • Menggabungkan creative thinking dan decision making sekaligus. Pelatihan ini tidak berhenti pada melatih cara menghasilkan ide sebanyak-banyaknya, tetapi juga mengajarkan cara mengevaluasi dan memilih solusi terbaik dengan kerangka yang terstruktur seperti Six Thinking Hats.
  • Trainer dengan latar belakang praktisi senior. PRESENTA menghadirkan master trainer dengan pengalaman korporat lintas negara dan praktisi strategi bisnis dengan pengalaman lintas sektor.
  • Materi dapat dikustomisasi sesuai industri dan tantangan spesifik perusahaan, sehingga setiap klien mendapat studi kasus yang relevan dengan konteks kerjanya.
  • Rekam jejak yang dapat diverifikasi, termasuk implementasi nyata dengan hasil yang terukur lewat data pre-test dan post-test.

Trainer Creative Problem Solving & Decision Making PRESENTA

Muhammad Noer adalah pendiri PRESENTA sekaligus master trainer untuk berbagai program utama di PRESENTA.

Ia berpengalaman panjang sebagai trainer untuk organisasi lokal maupun internasional, dengan latar belakang Marketing dan Human Resources serta sertifikasi internasional dari CIPD, UK.

Dengan karier 11 tahun di Unilever, ia memiliki pengalaman luas mengelola talenta dan organisasi untuk Divisi Sales Global Unilever di Singapura, dengan karyawan tersebar di lebih dari 25 negara di tengah perubahan organisasi yang cepat.

Prayoga Wiradisuria adalah praktisi strategi bisnis, transformasi organisasi, dan kebijakan publik dengan pengalaman lebih dari 25 tahun lintas sektor, mulai dari korporasi, BUMN, hingga lembaga pemerintah.

Pengalaman kariernya mencakup posisi Direktur di sebuah think tank yang didirikan para pemimpin industri Indonesia, konsultan di firma konsultan manajemen global, VP di bank nasional, hingga profesional di perusahaan migas dan FMCG multinasional.

Sebagai trainer, Prayoga membawakan topik strategic thinking, problem solving, business acumen, hingga organizational transformation dengan pendekatan yang strategis, praktis, dan aplikatif.


Klien Korporasi PRESENTA Lintas Industri

Sebagaimana program-program PRESENTA lainnya, Training Creative Problem Solving & Decision Making ini merupakan bagian dari portofolio soft-skills development PRESENTA yang telah dipercaya oleh puluhan perusahaan dan lembaga ternama lintas industri sejak 2015.

Beberapa di antaranya adalah Unilever Indonesia, Indomaret, PT Tamaris Hydro, dan Asuransi Astra, sebagaimana tercermin dari testimoni dan studi kasus pada artikel ini.

Secara umum, portofolio klien PRESENTA mencakup sektor FMCG (Unilever, Ajinomoto, Frisian Flag, Garudafood, Aqua), perbankan dan keuangan (Bank Indonesia, BNI, BCA, BSI, Allianz, FWD), telekomunikasi dan teknologi (Indosat, Telkom, Samsung, Lenovo), e-commerce dan ritel (Lazada, Indomaret, Bluebird), energi dan infrastruktur (Pertamina, PLN, Wika), hingga lembaga pemerintah dan BUMN (Kementerian Keuangan, Sekretariat Kabinet RI, LKPP, KPK).


Metode Pelatihan: Interaktif, Insightful, dan Berkesan

PRESENTA memadukan kombinasi tepat antara teori dan praktik untuk menjamin proses transfer of knowledge dan kompetensi berlangsung optimal.

Training Creative Problem Solving diselenggarakan dengan kombinasi metode berikut.

  • Presentasi & Pemaparan, untuk transfer konsep dan kerangka kerja secara jelas
  • Diskusi Kelompok & Sharing, untuk mengaktifkan pengalaman nyata peserta dari tempat kerja masing-masing
  • Studi Kasus & Penugasan, untuk belajar dari situasi nyata yang relevan dengan industri peserta
  • Demonstrasi & Games Seru, untuk membangun energi sekaligus pemahaman lewat pengalaman langsung
  • Simulasi & Praktik Langsung, untuk menerapkan tools seperti Mind Map dan Six Thinking Hats pada kasus nyata

PRESENTA mengadopsi metode experiential learning terkini agar pelatihan problem solving, baik tatap muka maupun online, menjadi sangat interaktif, insightful, dan berkesan.

