Klik di Sini Untuk Menghubungi Kami

komunikasi asertif – Setiap orang punya karakternya masing-masing. Karakter itu akan menentukan berbagai hal, termasuk gaya berkomunikasinya. Dengan adanya perbedaan gaya berkomunikasi ini, maka setiap orang akan berbeda satu sama lain dalam hal berinteraksi dengan orang lainnya.

Gaya berkomunikasi yang berbeda-beda dari setiap orang itu dapat dikategorikan ke dalam empat kelompok besar, yaitu:

1. Gaya berkomunikasi yang pasif

Orang-orang yang gaya komunikasinya cenderung pasif, biasanya adalah orang-orang yang pendiam, pemalu, atau yang memiliki kepercayaan diri rendah. Mereka memilih untuk tidak terlalu sering menyampaikan aspirasi atau perasaannya.

Hal ini sebetulnya sangat berbahaya karena aspirasi dan perasaan terus dipendam, maka lama-kelamaan akan menumpuk dan suatu saat bisa meledak menjadi perilaku yang tidak terkontrol.

Perilaku yang tidak terkontrol tadi tentu saja dapat merugikan, baik dirinya sendiri, maupun orang lain yang berada di sekitarnya.

2. Gaya berkomunikasi yang agresif

Orang-orang yang memiliki gaya berkomunikasi yang agresif pada umumnya adalah orang-orang yang terlalu ceplas-ceplos. Mereka berpikir bahwa aspirasi dan perasaan harus selalu disampaikan, walaupun itu mungkin saja bisa menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain, bahkan melanggar hak orang lain.

Orang dengan gaya komunikasi yang agresif adalah orang yang memang selalu ingin mendominasi dan menjadi pemenang, dengan menghalalkan segala cara untuk mempertahankan hak mereka.

3. Gaya berkomunikasi yang pasif-agresif

Gaya berkomunikasi ini adalah perpaduan dari komunikasi yang pasif, namun sekaligus agresif. Orang-orang seperti ini terlihat seperti orang yang pasif. Tapi, begitu mereka punya kesempatan untuk mengutarakan aspirasi atau perasaannya, mereka akan melakukannya dengan agresif.

Biasanya, orang dengan gaya komunikasi yang pasif-agresif adalah orang yang tidak memiliki kekuasaan.

4. Gaya berkomunikasi yang asertif

Gaya komunikasi ini adalah komunikasi yang menyesuaikan dengan kawan bicara dan keadaan. Jadi, seseorang secara jelas akan menyampaikan aspirasi atau pendapatnya, tapi tidak melanggar hak orang lain.

Tujuan dari komunikasi asertif adalah untuk memberikan rasa hormat dan membuka ruang kompromi, sehingga terhindar dari konflik.

Komunikasi Asertif yang Efektif

cara menjalin komunikasi asertif yang efektif_art

Komunikasi asertif dapat diartikan sebagai gaya berkomunikasi yang mengutamakan unyuk mendengarkan perspektif orang lain dan perilaku yang penuh hormat.

Jadi ketika sedang berkomunikasi, pelaku komunikasi asertif ini akan lebih melihat ke dalam diri orang yang diajak berkomunikasi, bertanggung jawab dan jujur.

Saat menyampaikan aspirasi atau perasaannya, orang yang berkomunikasi dengan gaya asertif akan melakukannya dengan jelas, tapi tidak menilai atau mendikte orang lain. Mereka melakukannya demi kebaikan semua pihak. Dengan demikian, konflik dapat dihindari.

Misalnya di dunia kerja. Ketika seorang atasan menemukan bahwa anak buahnya melakukan kesalahan, maka dia tidak akan serta-merta menyalahkannya. Dia akan mengajak bawahannya itu untuk berbicara dari hati ke hati. Menanyakan, kenapa kesalahan itu bisa terjadi.

Setelah bertanya, barulah dia bisa mempertimbangkan langkah selanjutnya. Apakah akan membantu memperbaiki kesalahan itu, memberikan kesempatan kepada anak buahnya untuk mengatasinya, atau bahkan memberikan teguran.

Semua feedback akan dipertimbangkan mengenai baik dan buruknya. Dia akan menempatkan dirinya pada posisi kawan bicaranya sebelum mengatakan sesuatu. Rasa hormat kepada kawan bicara dan diri sendiri adalah kunci dari gaya komunikasi asertif ini.

Karena itu, tidak mengherankan jika gaya komunikasi asertif adalah gaya berkomunikasi yang dianggap paling etis dan efektif, baik untuk menghindari konflik, maupun untuk mengatasinya.

Teknik Komunikasi Asertif di Kantor

komunikasi asertif di kantor_art

Di kantor, tempat di mana seseorang harus berinteraksi dengan orang-orang lainnya, adalah tempat yang sangat membutuhkan kemampuan berkomunikasi asertif.

Kantor atau tempat kerja adalah tempat yang dihuni oleh beragam jenis manusia, dengan karakter dan pola pikirnya masing-masing. Untuk bisa berkomunikasi dengan baik dan efektif dengan masing-masing orang yang berbeda-beda itu, tentu saja diperlukan tekniknya sendiri.

Yang terpenting dalam komunikasi asertif adalah, seseorang dapat mengatakan sesuatu yang sesuai dengan pemahaman atau pengertian orang lain. Walaupun mengatakan sesuatu yang mungkin saja tidak disetujui oleh orang lain, namun komunikasi asertif dapat membuatnya menjadi lebih bisa dimengerti atau dipahami.

Dengan begitu, maka konflik akibat perbedaan pendapat dapat dihindari. Masing-masing pihak dapat saja memiliki pendapatnya sendiri, namun tidak akan saling memaksakannya kepada orang lain. Setiap orang akan memahami bahwa orang lain akan memiliki pendapatnya masing-masing.