Kurangi trial and error, tingkatkan kualitas solusi.

Dengan pendekatan yang lebih terstruktur, tim dapat menghemat waktu, mengurangi risiko kesalahan, dan mengambil tindakan yang lebih efektif. Program Problem Solving PRESENTA membantu membangun budaya kerja yang lebih analitis, proaktif, dan berorientasi solusi.

Hubungi Tim PRESENTA

Format Program yang Fleksibel Sesuai Kebutuhan Perusahaan

1. In-House Training (In-Company Training)

Dirancang dan diselenggarakan eksklusif untuk satu perusahaan, dengan studi kasus yang disesuaikan dengan konteks bisnis dan tantangan spesifik organisasi.

  • Offline (Tatap Muka), paling imersif untuk sesi brainstorming dan praktik Mind Map secara langsung
  • Online (Virtual), melalui Zoom, Cisco Webex, atau Microsoft Teams, didukung studio broadcasting profesional PRESENTA
  • Hybrid, kombinasi tatap muka dan online dalam satu sesi terpadu

2. Semi-Public Training (Kelas Kecil)

Cocok untuk perusahaan kecil atau startup yang ingin mengirim tim lintas divisi ke kelas yang sama.

Format ini juga ideal bagi yang ingin mencoba kualitas program PRESENTA sebelum berkomitmen ke skala in-house yang besar.

3. Public Training (Open Class)

Memungkinkan peserta berinteraksi dan bertukar perspektif dengan profesional dari berbagai industri lain.

Interaksi lintas industri ini sering memunculkan ide segar dari sudut pandang yang berbeda.


Tiga Paket Layanan yang Fleksibel

Sebagaimana program training PRESENTA lainnya, Creative Problem Solving & Decision Making tersedia dalam tiga tingkatan paket.

LayananBASICADVANCEDPREMIER
Training Kit
General Report
Presenta Academy Access
Certificate of Attendance
Individual Report
Coaching Session (3x)
Customized Material
Comprehensive Training Report

Untuk detail harga program Problem Solving adalah Rp50 juta. Silabus dapat dikustomisasi berdasarkan kompleksitas tantangan dan kebutuhan unik masing-masing perusahaan. Silakan hubungi tim PRESENTA secara langsung untuk konsultasi terkait kustomisasi program maupun paket Advanced/Premier.


Layanan Online Training dengan Broadcasting Technology

Pelatihan online di PRESENTA didukung dengan studio profesional dan sistem broadcasting OBS Streamlabs.

Training Creative Problem Solving secara online dari PRESENTA ini memiliki beberapa keunggulan.

  • Desain pelatihan online terkini, dengan tampilan yang menyerupai training offline
  • Trainer praktisi berpengalaman, dengan kualitas fasilitator yang sama dengan program tatap muka
  • Teknologi & alat mumpuni, termasuk multi-angle camera untuk demonstrasi tools seperti Mind Map secara real-time
  • Fasilitator online interaktif, sehingga diskusi kelompok dan presentasi kasus tetap berjalan dinamis meski virtual

Apa Kata Peserta Tentang Training Problem Solving PRESENTA?

Luarr biasa. Kualitas training sangat baik dan memuaskan. Materi yang disampaikan juga menarik, jadi sangat efektif.

Ditambah trainer-trainer dengan segudang pengalaman membuat saya termotivasi untuk menjadi seperti mereka.

Bima S. Wiratama, Area Head Office, Indomaret


Kisah Sukses Training Problem Solving & Decision Making, PT Tamaris Hydro

5 Rekomendasi Training Problem Solving Terbaik di Indonesia 2

PT Tamaris Hydro mempercayakan penguatan kompetensi tim pengambil keputusannya kepada PRESENTA melalui program Problem Solving & Decision Making.

Ini adalah pelatihan intensif satu hari yang dirancang agar peserta mampu mengenali dan menganalisis masalah secara tepat, menggali akar masalah dengan metode yang efektif, merumuskan solusi yang aplikatif, serta mengevaluasi dan mengambil keputusan dengan lebih sistematis.

Detail Pelaksanaan:

  • Klien: PT Tamaris Hydro
  • Waktu: Februari 2026
  • Tempat: Jakarta
  • Durasi: 1 hari
  • Jumlah Peserta: 13 orang

Tujuan Pelatihan:

Di akhir pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami mindset dan prinsip dasar problem solving yang efektif.

Peserta juga dilatih menganalisis permasalahan dan menggali akar masalah menggunakan metode 5 Whys.

Selain itu, peserta menerapkan berpikir kreatif saat brainstorming dengan metode CREATE, menerapkan berpikir kritis melalui metode Six Thinking Hats saat mengambil keputusan, serta mampu melakukan diskusi, analisis, dan presentasi kasus problem solving secara terstruktur.

Seluruh target ini sejalan dengan kerangka kerja inti yang menjadi fondasi program Creative Problem Solving & Decision Making PRESENTA.

Hasil Tes: Peningkatan Pemahaman Peserta Sebesar 53%

Salah satu hal yang membedakan pendekatan PRESENTA adalah pengukuran dampak pembelajaran secara kuantitatif melalui pre-test dan post-test, sehingga hasilnya tidak hanya bersandar pada kesan subjektif peserta.

IndikatorHasil
Rata-rata hasil Pre-Test54
Rata-rata hasil Post-Test82
Peningkatan Pemahaman53%

Peningkatan signifikan ini mencerminkan pemahaman peserta terhadap konsep teknik pemecahan masalah dan pengambilan keputusan yang meningkat tajam dalam satu hari pelatihan.

Hasil ini didukung oleh praktik langsung, presentasi kasus problem solving, dan diskusi interaktif sepanjang sesi.

Ini menjadi bukti nyata bahwa kerangka kerja sistematis seperti 5 Whys, CREATE, dan Six Thinking Hats dapat diserap peserta secara efektif bahkan dalam format 1-2 hari saja.

Hasil Evaluasi dari Peserta:

Tentang Materi: Secara keseluruhan, materi yang diberikan dinilai bermanfaat oleh peserta.

Peserta menilai materi pelatihan dari PRESENTA sangat baik, mudah diingat dan dipahami, serta menambah wawasan baru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Materi yang diberikan dinilai sangat relevan sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Tentang Proses Pelatihan: Seluruh peserta merasa senang dengan proses pelatihan yang berlangsung.

Mereka menilainya berjalan dengan sangat baik, bermanfaat, dan interaktif.

Pelatihan ini memberikan insight baru dalam menghadapi serta menyelesaikan permasalahan secara kreatif di lingkungan kerja.

Peserta turut berharap training serupa dapat dilanjutkan, dan secara keseluruhan merekomendasikan training ini kepada orang lain.

Tentang Trainer: Trainer dinilai sangat baik oleh peserta karena profesional dan sangat menguasai materi.

Penyampaian materinya baik dan informatif sehingga mudah dipahami.

Trainer juga dinilai dapat menjawab pertanyaan dengan baik, membangun interaksi dua arah sepanjang pelatihan, bersikap melayani peserta, serta mampu memimpin diskusi dengan teknik penyampaian yang membuat peserta lebih bersemangat mengikuti training.

Trainer: Program ini difasilitasi oleh Muhammad Noer, pendiri PRESENTA sekaligus master trainer untuk program-program utama PRESENTA.

Ia berpengalaman panjang sebagai trainer untuk organisasi lokal maupun internasional, dengan latar belakang Marketing dan Human Resources serta sertifikasi internasional dari CIPD, UK.

Dengan karier 11 tahun di Unilever, ia memiliki pengalaman luas mengelola talenta dan organisasi untuk Divisi Sales Global Unilever di Singapura, dengan karyawan tersebar di lebih dari 25 negara di tengah perubahan organisasi yang cepat.

Muhammad Noer juga merupakan pembicara di TEDx Jakarta.

Studi kasus PT Tamaris Hydro ini menunjukkan bahwa dampak training problem solving PRESENTA tidak hanya terlihat dari kepuasan peserta, tetapi juga dapat diukur secara kuantitatif. Peningkatan skor pemahaman sebesar 53% dalam satu hari pelatihan adalah bukti bahwa kerangka kerja seperti 5 Whys, CREATE, dan Six Thinking Hats benar-benar terinternalisasi, dan tidak hanya didengar lalu dilupakan begitu peserta kembali ke meja kerja.

PRESENTA turut merekomendasikan program ini diberikan kepada seluruh karyawan, mengingat kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai oleh semua karyawan, dengan materi yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan tiap level peserta.