Seandainya seseorang di kantor tersebut, misalnya seorang atasan, ingin mengubah perilaku bawahannya, maka dia akan melakukannya dengan elegan. Dengan pola komunikasi yang dilakukannya, maka atasan itu dapat mengubah perilaku anak buahnya menjadi lebih baik, tanpa paksaan.

Karena pemahaman dan pengertian yang diberikan lewat caranya berkomunkasi, maka justru si anak buah itu yang merasa bahwa dia memang harus berubah untuk menjadi seorang karyawan yang lebih baik.

Untuk itu, diperlukan beberapa hal agar komunikasi asertif yang dilakukan dapat berjalan efektif, seperti:

  • Ketika berkomunikasi, usahakan untuk tidak menghakimi atau menyalahkan pihak lain. Yang menjadi fokus pembicaraan adalah data dan fakta yang akurat. Misalnya pembicaraan memang dimaksudkan untuk membahas mengenai kesalahan yang dilakukan pihak lain, maka yang harus dikedepankan adalah fakta dan data yang terjadi, bukan kesalahan yang dilakukan.
  • Mengelola bahasa tubuh dengan baik, seperti kontak mata, postur tubuh yang rileks dan ekspresi wajah yang sesuai dengan konteks pembicaraan yang sedang dilakukan.
  • Mengekspresikan kepemilikan aspirasi, pendapat, atau pertanyaan.

Contoh, ketika hendak memberikan pendapat, maka katakan, “Izinkan saya untuk mengemukakan pendapat.”

  • Tidak bersikap defensif ketika berkomunikasi dengan orang lain.
  • Pastikan bahwa pihak yang diajak berkomunikasi mengerti dan memahami apa yang sedang dibicarakan.
  • Berbicara dalam suasana yang tenang.

Manfaat Komunikasi Asertif

manfaat komunikasi asertif_art

Komunikasi asertif adalah cara berkomunikasi yang efektif, karena sangat minim risiko untuk terganggu dengan pendapat atau aspirasi orang lain. Penyebabnya adalah karena masing-masing pihak saling memahami perbedaan yang ada.

Dengan komunikasi asertif, maka seseorang bisa mengatakan apa yang menjadi aspirasi atau pendapatnya dengan tetap menghargai aspirasi dan pendapat orang lain. Teknik komunikasi ini akan membuat pihak lain dapat lebih menerima sebuah penolakan atau kata ‘tidak’ yang diucapkan.

Komunikasi asertif juga akan membuat masing-masing pihak dapat benar-benar mengutarakan aspirasi atau pendapatnya, sesuai dengan hati nuraninya.

Selain itu, masih ada manfaat komunikasi asertif, khususnya jika dilakukan di tempat kerja, seperti:

1. Terhindari dari konflik

Karena semua pihak mampu untuk mengungkapkan pendapat atau perasaannya tanpa menyinggung pihak lain, maka semuanya akan merasa puas dan tidak ada hal yang dipendam. Sering, konflik terjadi akibat adanya perasaan terpendam yang sudah tidak tidak dapat ditahan lagi.

Selain itu, komunikasi asertif akan membuat seseorang berkomunikasi dengan cara yang dipahami dan dimengerti oleh pihak lain, sehingga kecil kemungkinan untuk terjadinya kesalahpahaman.

2. Mengurangi risiko stress

Karena tidak ada perasaan atau pendapat yang harus dipendam, maka seseorang akan merasa lebih bebas dari tekanan.

3. Meningkatkan rasa percaya diri

Kemampuan berkomunikasi asertif akan membuat seseorang merasa yakin dalam mengatakan apa yang menjadi aspirasi atau pendapatnya dan lebih mengutamakan rasa hormat kepada pihak lain.

Dengan demikian, orang lain juga akan memberikan rasa hormat kepadanya. Penghargaan ini akan membantu meningkatkan rasa percaya diri.

4. Membuat seseorang menjadi lebih produktif

Karena tidak ada beban karena harus memendam pendapat atau perasaan, juga tidak terganggu dengan pendapat orang lain, maka orang yang asertif hidupnya akan lebih bebas.

Karena lebih bebas, maka dia cenderung lebih dapat fokus di pekerjaan dan tanggung jawabnya. Dengan begitu, maka dia akan menjadi karyawan yang lebih produktif.

Tapi, apakah semua orang bisa melakukan komunikasi asertif? Kalau melihat dari penjelasan di atas, sepertinya hanya orang-orang tertentu yang dapat melakukannya. Jika dia tidak dianugerahi bakat untuk berkomunikasi dengan gaya asertif, tampaknya akan sulit.

Tentu saja tidak seperti itu. Siapa saja dapat melakukan komunikasi asertif. Yang terpenting adalah kemauan untuk memberikan penghormatan, baik untuk kawan bicara maupun untuk diri sendiri.

Kemampuan komunikasi asertif juga dapat dilatih. Beberapa provider training menyediakan pelatihan komunikasi asertif. Pada dasarnya, komunikasi asertif adalah komunikasi interpersonal yang mengutamakan pada penghormatan.

Bagaimana menjalin komunikasi antarpribadi dengan penghormatan inilah yang akan diberikan pada pelatihan komunikasi asertif. Dengan mengikuti pelatihan ini, maka seseorang bisa memiliki keterampilan berkomunikasi yang lebih baik.

Pelatihan komunikasi asertif akan membantu Anda untuk mengetahui tips dan trik berkomunikasi dengan anggota tim, atasan, atau klien, dalam berbagai kondisi dan situasi. Pelatihan komunikasi asertif akan membantu Anda untuk menjadi karyawan yang lebih baik di tempat kerja.