Ingin membangun budaya problem solving yang lebih kuat di perusahaan?

Kemampuan memecahkan masalah bukan hanya dibutuhkan oleh manajer atau pimpinan tim. Seluruh karyawan perlu memiliki pola pikir yang sistematis, analitis, dan berorientasi solusi. PRESENTA membantu organisasi mengembangkan keterampilan problem solving dan decision making yang dapat langsung diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.

Minta Rekomendasi Program

Kisah Sukses Training Critical Thinking & Problem Solving, Asuransi Astra

5 Rekomendasi Training Problem Solving Terbaik di Indonesia 3

Asuransi Astra, melalui program Critical Thinking & Problem Solving, mempercayakan kepada PRESENTA untuk membekali timnya dengan wawasan dan keterampilan praktis dalam berpikir kritis, menggali akar masalah, dan mengembangkan solusi inovatif.

Program ini dipadukan dengan keterampilan membuat mind map untuk menganalisis masalah serta teknik problem solving untuk mengambil keputusan yang lebih efektif.

Detail Pelaksanaan:

  • Klien: Asuransi Astra
  • Waktu: November 2025
  • Tempat: Jakarta Selatan
  • Durasi: 2 hari
  • Jumlah Peserta: 24 orang

Tujuan Pelatihan:

Di hari pertama, peserta diajak memahami pentingnya berpikir kritis dalam pekerjaan sehari-hari.

Mereka juga belajar menganalisa masalah dan merumuskan akar permasalahan, memahami teknik menggali akar masalah melalui metode 5 Whys, serta memahami konsep dasar mind map beserta struktur umum dan manfaatnya sebagai alat visualisasi berpikir kritis.

Sesi hari pertama ditutup dengan praktik pembuatan mind map digital menggunakan aplikasi Mind Mapping Freemind.

Di hari kedua, fokus bergeser pada memahami tantangan dalam problem solving serta mengintegrasikan berpikir kritis dan kreatif untuk menghasilkan solusi inovatif.

Peserta juga menerapkan berpikir kreatif saat brainstorming dengan metode CREATE dan berpikir kritis melalui metode Six Thinking Hats saat mengambil keputusan.

Hari kedua diakhiri dengan diskusi, analisis, dan presentasi kasus problem solving secara terstruktur.

Hasil Evaluasi dari Peserta:

Tentang Materi: Secara keseluruhan, materi yang diberikan dinilai bermanfaat oleh peserta.

Peserta menilai materi pelatihan sangat baik, mudah diingat dan dipahami, serta menambah wawasan baru untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

Materi yang diberikan dinilai sangat relevan sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari.

Tentang Proses Pelatihan: Seluruh peserta merasa senang dengan proses pelatihan yang berlangsung.

Mereka menilainya berjalan dengan sangat baik, bermanfaat, menyenangkan, dan memberikan insight baru.

Secara keseluruhan, peserta merekomendasikan training ini kepada orang lain.

Tentang Trainer: Trainer dinilai sangat baik oleh peserta karena profesional dan sangat menguasai materi.

Penyampaian materinya baik dan informatif sehingga mudah dipahami.

Trainer juga dinilai dapat menjawab pertanyaan dengan baik, membangun interaksi dua arah sepanjang pelatihan, bersikap melayani peserta, serta mampu memimpin diskusi dengan teknik penyampaian yang membuat peserta lebih bersemangat mengikuti training.

Trainer: Program ini difasilitasi oleh Muhammad Noer, pendiri PRESENTA sekaligus master trainer untuk program-program utama PRESENTA.

Studi kasus Asuransi Astra ini memperlihatkan satu hal penting: PRESENTA terbuka menerima masukan peserta dan menindaklanjutinya secara konkret. Mulai dari penyesuaian komposisi tim diskusi agar lebih relevan dengan konteks kerja, hingga porsi materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Pendekatan berbasis akses PRESENTA Academy pasca-training juga menunjukkan bahwa pembelajaran terus berlanjut setelah sesi dua hari ini usai, dan dapat terus diulang serta didalami secara mandiri oleh peserta.

PRESENTA luar biasa dan bisa memfasilitasi dan memberikan pengetahuan baru untuk karyawan baru dan karyawan yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun di suatu perusahaan” — Valeri Diandra, Talent Acquisition Analyst – Asuransi Astra

Training fun dan insightful, banyak materi dan activity yang relate sehingga bisa langsung untuk mempraktekan materi” — Michelle Tjandra Taruna, Account Manager – Asuransi Astra


Rekomendasi dari PRESENTA

Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi selama pelatihan-pelatihan training problem solving di PRESENTA, tim PRESENTA merekomendasikan beberapa langkah lanjutan.

PRESENTA merekomendasikan agar pada sesi problem solving, satu tim sebaiknya berasal dari divisi yang sama, sehingga permasalahan yang diangkat dalam diskusi lebih relevan dengan konteks kerja peserta sehari-hari.

Peserta disarankan mengikuti sesi coaching Critical Thinking & Problem Solving pasca-training untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dipelajari.

Melalui coaching, peserta dapat memperoleh feedback langsung dari trainer terkait penerapan teknik berpikir kritis dan pemecahan masalah dalam pekerjaan, sekaligus memantau perkembangan kemampuan mereka dalam mengambil keputusan secara lebih sistematis.

Untuk mereview materi pelatihan secara mandiri, peserta juga direkomendasikan mengakses kursus mind map dan produktivitas yang tersedia di PRESENTA Academy.

Selanjutnya, peserta disarankan diberi kesempatan mempraktikkan langsung kemampuan yang dipelajari dan saling sharing dengan rekan kerja, agar pengetahuan yang diperoleh tidak hilang dan terus terlatih.

PRESENTA turut merekomendasikan program ini diberikan kepada seluruh karyawan, mengingat kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah merupakan kompetensi penting yang harus dikuasai oleh semua karyawan, dengan materi yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan tiap level peserta.


Kesimpulan: Jadikan Problem Solving sebagai Kompetensi Inti

Di tengah disrupsi bisnis yang terus berubah, organisasi yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling lama berdiri.

Organisasi yang bertahan adalah yang paling cepat dan paling tepat dalam menyelesaikan masalah serta mengambil keputusan.

Training creative problem solving lebih dari sekadar pengeluaran untuk “menyegarkan suasana kerja”.

Ini adalah investasi pada cara timmu berpikir, menganalisis, dan memutuskan setiap hari di tempat kerja.

PRESENTA hadir dengan pengalaman sejak 2015 dalam skills development program, rating Bintang 5 Google Reviews dari 1.500+ peserta, kerangka kerja yang konkret dan teruji (Mind Map, CREATE, CAMPER, Six Thinking Hats, Root Cause Analysis), serta trainer dengan latar belakang praktisi senior.

Rekam jejak implementasinya pun terukur secara nyata, seperti peningkatan pemahaman peserta sebesar 53% pada studi kasus PT Tamaris Hydro dan penerapan langsung mind map serta 5 Whys pada studi kasus Asuransi Astra.

Semua ini menjadikan PRESENTA pilihan yang layak dipertimbangkan serius oleh setiap perusahaan yang ingin timnya benar-benar mampu menyelesaikan masalah, jauh melampaui sekadar mendiskusikannya.


Hubungi PRESENTA untuk Konsultasi Program Creative Problem Solving

Siap membekali timmu dengan kemampuan berpikir kreatif dan mengambil keputusan yang lebih tajam?

Tim PRESENTA siap membantu merancang program Creative Problem Solving & Decision Making yang paling sesuai dengan kebutuhan spesifik organisasimu, mulai dari TNA, desain program, pelaksanaan, hingga evaluasi dampak pasca-training.

Training Consultant

Download Proposal Training Creative Problem Solving untuk mendapatkan gambaran lengkap program, kurikulum, paket layanan, dan harga.


FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang Training Problem Solving

Q: Apa itu problem solving?

Problem solving adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menemukan solusi terhadap suatu masalah.

Prosesnya melibatkan pemikiran kritis, kreativitas, dan pengambilan keputusan yang efektif.

Q: Apa saja langkah-langkah dalam problem solving?

Secara umum, problem solving terdiri dari lima langkah utama.

(1) Identifikasi Masalah, yaitu memahami dan mendefinisikan akar masalah dengan jelas.

(2) Analisis Masalah, yaitu mengumpulkan informasi dan mencari tahu penyebabnya.

(3) Brainstorming Solusi, yaitu membuat daftar kemungkinan solusi tanpa batasan terlebih dahulu.

(4) Evaluasi & Pilih Solusi Terbaik, yaitu membandingkan untung-rugi setiap opsi.

(5) Implementasi & Evaluasi, yaitu menerapkan solusi yang dipilih, lalu meninjau hasilnya.

Q: Apa perbedaan antara problem solving dan decision making?

Problem solving berfokus pada proses menemukan solusi atas suatu masalah.

Sementara itu, decision making adalah bagian dari proses tersebut, yaitu tahap memilih satu solusi terbaik dari beberapa opsi yang sudah dihasilkan.

Q: Bagaimana cara menangani masalah yang kompleks?

Beberapa pendekatan yang umum digunakan antara lain memecah masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola.

Pendekatan lain adalah menggunakan Root Cause Analysis seperti teknik Why-Why Analysis untuk menemukan penyebab sesungguhnya.

Kerangka kerja seperti Mind Map atau Six Thinking Hats juga membantu memahami masalah dari berbagai sudut.

Langkah terakhir yang disarankan adalah menguji solusi dalam skala kecil terlebih dahulu sebelum menerapkannya secara luas.

Q: Apa itu teknik Why-Why Analysis (5 Whys) dalam problem solving?

Teknik ini menemukan akar penyebab masalah dengan bertanya “Kenapa?” secara berulang, biasanya lima kali.

Contoh sederhana: masalahnya adalah keterlambatan pengiriman barang ke pelanggan yang terus berulang.

Kenapa terlambat? Karena proses pengecekan stok memakan waktu lama.

Kenapa lama? Karena data stok di sistem tidak ter-update otomatis.

Kenapa tidak ter-update? Karena petugas gudang menginput data secara manual di akhir hari.

Kenapa manual? Karena belum ada sistem barcode terintegrasi.

Kenapa belum ada? Karena belum pernah diajukan sebagai prioritas investasi.

Akar masalahnya ternyata bukan soal “petugas yang lambat”, melainkan ketiadaan sistem pencatatan stok otomatis, sebuah solusi yang jauh lebih tepat sasaran dibanding sekadar menegur petugas gudang.

Q: Apa itu Six Thinking Hats?

Six Thinking Hats adalah metode berpikir dari Dr. Edward de Bono yang membagi proses berpikir menjadi enam perspektif paralel untuk meningkatkan kualitas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Keenam perspektif itu adalah White Hat (fakta & data objektif), Red Hat (emosi & intuisi), Black Hat (risiko & kelemahan), Yellow Hat (manfaat & optimisme), Green Hat (ide baru & kreativitas), dan Blue Hat (mengatur proses diskusi & menyusun rencana tindakan).

Q: Apa manfaat menggunakan teknik Six Thinking Hats?

Ada tiga manfaat utama.

Pertama, mencegah bias dengan melihat masalah dari berbagai sudut pandang sekaligus.

Kedua, mempermudah brainstorming agar tetap fokus dan tidak melebar.

Ketiga, meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan kelompok.

Q: Apakah training problem solving bisa dilakukan secara online?

Ya, bisa.

Pelatihan online PRESENTA menggunakan studio profesional dengan bantuan broadcasting OBS Streamlabs yang membuat pembelajaran online lebih interaktif layaknya training offline.

Q: Apakah ada sertifikat setelah mengikuti training?

Ya, ada.

Seluruh peserta mendapatkan Certificate of Attendance.


Glosarium: Terminologi Penting dalam Dunia Training Creative Problem Solving & Decision Making

Memahami terminologi ini membantu HR Manager dan L&D Specialist berdiskusi setara dengan vendor training, sekaligus mengevaluasi proposal program secara lebih kritis.


Problem-Solving adalah proses sistematis mengidentifikasi, menganalisis, dan menyelesaikan suatu masalah atau tantangan, biasanya melibatkan analisis data, kreativitas, dan kemampuan mengeksekusi solusi secara bersamaan. Bagi PRESENTA, problem-solving yang efektif harus berujung pada tindakan nyata di tempat kerja, sehingga setiap sesi selalu ditutup dengan presentasi kasus dan rencana eksekusi, bukan sekadar daftar ide yang berhenti di ruang kelas.

Critical thinking adalah kemampuan menganalisis informasi secara objektif dan logis sebelum mengambil keputusan atau kesimpulan, biasanya berfungsi menyaring dan mengevaluasi ide mana yang paling valid dan dapat dieksekusi. PRESENTA melatih critical thinking lewat metode Six Thinking Hats, agar peserta terbiasa menilai sebuah ide dari sisi fakta, risiko, dan manfaat secara bergantian, sehingga keputusan yang diambil lebih seimbang dan tidak didominasi opini satu pihak saja.

Creativity adalah kapasitas menghasilkan ide, pendekatan, atau solusi baru yang belum terpikirkan sebelumnya, dan dapat dilatih secara sistematis, bukan sekadar bakat bawaan. PRESENTA memandang kreativitas sebagai keterampilan yang bisa diasah lewat latihan terstruktur seperti metode CREATE, sehingga peserta yang merasa “kurang kreatif” pun tetap bisa menghasilkan ide segar dengan kerangka yang tepat.

Design Thinking adalah pendekatan pemecahan masalah yang berpusat pada kebutuhan pengguna (human-centered), biasanya melalui tahapan memahami, mendefinisikan masalah, menghasilkan ide, membuat prototipe, dan menguji solusi. PRESENTA mengaitkan prinsip design thinking dengan latihan presentasi kasus problem solving, di mana peserta diajak memikirkan dampak solusi mereka terhadap rekan kerja atau pelanggan, bukan hanya kepraktisan teknis semata.

Systems Thinking adalah cara memahami suatu masalah sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung, alih-alih sebagai kejadian yang berdiri sendiri. Dalam sesi Root Cause Analysis, PRESENTA mendorong peserta menelusuri keterkaitan antar-divisi yang mungkin menjadi penyebab tersembunyi suatu masalah, sehingga solusi yang dihasilkan tidak hanya menambal satu titik tetapi memperbaiki sistem kerja secara menyeluruh.

Divergent Thinking adalah cara berpikir yang berfokus menghasilkan sebanyak mungkin ide atau kemungkinan solusi tanpa membatasi diri terlebih dahulu, menjadi fondasi dari sesi brainstorming yang produktif. PRESENTA secara sengaja memisahkan fase menghasilkan ide dan fase mengevaluasi ide dalam silabusnya, agar peserta tidak terburu-buru menghakimi gagasan sendiri sebelum sempat dieksplorasi sepenuhnya lewat metode CREATE.

Convergent Thinking Convergent thinking adalah cara berpikir yang berfokus menyaring, mengevaluasi, dan memilih satu solusi terbaik dari berbagai ide yang telah dihasilkan. PRESENTA melatih convergent thinking lewat metode Six Thinking Hats di hari kedua silabus Creative Problem Solving, sehingga peserta yang sudah terbiasa berpikir bebas di hari pertama, mendapat kerangka yang jelas untuk mengambil keputusan akhir.

Root Cause Analysis adalah teknik analisis yang bertujuan menemukan penyebab utama suatu masalah, jauh di balik gejala yang tampak di permukaan, salah satunya melalui metode Why-Why Analysis atau 5 Whys. PRESENTA menjadikan Why-Why Analysis sebagai salah satu tools inti yang wajib dipraktikkan langsung dengan studi kasus nyata peserta, karena pemahaman teori saja sering kali tidak cukup untuk benar-benar menemukan akar masalah di lapangan.

Mind Map adalah teknik visual untuk mencatat dan mengorganisasikan ide menggunakan kata kunci, asosiasi, dan hierarki cabang dari satu pusat topik, dipopulerkan oleh Tony Buzan. PRESENTA mengajarkan Mind Map dalam dua format, manual dengan tulisan tangan dan digital menggunakan aplikasi seperti Freemind, sehingga peserta memiliki opsi metode pencatatan yang paling sesuai dengan gaya kerja mereka sehari-hari.

Six Thinking Hats adalah metode berpikir paralel yang diciptakan Dr. Edward de Bono, membagi proses diskusi menjadi enam sudut pandang berbeda, yaitu fakta, emosi, risiko, manfaat, kreativitas, dan manajemen proses. PRESENTA menjadikan Six Thinking Hats sebagai puncak silabus Creative Problem Solving, karena metode ini efektif menghindarkan tim dari debat argumentasi berkepanjangan yang sering memperlambat pengambilan keputusan di tempat kerja.

Innovation adalah penerapan ide atau solusi baru yang memberikan nilai nyata bagi organisasi, baik dalam bentuk produk, proses, maupun model bisnis. Bagi PRESENTA, inovasi bukan sekadar hasil dari “berpikir out of the box” yang abstrak, melainkan keluaran konkret dari kerangka kerja yang dapat diulang, seperti metode CREATE yang dilatih langsung pada studi kasus peserta.

Needs Analysis / Training Needs Analysis (TNA) Training Needs Analysis adalah proses memetakan kesenjangan kompetensi atau jenis masalah spesifik yang paling sering dihadapi sebuah tim sebelum program training dirancang. PRESENTA menawarkan TNA pada paket layanan Premier, sehingga materi creative problem solving yang diberikan benar-benar disesuaikan dengan tantangan unik tiap klien, bukan kurikulum generik yang sama untuk semua perusahaan.

Kirkpatrick’s Learning Evaluation Model Kirkpatrick’s Learning Evaluation Model adalah model evaluasi training empat level, mencakup Reaction, Learning, Behavior, dan Results, yang mengukur dampak program mulai dari kepuasan peserta hingga perubahan perilaku dan hasil bisnis nyata. PRESENTA menerapkan elemen Level 2 model ini lewat pre-test dan post-test, sebagaimana terlihat pada studi kasus PT Tamaris Hydro yang mencatat peningkatan pemahaman sebesar 53%, sehingga dampak training dapat dibuktikan dengan angka, bukan hanya kesan subjektif peserta.

Experiential Learning Experiential learning adalah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, melalui simulasi, studi kasus, dan praktik tools seperti Mind Map atau Six Thinking Hats.

Perspektif PRESENTA: PRESENTA mengadopsi experiential learning sebagai fondasi seluruh program, dengan porsi praktik dan diskusi kasus yang jauh lebih besar dibanding ceramah teori satu arah, agar peserta benar-benar mengalami sendiri proses berpikir kreatif dan kritis.

Instructor-Led Training (ILT) Instructor-Led Training adalah format pelatihan yang dipimpin langsung oleh instruktur atau fasilitator, baik secara tatap muka maupun virtual.

Perspektif PRESENTA: PRESENTA mempertahankan format ILT, baik offline maupun online lewat sistem broadcasting profesional, karena topik problem solving membutuhkan umpan balik langsung dari fasilitator saat peserta mempraktikkan suatu tools analisis di tempat.

Training Transfer Training transfer adalah kemampuan peserta menerapkan tools dan kerangka kerja yang dipelajari dalam training ke situasi kerja nyata setelah pelatihan selesai.

Perspektif PRESENTA: PRESENTA menjaga training transfer lewat layanan coaching session pasca-training dan akses PRESENTA Academy, sehingga peserta memiliki ruang untuk mengulang materi dan mendapat feedback penerapan, jauh setelah sesi tatap muka berakhir.

Facilitator Facilitator adalah individu yang memimpin dan mengarahkan proses pembelajaran kelompok, termasuk sesi brainstorming dan diskusi evaluasi ide. PRESENTA menempatkan fasilitator dengan latar belakang praktisi senior, seperti Muhammad Noer dan Prayoga Wiradisuria, karena kualitas fasilitator sangat menentukan apakah sesi problem solving menghasilkan solusi konkret atau sekadar obrolan tanpa arah.

Corporate Training adalah program pelatihan yang dirancang dan diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan karyawan dalam konteks korporat, mencakup berbagai format seperti in-house training, public training, dan e-learning. Sebagai training provider corporate training sejak 2015, PRESENTA selalu mengaitkan setiap topik soft skills, termasuk creative problem solving, dengan tantangan bisnis riil klien, agar pelatihan terasa relevan dan bukan sekadar agenda seremonial tahunan.


PRESENTA — Training Provider Terpercaya Indonesia sejak 2015 5 Stars Google Reviews | 1.000+ Peserta Puas | 16+ Program Training Spesialis: Creative Problem Solving, Team Building & Synergy, Leadership, Service Excellence, Communication


Tag: training problem solving indonesia, pelatihan problem solving, creative problem solving training, decision making training, training creative thinking jakarta, six thinking hats training, mind mapping training, root cause analysis training, corporate training problem solving, in-house training problem solving, training provider jakarta, instructional design, kirkpatrick model, experiential learning, instructor-led training, soft skills training indonesia, divergent convergent thinking, design thinking, innovation strategy training, smart problem solving presenta



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *