Di banyak organisasi, kemampuan seorang leader tidak lagi hanya diukur dari kemampuannya mengelola pekerjaan.
Leader juga dituntut mampu mengembangkan potensi anggota tim, membantu mereka menemukan solusi, dan mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Karena itu, semakin banyak perusahaan yang menginvestasikan program Training Coaching & Mentoring bagi supervisor, manager, dan people leader.
Berikut beberapa penyedia training coaching dan mentoring yang cukup dikenal di Indonesia.
5 Rekomendasi Training Coaching & Mentoring Terbaik di Indonesia
1. PRESENTA
PRESENTA menawarkan Smart Coaching & Mentoring, yaitu pelatihan komprehensif yang dirancang untuk memberdayakan line manager, supervisor, dan team leader menjadi coach dan mentor yang efektif dan impactful.
Program ini menekankan pada pengembangan skill praktis, membangun kepercayaan, dan menciptakan budaya coaching dalam organisasi.
Program coaching & mentoring PRESENTA dirancang dengan kurikulum yang sangat terstruktur dan aplikatif di dunia nyata:
- Smart Coaching & Mentoring for Line Manager: Pelatihan 2 hari untuk semua level manager yang ingin menguasai seni coaching dan mentoring. Tim-mu akan belajar perbedaan coaching, mentoring, dan counseling; model GROW; active listening; powerful questioning; constructive feedback; dan praktik langsung dengan peer coaching dan mentoring.
- Leader as Coach Program: Program khusus untuk membangun mindset leader sebagai coach yang berkelanjutan. Fokus pada mengintegrasikan coaching ke dalam leadership style sehari-hari.
- Coaching for Talent Development: Program yang dirancang khusus untuk mengembangkan talenta muda dan high-potential employees melalui coaching yang terstruktur dan berkelanjutan.
- Building Coaching Culture Workshop: Program untuk organisasi yang ingin menciptakan budaya coaching di seluruh level organisasi.
Fokus Materi
- Perbedaan coaching, mentoring, training, dan counseling
- Mindset seorang coach dan mentor
- Coaching conversation
- Active listening
- Powerful questioning
- Coaching model (GROW dan lainnya)
- Memberikan feedback yang konstruktif
- Coaching untuk pengembangan kinerja
- Mentoring untuk pengembangan karier
Keunggulan PRESENTA
- Metodologi experiential learning dengan praktik intensif coaching dan mentoring
- Trainer praktisi berpengalaman dengan 20-30 tahun pengalaman di industri
- Sertifikasi dan kredibilitas – diakui oleh perusahaan terkemuka di Indonesia
- Materi highly customizable sesuai dengan industri dan kebutuhan spesifik organisasi
- Coaching pasca-training untuk memastikan peningkatan berkelanjutan dan sustainable behavioral change
- Tersedia dalam format online, offline, dan hybrid sesuai kebutuhan kamu
- Small batch size (maksimal 20 peserta) untuk memastikan quality dan individual attention
Cocok Untuk
Manager dan supervisor yang ingin meningkatkan kemampuan coaching & mentoring, leader yang perlu membangun team cohesion yang lebih kuat, HR practitioners yang perlu mengembangkan program talent development, dan organisasi yang ingin membangun coaching culture untuk sustainable growth.
Ingin para leader mampu mengembangkan tim?
Leader yang hebat tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga membantu anggota tim bertumbuh. Program SMART Coaching & Mentoring PRESENTA membekali manager, supervisor, dan team leader dengan keterampilan coaching dan mentoring yang praktis serta mudah diterapkan di tempat kerja.
Minta Rekomendasi Program2. ACT Consulting
ACT Consulting melalui Coaching Academy menawarkan program pengembangan coaching yang ditujukan untuk pemimpin, profesional HR, maupun praktisi pengembangan SDM. Program mereka menggabungkan prinsip coaching dengan pengembangan kepemimpinan dan transformasi organisasi.
Pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada keterampilan coaching individu, tetapi juga penerapannya dalam konteks perubahan organisasi dan pengembangan budaya perusahaan.
Cocok untuk: Perusahaan yang ingin mengintegrasikan coaching ke dalam sistem kepemimpinan dan pengembangan organisasi.
3. Coaching Indonesia
Coaching Indonesia merupakan salah satu penyelenggara pelatihan dan sertifikasi coaching yang cukup dikenal di Indonesia. Mereka menyediakan berbagai program sertifikasi coaching yang mengacu pada standar internasional dan telah memperoleh pengakuan dari International Coaching Federation (ICF).
Program yang ditawarkan berfokus pada pengembangan kompetensi coach profesional, mulai dari keterampilan coaching dasar hingga level yang lebih lanjut. Dengan pengalaman panjang dalam penyelenggaraan sertifikasi coaching, Coaching Indonesia menjadi salah satu pilihan utama bagi individu yang ingin mendalami profesi coach secara profesional.
Cocok untuk: Profesional, konsultan, trainer, dan calon coach yang ingin mendapatkan sertifikasi coaching.ractitioner, trainer, manager, dan leader yang ingin menguasai coaching secara mendalam.
4. KPI Consultancy
KPI Consultancy dikenal sebagai perusahaan konsultasi dan pelatihan yang banyak membantu organisasi dalam pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kinerja.
Program Training Coaching mereka dirancang untuk membantu para pemimpin membangun kemampuan coaching yang dapat digunakan dalam mengembangkan performa tim.
Pendekatan KPI Consultancy menghubungkan coaching dengan pencapaian kinerja organisasi. Peserta tidak hanya mempelajari teknik coaching, tetapi juga bagaimana menggunakan coaching sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, akuntabilitas, dan pengembangan karyawan.
Cocok untuk: Organisasi yang ingin mengaitkan coaching dengan peningkatan kinerja dan produktivitas tim.
5. ALC Leadership Management
Profil Singkat
ALC Leadership Management menawarkan program Strategic Coaching yang membantu leader mengembangkan kemampuan coaching sebagai alat untuk meningkatkan kinerja individu maupun organisasi. Program ini menekankan pentingnya coaching dalam mendukung perubahan, pengembangan talent, dan pencapaian tujuan bisnis.
ALC memiliki pengalaman dalam pengembangan leadership dan organizational development sehingga coaching diposisikan sebagai bagian dari strategi pengembangan pemimpin yang lebih luas. Pendekatan ini menjadikan coaching tidak sekadar keterampilan komunikasi, tetapi juga alat untuk memperkuat kapabilitas kepemimpinan.
Cocok untuk: Eksekutif, manager senior, dan organisasi yang ingin memperkuat kapasitas kepemimpinan melalui coaching.
Perbandingan Singkat
| Provider | Fokus Utama | Kelebihan |
|---|---|---|
| PRESENTA | Coaching & Mentoring untuk karyawan/leader | Praktis, aplikatif, banyak roleplay |
| ACT Consulting | Coaching Culture | Fokus pada transformasi organisasi |
| Coaching Indonesia | Professional Coaching | Pendalaman kompetensi coaching |
| KPI Consultancy | Coaching untuk Pengembangan Tim | Praktis dan mudah diterapkan |
| ALC Leadership Management | Strategic Coaching | Coaching terhubung dengan strategi bisnis |
Mengapa Training Coaching & Mentoring Menjadi Kompetensi Wajib Setiap Pemimpin?
Banyak perusahaan menghabiskan anggaran besar untuk mencari, merekrut, dan mempromosikan talenta terbaik.
Namun satu hal yang sering terlewat: membekali para manajer lini dan team leader dengan kompetensi yang justru paling menentukan performa tim, yaitu kemampuan coaching dan mentoring.
Riset Gallup menunjukkan bahwa manajer langsung memegang peranan sangat besar dalam membentuk engagement karyawan, bahkan menyumbang setidaknya 70% dari variasi tingkat engagement tim. Temuan ini menegaskan bahwa pengaruh seorang manajer jauh lebih kuat dibandingkan faktor-faktor seperti gaji, fasilitas kantor, maupun program engagement perusahaan semata.
Dengan kata lain, kualitas seorang atasan dalam membimbing, mendengarkan, dan mengembangkan anak buahnya adalah faktor pembeda nomor satu antara tim yang unggul dan tim yang stagnan.
Masalahnya, sebagian besar manajer dipromosikan karena kemampuan teknis atau senioritas, tanpa pembekalan sebagai coach dan mentor yang baik bagi timnya.
Hasilnya: instruksi tanpa pengembangan, evaluasi tanpa dialog, dan potensi anak buah yang tidak pernah benar-benar tergali.
Jadi, program apa yang paling efektif untuk mengubah para manajer fungsional menjadi pemimpin yang juga mampu menjadi coach dan mentor bagi timnya?
Jawabannya : training coaching & mentoring.
Masalah Nyata dalam Membangun Coaching Culture di Organisasi
Dalam berbagai sesi training yang telah dijalankan PRESENTA bersama perusahaan dan lembaga lintas industri di Indonesia, pola yang sama terus berulang.
Ada dua lapis tantangan yang dihadapi organisasi:
Tantangan Menciptakan Coaching Culture di Level Organisasi
- Manajer dipromosikan tanpa pembekalan people development skills, sehingga meskipun kompeten secara teknis, mereka belum terlatih membimbing orang lain
- Tidak adanya proses coaching dan mentoring yang terstruktur, membuat interaksi atasan-bawahan sebatas instruksi dan evaluasi kinerja tahunan
- Minimnya pemahaman perbedaan coaching, mentoring, dan counseling, sehingga ketiganya sering tercampur dan tidak efektif
- Lemahnya budaya feedback dua arah, karena constructive feedback masih dianggap konfrontatif alih-alih sarana pengembangan
- Belum adanya competency model yang mendefinisikan standar kompetensi coaching & mentoring di setiap level kepemimpinan
- Coaching dianggap sebagai tugas tambahan, padahal seharusnya menjadi bagian inti dari peran seorang leader
Tantangan bagi Manajer Lini dan Team Leader sebagai Coach & Mentor
- Mendengarkan secara aktif tanpa terburu-buru memberi solusi atau menyela
- Menguasai teknik bertanya yang membuka kesadaran anak buah, jauh melampaui sekadar menginterogasi
- Memberikan feedback yang membangun tanpa membuat anak buah defensif
- Menangani percakapan sulit saat performa anak buah tidak sesuai harapan
- Membangun kepercayaan sebagai prasyarat agar proses coaching dan mentoring berjalan terbuka
- Konsisten menjalankan sesi coaching dan mentoring di tengah kesibukan operasional sehari-hari
Coaching culture yang kuat dan kemampuan leader as coach yang matang adalah kunci untuk memberdayakan potensi maksimal anggota tim, membangun pipeline kepemimpinan internal, dan menciptakan organisasi yang terus belajar dan berkembang.
I absolutely believe that people, unless coached, never reach their maximum capabilities. — Bob Nardelli, former CEO, Home Depot
Apa yang Harus Dicari dalam Program Training Coaching & Mentoring yang Baik?
Sebelum memilih vendor atau program, tim HR dan L&D perlu mengevaluasi beberapa kriteria kunci.
Berikut panduan lengkap yang dapat digunakan sebagai checklist seleksi:
1. Pengalaman dan Rekam Jejak yang Dapat Diverifikasi
Program training coaching & mentoring yang kredibel biasanya didukung oleh:
- Lama beroperasi: semakin lama, semakin teruji metodologi dan kualitasnya
- Portofolio klien korporasi lintas industri yang bisa diverifikasi secara publik
- Trainer yang juga berpengalaman sebagai praktisi, bukan sekadar akademisi yang menghafal teori coaching
- Testimoni peserta yang autentik dari perusahaan ternama
- Rating publik seperti Google Reviews yang bisa dicek siapa saja
2. Kelengkapan Metode Pengembangan
Satu sesi workshop saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan seorang manajer yang sudah lama memimpin dengan gaya instruktif.
Program yang efektif umumnya mencakup:
| Metode | Fungsi |
|---|---|
| Training Needs Analysis (TNA) | Memetakan gap kompetensi coaching & mentoring sebelum program dirancang |
| Training / Workshop | Transfer pengetahuan, keterampilan, dan pembentukan coaching mindset |
| Pair Coaching & Mentoring Practice | Latihan menjalankan sesi coaching dan mentoring sungguhan dengan rekan peserta |
| Studi Kasus & Roleplay | Belajar dari skenario nyata yang relevan dengan tantangan tim sehari-hari |
| Observation & Personal Feedback | Umpan balik langsung atas praktik coaching dan mentoring yang dilakukan peserta |
| Individual Report | Laporan perkembangan tiap peserta yang terukur |
| Coaching Session Pasca-Training | Pendampingan lanjutan agar kebiasaan baru benar-benar melekat di tempat kerja |
Program yang hanya mengandalkan ceramah satu arah cenderung gagal mengubah kebiasaan memimpin.
Perubahan leadership behavior yang berkelanjutan membutuhkan pendekatan experiential learning dan praktik berulang, jauh melampaui teori GROW Model di atas slide presentasi.
Vendor yang baik menerapkan instructional design yang terstruktur. Salah satu kerangka yang paling diakui secara global adalah ADDIE Model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation): metodologi desain instruksional sistematis yang memastikan program dibangun berdasarkan kebutuhan nyata, dieksekusi dengan tepat, dan dievaluasi secara terukur.
3. Cakupan Jenjang Kepemimpinan dan Kejelasan Learning Outcomes
Kebutuhan seorang first-line supervisor berbeda dengan middle manager, dan berbeda lagi dengan senior leader yang membina banyak tim sekaligus.
Program yang komprehensif harus mampu menjawab kebutuhan manajer lini, supervisor, dan team leader yang berperan langsung membina anggota timnya.
Yang tidak kalah penting: setiap program harus memiliki learning outcomes yang jelas dan terukur, lebih dari sekadar daftar topik atau judul sesi.
Learning outcomes yang baik menjawab pertanyaan konkret: “Setelah training ini, peserta akan mampu menjalankan sesi coaching atau mentoring seperti apa yang sebelumnya belum bisa mereka lakukan?”
Vendor yang tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan spesifik perlu dipertanyakan kualitasnya.
4. Profil dan Kredensial Fasilitator
Kualitas fasilitator adalah faktor penentu utama keberhasilan training coaching & mentoring.
Berbeda dari pelatihan teknis, soft skills training seperti ini sangat bergantung pada kemampuan fasilitator membangun kepercayaan, membaca dinamika kelompok, dan mempraktikkan sendiri apa yang diajarkan.
Evaluasi latar belakang trainer dengan mempertanyakan:
- Apakah trainer pernah menduduki posisi senior seperti HR Director, Head of Learning, atau Chief Human Capital Officer di perusahaan ternama?
- Apakah memiliki sertifikasi coaching profesional yang diakui secara internasional, misalnya dari International Coach Federation (ICF)?
- Apakah berpengalaman menangani klien dari berbagai sektor industri, melampaui satu jenis perusahaan?
- Apakah trainer benar-benar berperan sebagai executive coach atau mentor bagi pemimpin senior di dunia nyata, jauh melampaui sekadar mengajarkan teorinya di kelas?
5. Metodologi Evaluasi Pasca-Training
Program yang berkelanjutan dapat menggunakan Kirkpatrick’s Learning Evaluation Model sebagai standar evaluasi:
- Level 1 (Reaction): Kepuasan peserta terhadap program
- Level 2 (Learning): Sejauh mana peserta memahami perbedaan coaching, mentoring, dan counseling, serta menguasai teknik intinya
- Level 3 (Behavior): Apakah peserta benar-benar menjalankan sesi coaching dan mentoring di tempat kerja setelah training selesai?
- Level 4 (Results): Apakah ada dampak bisnis yang terukur, misalnya peningkatan engagement tim, retensi karyawan, atau kesiapan suksesi kepemimpinan?
6. Repeat Order dan Rating Publik
Cara paling sederhana untuk memvalidasi kualitas vendor adalah bertanya: “Berapa persen klien Anda melakukan repeat order untuk program leadership lainnya?” dan “Berapa rating Google Reviews Anda?”
Tingkat repeat order yang tinggi adalah sinyal paling kuat bahwa program tersebut benar-benar mengubah cara manajer memimpin timnya, jauh melampaui acara training satu kali yang menyenangkan namun tidak berbekas.
Kesulitan membantu karyawan berkembang secara konsisten?
Coaching dan mentoring yang efektif dapat membantu anggota tim meningkatkan performa, membangun kepercayaan diri, dan mencapai potensi terbaiknya. PRESENTA membantu organisasi membangun kemampuan coaching yang dapat langsung diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Konsultasikan Kebutuhan TimMengenal PRESENTA: Training Provider Coaching & Mentoring Terpercaya di Indonesia
Di antara berbagai training provider yang ada di Indonesia, PRESENTA telah membangun reputasi yang solid dalam bidang leadership development dan pengembangan SDM, termasuk program coaching & mentoring untuk manajer lini.
Didirikan secara resmi sebagai badan hukum pada tahun 2015 dengan nama PT Presenta Edukreasi Nusantara, PRESENTA telah menyelenggarakan berbagai program skills development untuk berbagai perusahaan dan lembaga di Indonesia.
Lebih dari 1.500 peserta training telah memberikan rating Bintang 5 di Google Reviews, menjadikan PRESENTA sebagai salah satu training provider terbaik di Indonesia.
Metodologi SMART Learning: Lebih dari Sekadar Workshop
PRESENTA dikenal dengan pendekatan proprietary bernama SMART Learning Method, sebuah kerangka metodologi yang memastikan setiap program, baik tatap muka maupun online, menjadi efektif, praktis, dan mudah diaplikasikan dalam dunia nyata.
PRESENTA juga mengadopsi metode experiential learning terkini untuk memastikan semua pelatihan coaching & mentoring menjadi sangat interaktif, insightful, dan berkesan.
Trainer Coaching & Mentoring PRESENTA
Salah satu keunggulan paling signifikan PRESENTA adalah kualitas tim trainernya.
Trainer coaching & mentoring PRESENTA adalah praktisi senior dengan rekam jejak nyata memimpin fungsi-fungsi besar di perusahaan multinasional, jauh melampaui fasilitator yang hanya berlatar belakang akademis.
Laksmi Tobing memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di Unilever, mulai dari Management Trainee hingga menjabat HR Director untuk berbagai fungsi, termasuk Marketing, R&D, Consumer Insight, dan Corporate Functions.
Laksmi juga pernah menjabat sebagai Head of Corporate Learning Unilever, dan membawa Unilever Indonesia memenangkan MAKE Award (Most Admired Knowledge Enterprise) tingkat Indonesia maupun Asia selama beberapa tahun berturut-turut.
Ia dikenal sebagai fasilitator dan Certified Coach, serta pengajar program 7 Habits of Highly Effective People untuk berbagai perusahaan dan lembaga di Indonesia.
Rudy Afandi berpengalaman lebih dari 20 tahun di berbagai bidang Human Resource, baik di Indonesia maupun di sejumlah negara (India, Arab Saudi, dan Singapura), termasuk lebih dari 10 tahun menjabat posisi HR Director di Unilever dan General Electric, serta terakhir sebagai Chief of Human Capital Officer di PT XL Axiata Tbk.
Rudy kerap memberikan seminar dan pelatihan terkait Leadership/Supervisory, Talent Management, Organization Transformation, serta Pengembangan Karier.
Ia juga merupakan professional coach bersertifikasi dari International Coach Federation (ICF).
Kombinasi pengalaman praktisi nyata di level eksekutif ini adalah jaminan bahwa materi coaching & mentoring yang diajarkan bersumber dari pengalaman nyata memimpin ribuan karyawan di perusahaan-perusahaan besar, jauh melampaui teori dari buku teks.
Klien Korporasi dari Berbagai Industri Terkemuka
PRESENTA telah dipercaya oleh puluhan perusahaan dan lembaga ternama di Indonesia, lintas industri, untuk program leadership, coaching & mentoring, maupun soft skill development lainnya:
FMCG & Consumer Goods: Unilever, Ajinomoto, Frisian Flag, Garudafood, Great Giant Foods, Aqua
Perbankan & Keuangan: Bank Indonesia, Bank Mandiri, BRI, BRI Danareksa Sekuritas, BRINS, BNI, BCA, Danamon, Bank Syariah Indonesia (BSI), Allianz, FWD, Asuransi Jasindo, Jasa Raharja
Telekomunikasi & Teknologi: Indosat Ooredoo Hutchison, Telkom Indonesia, Telkom CorpU, Lenovo, Samsung
E-commerce & Ritel: Lazada, Indomaret, Bluebird, Meratus, Cogindo
Energi & Infrastruktur: Pertamina, Pertamina Gas Negara, PLN, Bukit Asam, PT Petrokimia Gresik, Wika, Adhi Karya, Len Railway Systems, HK
Otomotif: Toyota, Nissan
Lembaga Pemerintah & BUMN: Kementerian Kesehatan RI, Kemnaker, Sekretariat Kabinet RI, BKN, Badan POM, KPK, LKPP, LAN RI, Komisi Aparatur Sipil Negara
Lainnya: tiket.com, PT HM Sampoerna, Dompet Dhuafa, Friedrich Ebert Stiftung, KT&G, Sequis
Keberagaman ini membuktikan bahwa pendekatan PRESENTA adaptif dan relevan lintas konteks bisnis, mulai dari korporasi multinasional, BUMN, hingga lembaga pemerintah yang sama-sama membutuhkan manajer lini dengan kemampuan coaching dan mentoring yang matang.
Smart Coaching & Mentoring: Program Unggulan PRESENTA
Training Coaching & Mentoring PRESENTA dirancang untuk membekali manajer lini, supervisor, dan team leader organisasi dengan kompetensi sebagai coach dan mentor yang baik bagi timnya.
Pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu membimbing, mendukung, dan mengembangkan timnya, jauh melampaui sekadar memberi instruksi dan mengevaluasi hasil kerja.
Inilah esensi dari leader as coach: pemimpin yang sanggup membangun dan mengembangkan anggota tim kerjanya sendiri.
Melalui proses coaching, mentoring, dan counseling yang tepat, para leader dapat mengembangkan people development skills mereka, belajar bekerja sama secara lebih efektif, dan membangun hubungan yang lebih kuat dengan anggota timnya, sembari tetap mengarahkan tim mencapai target organisasi jangka pendek maupun jangka panjang.
Dalam training ini peserta akan belajar untuk:
- Memahami perbedaan mendasar antara coaching, mentoring, dan counseling
- Mengerti alur proses coaching & mentoring yang praktis dan terstruktur
- Mampu mendengarkan secara aktif dan berkomunikasi secara efektif
- Menguasai teknik bertanya yang tepat dalam sesi coaching & mentoring
- Sanggup memberikan constructive feedback yang membangun dan menguatkan
- Mempraktikkan langsung coaching & mentoring kepada anggota tim melalui simulasi dan roleplay
Silabus Training Smart Coaching & Mentoring (8 Sesi, 2 Hari)

Hari Ke-1: Membangun Fondasi sebagai Coach & Mentor
Sesi 1: Leader Sebagai Coach dan Mentor
- Perbedaan mendasar antara coaching, mentoring, dan counseling
- Mengapa leader terbaik adalah coach & mentor yang kuat bagi timnya
- Kompetensi dan key skills yang wajib dimiliki seorang coach & mentor
- Menjadi coach & mentor idaman yang dipercaya anggota tim
Sesi 2: GROW Model untuk Coaching & Mentoring
- Alur coaching & mentoring praktis menggunakan GROW Model (Goal, Reality, Options, Will)
- Latihan menyusun GROW Coaching Questions untuk berbagai situasi
- Studi kasus penerapan GROW Model di tempat kerja
Sesi 3: Practical Coaching Skill Mastery
- Teknik active listening dan probing dalam sesi coaching
- Komunikasi efektif yang membangun kepercayaan dalam proses coaching
- Latihan menyusun powerful questions yang membuka kesadaran coachee
- Studi kasus dan roleplay coaching
Sesi 4: Coaching in Action
- Menciptakan sesi coaching yang insightful dan mencerahkan bagi coachee
- Pair Coaching Practice: praktik coaching berpasangan antarpeserta
- Observation & personal feedback atas praktik coaching yang dilakukan
Hari Ke-2: Menguasai Kompetensi dan Teknik Mentoring yang Efektif
Sesi 5: Proses Mentoring yang Efektif dan Berdampak Besar
- Prinsip kunci membangun rasa saling percaya dan saling hormat antara mentor dan mentee
- Menciptakan fondasi hubungan yang sukses antara mentor dan mentee
- Goal setting dan menyusun mentoring plan yang realistis
Sesi 6: Teknik Bertanya: Kunci Utama Mentoring yang Efektif
- Mengapa kemampuan bertanya menjadi kompetensi inti seorang mentor
- Perbedaan dan penggunaan open question dan closed question
- Mengenal four levels of question dalam proses mentoring
Sesi 7: Memberikan Constructive Feedback dalam Mentoring
- Memahami apa itu feedback dan mengapa sering disalahpahami
- Teknik memberikan feedback yang membangun tanpa membuat mentee defensif
- Menangani percakapan sulit saat diskusi mentoring tidak berjalan mulus
- Roleplay dan praktik memberikan feedback secara langsung
Sesi 8: Mentoring in Action
- Menciptakan diskusi mentoring yang berkualitas dan bermakna
- Pair Mentoring Practice: praktik mentoring berpasangan melalui roleplay
- Observation & personal feedback atas praktik mentoring yang dilakukan
Ingin membangun budaya coaching yang lebih kuat di perusahaan?
Organisasi yang memiliki coaching culture yang baik cenderung memiliki tim yang lebih mandiri, kolaboratif, dan siap menghadapi perubahan. Program Coaching & Mentoring PRESENTA membantu perusahaan mengembangkan para leader yang mampu menjadi coach dan mentor yang efektif.
Pelajari ProgramnyaMetode Pelatihan: Interaktif, Insightful, dan Berkesan
PRESENTA memadukan kombinasi yang tepat antara teori dan praktik untuk menjamin proses transfer knowledge dan kompetensi saat pelatihan berjalan optimal.
Training coaching & mentoring diselenggarakan dengan kombinasi metode:
- Presentasi & Pemaparan: transfer konsep dan framework coaching/mentoring yang jelas dan mudah diikuti
- Diskusi Kelompok & Sharing: mendalam, mengaktifkan pengalaman peserta sebagai manajer dalam konteks kerja nyata
- Studi Kasus & Penugasan: belajar dari situasi nyata yang relevan lintas industri
- Demonstrasi & Games Seru: membangun energi dan pemahaman melalui pengalaman langsung
- Praktik Komunikasi Langsung: pair coaching dan pair mentoring practice secara intensif dengan observasi dan feedback personal
Pendekatan experiential learning ini memastikan peserta telah sungguh-sungguh berlatih menjalankan coaching dan mentoring sebelum kembali ke tempat kerja, jauh melampaui sekadar memahami teorinya di kelas.
Alur Program yang Terstruktur: Lebih dari Sekadar Training Satu Hari
Yang membedakan PRESENTA dari provider biasa adalah struktur program 4 tahap yang komprehensif:
Tahap 1: Pra Training
Tahap ini terdapat Pre-read & pre-test untuk mempersiapkan peserta.
Pada paket Advanced dan Premier, dilengkapi dengan Assessment Lengkap dan Custom Material yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik perusahaan melalui proses TNA (Training Needs Analysis), misalnya menyesuaikan studi kasus dengan tantangan tim yang sedang dihadapi peserta.
Tahap 2: Training
Pelaksanaan training online atau offline sesuai silabus, menggunakan SMART Learning Method dengan kombinasi presentasi, diskusi kelompok, studi kasus, pair coaching/mentoring practice, dan praktik langsung.
Tahap 3: After Training Program
Report Training, akses PRESENTA Academy, Individual Report (Advanced/Premier), dan penugasan untuk memastikan peserta sungguh-sungguh menjalankan sesi coaching dan mentoring di tempat kerja, melampaui sekadar menyimpan ilmu di kelas.
Tahap 4: Program Lanjutan (Advanced/Premier)
Coaching Session minimal 3 kali (online) bersama trainer untuk memastikan peserta konsisten menerapkan kebiasaan coaching dan mentoring baru.
Tahap ini juga mencakup Pemeriksaan Lanjutan oleh psikolog atau assessor bersertifikasi, serta Comprehensive Individual Report yang memuat hasil lengkap selama 3 hingga 6 bulan pendampingan.
Tiga Paket Layanan yang Fleksibel
PRESENTA menyediakan tiga tingkatan paket untuk menyesuaikan kebutuhan dan anggaran perusahaan:
| Layanan | BASIC | ADVANCED | PREMIER |
|---|---|---|---|
| Training Kit | ✓ | ✓ | ✓ |
| General Report | ✓ | ✓ | ✓ |
| Presenta Academy Access | ✓ | ✓ | ✓ |
| Certificate of Attendance | ✓ | ✓ | ✓ |
| Individual Report | – | ✓ | ✓ |
| Coaching Session (3x) | – | ✓ | ✓ |
| Detailed Individual Report | – | – | ✓ |
| Special Assignment | – | – | ✓ |
| Comprehensive Training Report | – | – | ✓ |
Untuk detail harga program training Coaching & Mentoring PRESENTA ADALAH Rp50juta/2 hari, hubungi tim PRESENTA untuk konsultasi training. Silabus dapat dikustomisasi berdasarkan jenjang kepemimpinan dan tantangan spesifik yang dihadapi setiap perusahaan.
Layanan Online Training dengan Broadcasting Technology
PRESENTA dapat melakukan pelatihan online dengan sistem broadcasting OBS Streamlabs dan live streaming melalui YouTube.
Coaching & mentoring training online yang diselenggarakan dari Jakarta ini memiliki beberapa keunggulan:
- Desain pelatihan online terkini: tampilan full screen yang menyerupai training offline
- Trainer praktisi berpengalaman: kualitas fasilitator yang sama dengan program tatap muka
- Teknologi & alat mumpuni: multi-angle camera, zooming langsung saat demonstrasi pair coaching dan mentoring practice
- Fasilitator online interaktif: ice breaking, games, Kahoot, Mentimeter, dan breakout room untuk latihan roleplay virtual
Ini berarti peserta dari seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua, dapat mengikuti program leader as coach dengan kualitas yang sama persis seperti yang diselenggarakan di Jakarta.
Apa Kata Peserta Training PRESENTA?
PRESENTA telah dipercaya oleh ribuan profesional dari berbagai industri untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan pengembangan SDM.
Program Coaching & Mentoring PRESENTA secara konsisten mendapatkan apresiasi karena materinya yang praktis, mudah dipahami, dan langsung dapat diterapkan dalam percakapan sehari-hari antara leader dan anggota tim.
“Training ini sangat bermanfaat untuk mengubah mindset tentang coaching, dan penting untuk pengembangan talent yang ada di Kao.
— Sisca Gunawan, Trade Marketing – PT KAO Indonesia
“Sangat bermanfaat untuk mengubah mindset leader yang lebih mengedepankan sustainable change kepada subordinate“
— I Gusti Ngurah Agung Riyandi, AVP Cloud and Data Analytics, Indosat Ooredoo Hutchison
“Training ini bagus sekali dan sangat bermanfaat. Saya mendapatkan ilmu dan pengetahuan yg baru untuk dapat diaplikasikan sehingga diharapkan dapat menunjang kinerja unit kerja saya secara spesifik dan Sekretariat Kabinet pada umumnya”
— Yuyu Mulyani, Asisten Deputi Bidang Naskah dan Penerjemahan – Sekretariat Kabinet
Pola yang konsisten dari semua testimoni: materi yang aplikatif, penyampaian yang mudah dipahami, dan trainer yang sangat berpengalaman.
Tiga pilar inilah yang paling sering disebutkan peserta sebagai keunggulan utama PRESENTA dibanding provider lain.
Format Program yang Fleksibel Sesuai Kebutuhan Perusahaan
PRESENTA menyediakan berbagai format program untuk menyesuaikan skala, anggaran, dan kebutuhan spesifik organisasi Anda.
1. In-House Training (In-Company Training)
Program yang dirancang dan diselenggarakan eksklusif untuk satu perusahaan.
Materi, studi kasus, dan dinamika diskusi disesuaikan penuh dengan struktur organisasi, gaya kepemimpinan, dan tantangan tim yang dihadapi perusahaan Anda.
Tersedia dalam tiga mode pelaksanaan:
Offline (Tatap Muka): diselenggarakan di lokasi pilihan perusahaan, seperti ruang training kantor, hotel, atau venue khusus. Format paling imersif untuk program yang melibatkan banyak pair coaching dan mentoring practice. Dapat diselenggarakan di seluruh Indonesia termasuk luar Jawa.
Online (Virtual): melalui Zoom, Cisco Webex, atau Microsoft Teams, didukung studio broadcasting profesional PRESENTA. Ideal untuk perusahaan dengan manajer dan team leader yang tersebar di banyak kota atau cabang.
Hybrid: kombinasi tatap muka dan online dalam satu sesi terpadu. Cocok untuk perusahaan dengan kantor pusat dan cabang di berbagai kota.
2. Semi-Public Training (Kelas Kecil)
Format yang menggabungkan fleksibilitas kurikulum in-house dengan keterbukaan lingkungan diskusi public training.
Cocok untuk:
- Perusahaan kecil atau startup dengan beberapa manajer lini yang perlu dibekali kemampuan coaching & mentoring
- HR yang ingin mencoba kualitas program PRESENTA sebelum berkomitmen ke in-house skala besar
- Perusahaan yang ingin mengirim beberapa manajer dari divisi berbeda ke program yang sama agar bisa saling belajar dari konteks bisnis yang beragam
Untuk jumlah minimal peserta per batch, durasi, dan harga, silakan hubungi tim PRESENTA secara langsung.
3. Public Training (Open Class)
PRESENTA secara berkala membuka kelas publik untuk program unggulan.
Keunggulan format ini: peserta berinteraksi dengan manajer dan team leader lintas industri, pilihan paling efisien untuk perusahaan yang hanya ingin mengirim 1 hingga 5 peserta, dan biaya per peserta lebih terjangkau dibanding program in-house.
Ingin meningkatkan kemampuan coaching dan mentoring para leader di perusahaan?
Coaching dan mentoring bukan hanya keterampilan bagi HR atau manajer senior. Seluruh supervisor, manager, dan team leader perlu mampu membimbing, memberikan feedback, dan membantu anggota tim berkembang. PRESENTA membantu organisasi membangun kompetensi coaching dan mentoring yang praktis, aplikatif, dan berdampak langsung pada performa tim.
Minta Rekomendasi ProgramKisah Sukses: Studi Kasus Implementasi Training Coaching & Mentoring PRESENTA
Smart Coaching: Building Leader as Coach — PT Kao Indonesia (Juni 2026)
Implementasi berikutnya dijalankan untuk PT Kao Indonesia yang beroperasi di industri FMCG dan dikenal dengan standar operasional dan pengembangan SDM yang tinggi.
Detail Pelaksanaan:
- Klien: PT Kao Indonesia
- Program: Smart Coaching: Building Leader as Coach
- Waktu: Juni 2026
- Tempat: Jakarta (tatap muka)
- Durasi: 08.30 – 16.30 WIB (1 hari)
- Jumlah Peserta: 24 orang
- Trainer: Laksmi Tobing
Tujuan Pelatihan
Dalam training intensif satu hari ini, peserta PT Kao Indonesia dibekali kemampuan praktis coaching untuk membangun tim yang solid dan unggul.
Di akhir pelatihan, peserta diharapkan mampu memahami beragam gaya kepemimpinan dan ciri pemimpin berkualitas, memahami perbedaan coaching, counseling, dan mentoring beserta prinsip dan peran utama leader sebagai seorang coach, melakukan teknik backtracking untuk membangun kepercayaan (building rapport), mendengarkan secara empatik serta menggunakan open-ended dan closed-ended question secara tepat, hingga mempraktikkan coaching secara efektif dan insightful menggunakan GROW Model.
Hasil Pre Test dan Post Test
Salah satu hasil yang paling menonjol dari program ini adalah data pre test dan post test yang terukur. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman sebesar 141% pada nilai pre-test ke post-test.
Peningkatan ini didukung oleh praktik langsung, presentasi kelompok, serta diskusi interaktif yang dilakukan selama sesi pelatihan, dan menunjukkan bahwa transfer pengetahuan berlangsung secara efektif meski program dipadatkan dalam satu hari.
Hasil Evaluasi dari Peserta
Tentang Materi:
Secara keseluruhan, materi yang diberikan dinilai bermanfaat oleh peserta.
Peserta menilai materi pelatihan sangat baik, mudah diingat dan dipahami, serta menambah wawasan baru terkait skill coaching.
Materi yang diberikan dinilai sangat relevan sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari, dan peserta merasakan peningkatan skill serta pengetahuan setelah mengikuti pelatihan ini.
Tentang Proses Pelatihan:
Seluruh peserta merasa senang dengan proses pelatihan yang berlangsung, dinilai sangat baik, bermanfaat, insightful, dan mudah dimengerti.
Secara keseluruhan, peserta merekomendasikan training ini kepada orang lain.
Tentang Trainer:
Trainer dinilai sangat baik oleh peserta karena profesional dan sangat menguasai materi.
Trainer menyampaikan materi dengan sangat baik dan informatif sehingga mudah dipahami peserta.
Trainer dinilai mampu menjawab pertanyaan yang diajukan, dengan interaksi dua arah selama pelatihan.
Trainer juga dinilai bersikap melayani peserta dan mampu memimpin diskusi, dengan teknik penyampaian yang membuat peserta lebih semangat mengikuti training.
Rekomendasi Tindak Lanjut dari PRESENTA
Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi selama pelatihan, PRESENTA merekomendasikan beberapa langkah kepada PT Kao Indonesia.
Secara keseluruhan peserta merasa puas dan mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaannya.
PRESENTA merekomendasikan agar peserta mengikuti sesi coaching pasca training untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dipelajari, sekaligus mendapatkan feedback langsung dari trainer terkait penerapan skill coaching di tempat kerja. PRESENTA menyediakan layanan coaching pasca training ini sebagai pelengkap program training yang sudah berjalan.
Peserta disarankan terus mengasah kemampuan barunya dan diberi kesempatan mempraktikkannya, termasuk sharing kepada rekan kerja agar pengetahuan yang diperoleh tidak hilang.
PRESENTA merekomendasikan agar program ini diperluas ke seluruh karyawan dengan materi yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok peserta.
Studi kasus PT Kao Indonesia membuktikan dua hal sekaligus: pertama, bahwa program coaching PRESENTA efektif bahkan dalam format satu hari tatap muka, dengan lonjakan pemahaman peserta sebesar 141% yang terukur secara kuantitatif. Kedua, bahwa perusahaan multinasional dengan standar SDM tinggi seperti PT Kao Indonesia pun memilih PRESENTA sebagai mitra pengembangan kompetensi coaching para pemimpinnya.
Smart Coaching and Mentoring: Perum Perhutani (Mei 2025)

Salah satu implementasi terbaru program Smart Coaching and Mentoring PRESENTA dilaksanakan untuk Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani), BUMN pengelola hutan negara yang membawahi ribuan karyawan di berbagai unit kerja lintas wilayah di Indonesia.
Detail Pelaksanaan:
- Klien: Perum Perhutani
- Program: Smart Coaching and Mentoring
- Waktu: Mei 2025
- Tempat: Zoom Meeting (online)
- Durasi: 08.30 – 16.00 WIB (2 hari)
- Jumlah Peserta: 24 orang
- Trainer: Laksmi Tobing
Tujuan Pelatihan
Dalam training intensif dua hari ini, peserta Perum Perhutani dibekali kemampuan praktis coaching sekaligus pemahaman mendalam tentang perbedaannya dengan mentoring, untuk membangun tim yang solid dan unggul serta memecahkan masalah secara sistematis.
Pada hari pertama, peserta diajak memahami beragam gaya kepemimpinan dan ciri pemimpin berkualitas, perbedaan coaching, mentoring, dan counseling, prinsip serta keunggulan coaching, peran leader sebagai seorang coach, hingga teknik building rapport termasuk backtracking untuk membangun kepercayaan.
Pada hari kedua, materi berlanjut ke level listening skill dan praktik SIR Method serta empathic listening, teknik membedakan dan menyusun open-ended dan closed-ended question, penerapan GROW Model untuk coaching yang praktis dan efektif, tantangan serta tipe-tipe mentoring, hingga teknik memberikan dan menerima feedback dalam mentoring.
Hasil Evaluasi dari Peserta
Tentang Materi:
Secara keseluruhan, materi yang diberikan dinilai bermanfaat oleh peserta.
Materi disampaikan dengan sangat baik, mudah diingat, dan mudah dipahami, serta dinilai menambah wawasan baru terkait teknik coaching and mentoring.
Materi training dianggap relevan sehingga peserta dapat mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari, dan peserta merasakan peningkatan skill serta pengetahuan setelah mengikuti pelatihan ini.
Tentang Proses Pelatihan:
Seluruh peserta merasa senang dengan proses pelatihan yang berlangsung, dinilai bermanfaat, mudah dimengerti, dan memberikan insight baru.
Beberapa peserta memberi masukan untuk perbaikan, di antaranya penambahan waktu pada sesi praktik, manajemen waktu yang lebih baik terutama pada bagian materi mentoring, serta pembagian materi sebelum training dimulai agar diskusi lebih hidup.
Peserta juga mengusulkan agar training berikutnya dilaksanakan secara offline untuk meningkatkan interaksi, lengkap dengan rencana tindak lanjut (follow up) pasca training.
Secara keseluruhan, peserta merekomendasikan training ini kepada orang lain.
Tentang Trainer:
Trainer dinilai sangat baik oleh peserta karena profesional dan sangat menguasai materi.
Trainer dinilai mampu menjawab pertanyaan yang diajukan, dengan interaksi yang berlangsung dua arah selama pelatihan.
Trainer juga dinilai bersikap melayani peserta dan mampu memimpin diskusi, dengan teknik penyampaian yang membuat peserta lebih semangat mengikuti training.

“Online training, tapi tetap menjaga interaksi dengan peserta dan suasana pelatihan yang menyenangkan. Good joob PRESENTA”
— Alifianti Ramadhani, Kepala Seksi Perencanaan Diklar – Perhutani
“Luar biasa pengalaman dan ilmu yang didapatkan lebih dari ekspektasi kami.”
— Triana Nugraheni, Kepala Sub Seksi Perencanaan dan Evaluasi Asesmen – Perhutani
Rekomendasi Tindak Lanjut dari PRESENTA
Berdasarkan hasil evaluasi dan observasi selama pelatihan, PRESENTA merekomendasikan beberapa hal kepada peserta
Secara keseluruhan peserta merasa puas dan mendapatkan pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam pekerjaannya.
Peserta disarankan untuk terus mengasah kemampuan baru yang dipelajari dan diberi kesempatan mempraktikkannya, termasuk sharing kepada rekan kerja agar pengetahuan yang diperoleh tidak hilang.
PRESENTA merekomendasikan agar training ini diperluas ke seluruh karyawan, mengingat kemampuan coaching and mentoring adalah kompetensi penting yang perlu dikuasai semua karyawan, dengan materi yang dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok peserta.
Studi kasus ini menunjukkan bahwa PRESENTA mampu menghadirkan program Smart Coaching and Mentoring yang relevan bagi BUMN sekelas Perum Perhutani, bahkan dalam format online sepenuhnya, dengan hasil evaluasi peserta yang konsisten positif di sisi materi, proses, maupun trainer, sekaligus rekomendasi konkret untuk meningkatkan efektivitas batch-batch berikutnya.
Kesimpulan: Jadikan Coaching & Mentoring Pilar Kepemimpinan di Organisasimu
Di era ketika talenta terbaik semakin mudah berpindah ke perusahaan lain, kemampuan manajer lini untuk membimbing, mendengarkan, dan mengembangkan anggota timnya adalah salah satu faktor retensi yang paling sulit ditiru kompetitor.
Manajer yang mampu menjadi coach dan mentor yang baik tidak hanya mempertahankan talenta, mereka juga mempercepat pengembangan calon pemimpin berikutnya di dalam organisasi.
Training coaching & mentoring adalah investasi yang efeknya berlipat ganda: satu manajer yang terlatih dengan baik akan membina belasan hingga puluhan anak buah selama kariernya, yang pada akhirnya menggerakkan engagement, retensi, dan pipeline kepemimpinan organisasi secara keseluruhan.
PRESENTA, dengan pengalaman sejak 2015 dalam soft skill dan leadership development, rating Bintang 5 Google Reviews dari 1.500+ peserta, tim trainer praktisi senior berlatar belakang HR Director dan Chief Human Capital Officer di perusahaan multinasional (termasuk pemegang sertifikasi Certified Coach dan International Coach Federation/ICF), portofolio 16+ kategori program training, dan daftar klien yang dapat diverifikasi secara publik mulai dari perusahaan multinasional hingga Kementerian RI, adalah pilihan yang layak dipertimbangkan serius oleh setiap perusahaan yang ingin membangun jajaran leader as coach yang andal.

FAQ: Pertanyaan yang Paling Sering Diajukan tentang Training Coaching & Mentoring
Q: Apa perbedaan antara coaching, mentoring, dan counseling?
Coaching berfokus pada pengembangan kinerja atau keterampilan tertentu melalui sesi yang terstruktur, biasanya dengan teknik bertanya agar coachee menemukan jawabannya sendiri.
Mentoring lebih berorientasi pada pengembangan karier jangka panjang, di mana karyawan yang lebih berpengalaman (mentor) membagikan keahlian, wawasan, dan panduan kepada karyawan yang lebih junior (mentee).
Counseling umumnya bersifat lebih personal dan menyentuh aspek emosional atau permasalahan pribadi yang memengaruhi kinerja.
Ketiganya saling melengkapi, dan seorang leader yang baik perlu memahami kapan harus menggunakan masing-masing pendekatan.
Q: Siapa yang perlu mengikuti training coaching & mentoring?
Semua manajer lini, supervisor, dan team leader yang memiliki anak buah, karena merekalah yang secara langsung bertanggung jawab membimbing dan mengembangkan anggota timnya sehari-hari.
Program ini juga relevan bagi calon pemimpin (high-potential employees) yang sedang dipersiapkan untuk naik ke posisi manajerial.
Q: Apa tujuan dan manfaat training coaching & mentoring?
Tujuannya adalah membekali manajer dengan kompetensi membimbing, mendukung, dan mengembangkan anggota tim secara efektif, sehingga organisasi dapat meningkatkan engagement dan retensi karyawan, mempercepat pengembangan kompetensi tim, membangun pipeline kepemimpinan internal yang lebih kuat, dan menciptakan budaya feedback yang sehat di semua level.
Q: Berapa lama durasi training coaching & mentoring PRESENTA?
Program Smart Coaching & Mentoring PRESENTA berlangsung selama 2 hari penuh (8 sesi), mencakup fondasi sebagai coach dan praktik coaching di hari pertama, serta proses dan teknik mentoring di hari kedua.
Dampak maksimal dicapai dengan program yang dilengkapi coaching session lanjutan pasca-training.
Q: Apakah training coaching & mentoring bisa dilakukan secara online?
Ya. pelatihan online di PRESENTA dapat mencakup peserta seluruh Indonesia dengan studio profesional dan sistem broadcasting OBS Streamlabs, menghadirkan kualitas yang mendekati tatap muka, termasuk untuk sesi pair coaching dan pair mentoring practice melalui breakout room.
Q: Apa itu GROW Model dalam coaching?
GROW Model adalah salah satu kerangka coaching paling populer secara global, terdiri dari empat tahap: Goal (menentukan tujuan yang ingin dicapai coachee), Reality (memetakan kondisi nyata saat ini), Options (mengeksplorasi pilihan-pilihan yang tersedia), dan Will (komitmen langkah konkret yang akan dijalankan).
PRESENTA mengajarkan model ini sebagai alur praktis dalam Sesi 2 program Smart Coaching & Mentoring.
Q: Apakah PRESENTA melayani perusahaan di luar Jakarta?
Ya. Program in-house dapat diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia. Format online juga tersedia tanpa batasan geografis.
Q: Apakah ada sertifikat setelah mengikuti training?
Ya. Seluruh peserta mendapatkan Certificate of Attendance yang dapat digunakan untuk melengkapi portofolio pengembangan karier.
Glosarium: Terminologi Penting dalam Dunia Training Coaching & Mentoring
Bagi HR Manager, L&D Specialist, dan siapa pun yang terlibat dalam pengambilan keputusan program pelatihan, memahami terminologi industri adalah kunci untuk berkomunikasi dengan vendor secara setara dan mengevaluasi proposal training dengan lebih kritis.
Coaching adalah teknik pengembangan yang digunakan untuk membantu individu, dari eksekutif hingga karyawan umum, memahami tujuan personal dan profesionalnya melalui proses bertanya yang tepat, umpan balik, dan arahan, sehingga mendorong peningkatan kinerja secara mandiri. Berbeda dari instruksi langsung, coaching menempatkan coachee sebagai pihak yang menemukan jawabannya sendiri.
Di PRESENTA, coaching diajarkan sebagai kompetensi inti seorang leader, jauh melampaui tugas konsultan eksternal. Melalui program Smart Coaching & Mentoring, peserta langsung mempraktikkan sesi coaching nyata bersama rekan peserta menggunakan GROW Model, sehingga mereka benar-benar siap menjalankannya di tempat kerja.
Mentoring adalah proses pengembangan jangka panjang di mana karyawan yang lebih berpengalaman (mentor) memberikan keahlian, dukungan, dan panduan kepada karyawan yang kurang berpengalaman (mentee) untuk mendorong pertumbuhan karier dan kesuksesan di tempat kerja. Mentoring umumnya lebih holistik dan berorientasi karier dibanding coaching yang lebih berfokus pada peningkatan kinerja spesifik.
PRESENTA memandang mentoring sebagai investasi jangka panjang yang paling menguntungkan bagi organisasi. Seorang mentor yang terlatih baik dapat mempercepat kurva pembelajaran mentee hingga bertahun-tahun, sekaligus membangun loyalitas dan pipeline kepemimpinan dari dalam. Inilah mengapa program PRESENTA mengajarkan coaching dan mentoring secara berdampingan dalam satu kurikulum terintegrasi.
Executive Coaching adalah bentuk coaching khusus yang diberikan kepada pemimpin senior untuk membantu mereka membangun kapasitas kepemimpinan dan menghadapi tantangan unik dari peran eksekutif. Melalui teknik bertanya yang mendalam dan fokus pada pertumbuhan personal maupun profesional, executive coach membantu para pemimpin menjadi lebih efektif di posisinya.
PRESENTA menyediakan layanan executive coaching melalui trainer bersertifikasi ICF yang pernah menduduki posisi HR Director dan Chief Human Capital Officer di perusahaan multinasional. Pengalaman praktis di level eksekutif inilah yang membuat sesi coaching PRESENTA terasa relevan dan membumi bagi para pemimpin senior.
Team Coaching adalah bentuk coaching di mana seorang coach bekerja bersama sekelompok individu, baik dari departemen berbeda maupun tim yang sudah ada, untuk meningkatkan dinamika kolaborasi dan saling akuntabilitas antar anggota. Dalam team coaching, kelompok belajar dari coach sekaligus belajar satu sama lain.
Dalam program Smart Coaching & Mentoring PRESENTA, elemen team coaching hadir melalui sesi pair practice dan debriefing kelompok, di mana peserta bergiliran menjadi coach, coachee, dan observer. Dinamika ini membangun kepekaan peserta terhadap berbagai gaya coaching dan memperkaya perspektif mereka secara signifikan.
Reverse Mentoring adalah praktik mentoring yang membalik hierarki tradisional, di mana karyawan junior membimbing karyawan senior, umumnya untuk menjembatani kesenjangan generasi atau teknologi di dalam organisasi. Pendekatan ini mendorong pembelajaran dua arah dan memperkaya keragaman sudut pandang di semua level.
PRESENTA mendorong perusahaan klien untuk mempertimbangkan reverse mentoring sebagai pelengkap program coaching & mentoring konvensional, terutama dalam konteks transformasi digital dan pengelolaan tim lintas generasi. Kompetensi mendengarkan dan bertanya yang dilatih dalam program PRESENTA menjadi fondasi yang sama pentingnya, baik untuk mentor senior maupun junior.
GROW Model adalah kerangka coaching praktis yang terdiri dari empat tahap: Goal (menentukan tujuan coachee), Reality (memetakan kondisi nyata saat ini), Options (mengeksplorasi pilihan yang tersedia), dan Will (komitmen langkah konkret yang akan dijalankan). GROW Model adalah salah satu alur coaching paling banyak digunakan di dunia korporat karena strukturnya yang sederhana namun sangat efektif.
GROW Model adalah tulang punggung kurikulum coaching PRESENTA. Peserta tidak hanya memahami keempat tahapnya secara konseptual, tetapi berlatih menyusun GROW Coaching Questions yang spesifik dan langsung mempraktikkannya dalam sesi pair coaching. Hasilnya: peserta pulang dengan alur coaching yang siap dijalankan sejak hari pertama kembali ke tempat kerja.
Active Listening adalah kemampuan mendengarkan secara penuh perhatian, memahami maksud di balik kata-kata lawan bicara, dan merespons secara tepat, jauh melampaui sekadar menunggu giliran berbicara. Active listening adalah kompetensi inti seorang coach dan mentor, karena kualitas pertanyaan yang diajukan sangat bergantung pada seberapa dalam mereka benar-benar mendengarkan.
Dalam program PRESENTA, active listening diajarkan secara eksplisit melalui SIR Method dan teknik empathic listening. Peserta berlatih mengenali perbedaan antara mendengarkan untuk merespons dan mendengarkan untuk memahami, sebuah pergeseran kecil yang mengubah kualitas sesi coaching dan mentoring secara dramatis.
360-Degree Feedback adalah metode evaluasi kinerja di mana umpan balik dikumpulkan dari berbagai pihak yang berinteraksi langsung dengan karyawan tersebut, mulai dari atasan, rekan kerja, hingga bawahan. Pendekatan ini memberikan gambaran yang jauh lebih lengkap dan objektif dibanding penilaian dari satu arah saja.
PRESENTA merekomendasikan 360-degree feedback sebagai alat evaluasi pasca-training untuk mengukur perubahan nyata perilaku coaching seorang manajer di mata timnya. Ini adalah cara paling konkret untuk membuktikan bahwa program coaching & mentoring telah mengubah cara manajer memimpin, jauh melampaui sekadar mengubah pemahaman di atas kertas.
Developmental Feedback adalah umpan balik yang diberikan dengan tujuan mendorong pertumbuhan dan perbaikan, bukan menghakimi atau mengevaluasi semata. Dalam konteks coaching dan mentoring, kemampuan memberikan developmental feedback secara konstruktif adalah salah satu keterampilan yang paling sulit dikuasai namun paling berdampak.
PRESENTA menempatkan teknik pemberian feedback sebagai satu sesi penuh dalam kurikulum mentoring. Peserta berlatih langsung menggunakan format IOI (Impact, Observation, Improvement) dan roleplay skenario feedback nyata, karena kemampuan ini hanya tumbuh melalui latihan berulang, bukan ceramah teori.
Psychological Safety adalah kondisi di mana seseorang merasa aman untuk mengambil risiko, menyampaikan pendapat, bekerja secara kreatif, dan menjadi dirinya sendiri tanpa takut konsekuensi negatif terhadap karier atau citranya. Konsep ini dipopulerkan oleh peneliti Harvard Amy Edmondson dan menjadi fondasi penting agar proses coaching dan mentoring berjalan terbuka dan jujur.
Psychological safety adalah prasyarat yang sering diabaikan dalam program coaching & mentoring. PRESENTA mengajarkan peserta cara membangun open climate dan kepercayaan sebagai langkah pertama sebelum sesi coaching dimulai, karena coachee hanya akan benar-benar terbuka ketika merasa aman secara psikologis bersama coachnya.
Servant Leadership adalah filosofi kepemimpinan yang menempatkan pertumbuhan, kesejahteraan, dan pemberdayaan anggota tim sebagai prioritas utama. Pemimpin yang menerapkan servant leadership mendahulukan kebutuhan timnya, dengan ciri khas empati, active listening, dan komitmen pada pengembangan orang lain.
Servant leadership adalah filosofi yang paling sejalan dengan pendekatan leader as coach yang diajarkan PRESENTA. Keduanya berangkat dari keyakinan yang sama: tugas seorang pemimpin adalah membuat timnya berhasil, bukan sekadar mencapai target sendiri. Program PRESENTA membantu peserta mengoperasionalkan filosofi ini melalui teknik coaching dan mentoring yang konkret dan terstruktur.
Behavior Change adalah perubahan pola perilaku yang menjadi tujuan akhir dari hampir semua program pengembangan kepemimpinan, termasuk coaching dan mentoring. Sebuah training dianggap berhasil ketika perilaku memimpin peserta benar-benar berubah secara konsisten di tempat kerja, dan inilah yang diukur pada Level 3 Kirkpatrick’s Learning Evaluation Model.
PRESENTA merancang setiap program dengan behavior change sebagai sasaran utama, bukan kepuasan peserta saat pelatihan. Itulah mengapa program paket Advanced dan Premier dilengkapi coaching session pasca-training: untuk memastikan kebiasaan baru benar-benar terbentuk melalui pendampingan nyata di lapangan.
Training Transfer adalah kemampuan peserta untuk menerapkan apa yang dipelajari dalam training ke situasi kerja nyata. Ini adalah tantangan terbesar dalam industri L&D: banyak training leadership yang berhasil di kelas, namun gagal diterapkan di lapangan.
Coaching session pasca-training PRESENTA dirancang khusus untuk menjawab tantangan training transfer ini. Peserta didampingi secara individual oleh trainer untuk memastikan mereka benar-benar menjalankan sesi coaching dan mentoring di tempat kerja, bukan hanya menyimpan materi di folder laptop.
Experiential Learning adalah pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman langsung, di mana peserta belajar melalui simulasi, roleplay, praktik nyata, dan refleksi, jauh melampaui sekadar mendengarkan ceramah. Pendekatan ini terbukti jauh lebih efektif untuk pengembangan soft skills karena melibatkan penerapan langsung, bukan sekadar pemahaman konseptual.
Experiential learning adalah fondasi dari seluruh program PRESENTA. Setiap sesi coaching & mentoring dirancang agar peserta menghabiskan setidaknya separuh waktu untuk berlatih secara langsung, dengan observasi dan feedback personal dari trainer. Ini yang membedakan PRESENTA dari provider yang hanya menyajikan slide demi slide.
Instructional Design adalah proses sistematis merancang materi dan pengalaman belajar untuk memaksimalkan efektivitas pembelajaran. Instructional design yang baik dimulai dari analisis kebutuhan, perumusan learning outcomes yang jelas, pemilihan metode yang tepat, hingga penetapan cara evaluasi yang terukur.
PRESENTA menerapkan instructional design yang terstruktur dalam setiap program, termasuk coaching & mentoring. Materi untuk setiap klien dirancang berdasarkan hasil TNA, disesuaikan dengan jenjang kepemimpinan peserta, dan dievaluasi secara terukur, bukan sekadar mengadopsi template generik yang sama untuk semua industri.
ADDIE Model adalah kerangka desain instruksional paling diakui secara global, terdiri dari 5 fase: Analysis (menganalisis kebutuhan dan gap kompetensi), Design (merancang struktur dan strategi pembelajaran), Development (mengembangkan materi dan konten), Implementation (pelaksanaan program), dan Evaluation (mengukur efektivitas). Vendor training yang profesional menggunakan ADDIE atau kerangka sejenis sebagai landasan membangun program.
Prinsip ADDIE tercermin dalam alur program PRESENTA yang terdiri dari 4 tahap: Pra Training (Analysis & Design), pelaksanaan Training (Implementation), After Training Program (Evaluation awal), dan Program Lanjutan (Evaluation mendalam). Klien paket Premier mendapatkan seluruh rangkaian ini secara komprehensif.
Kirkpatrick’s Learning Evaluation Model adalah model evaluasi training empat level yang paling banyak digunakan secara global: Reaction (kepuasan peserta), Learning (penyerapan materi), Behavior (perubahan perilaku di tempat kerja), dan Results (dampak terhadap bisnis). Mayoritas vendor training hanya mengevaluasi sampai Level 1 dan 2, sementara vendor yang matang mampu membantu klien mengukur hingga Level 3 dan 4.
PRESENTA menyediakan General Report (Level 1-2) untuk semua paket, dan Individual Report serta coaching session lanjutan (untuk mengukur Level 3) pada paket Advanced dan Premier. Klien yang ingin melihat dampak nyata program coaching & mentoring terhadap performa tim disarankan memilih paket dengan komponen evaluasi yang lebih lengkap.
Instructor-Led Training (ILT) adalah format pelatihan yang dipimpin langsung oleh instruktur atau trainer, baik secara tatap muka maupun virtual. ILT tetap menjadi format paling efektif untuk pengembangan soft skills seperti coaching, mentoring, dan kepemimpinan, karena membutuhkan interaksi langsung, umpan balik real-time, dan praktik dinamis yang sulit direplikasi oleh e-learning mandiri.
Seluruh program coaching & mentoring PRESENTA menggunakan format ILT, baik offline maupun online melalui sistem broadcasting profesional. PRESENTA percaya bahwa perubahan perilaku kepemimpinan hanya terjadi melalui interaksi manusiawi yang nyata, bukan melalui video yang ditonton sendiri di meja kerja.
Soft Skills Training adalah program pelatihan yang berfokus pada pengembangan kompetensi interpersonal dan perilaku, seperti komunikasi, empati, kepemimpinan, dan kecerdasan emosional. Berbeda dari technical training, soft skills membutuhkan pendekatan experiential dan waktu yang lebih panjang untuk benar-benar terinternalisasi.
Soft skills adalah spesialisasi utama PRESENTA sejak 2015. Coaching & mentoring adalah salah satu topik paling kompleks dalam kategori ini karena menuntut perpaduan antara keterampilan komunikasi, kecerdasan emosional, dan struktur berpikir sistematis, ketiga aspek yang dilatih secara bersamaan dalam program Smart Coaching & Mentoring PRESENTA.
Blended Learning adalah pendekatan instruksional yang mengombinasikan sesi tatap muka (instructor-led) dengan komponen digital atau self-paced. Kombinasi ini memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel sekaligus tetap mempertahankan kedalaman interaksi yang hanya bisa diperoleh dari sesi langsung bersama trainer.
PRESENTA menerapkan blended learning melalui kombinasi workshop intensif dua hari dengan akses PRESENTA Academy, platform video learning yang bisa diakses peserta setelah program selesai. Ini memastikan pembelajaran tidak berhenti saat training berakhir dan peserta dapat kembali mereview materi kapan pun dibutuhkan.
Capability Building adalah strategi organisasional yang berfokus pada pengembangan sistematis kompetensi, keterampilan, dan pengetahuan tenaga kerja untuk memenuhi kebutuhan bisnis saat ini dan masa depan.
Membangun kemampuan coaching & mentoring pada seluruh jajaran manajer lini adalah salah satu bentuk capability building yang paling berdampak jangka panjang. Satu manajer yang terlatih baik akan membina belasan hingga puluhan anak buah selama kariernya, sehingga efeknya berlipat ganda di seluruh organisasi. PRESENTA telah membantu puluhan perusahaan dan lembaga di Indonesia membangun kapabilitas ini secara sistematis.
Competency Model adalah kerangka terstruktur yang mendefinisikan kompetensi, perilaku, dan pengetahuan spesifik yang dibutuhkan untuk sukses dalam setiap peran di organisasi. Dalam konteks leadership development, competency model menjadi acuan untuk mendefinisikan secara konkret standar kemampuan coaching dan mentoring yang diharapkan dari seorang supervisor, manajer, hingga senior leader.
Sebelum merancang program coaching & mentoring, PRESENTA mendorong klien paket Premier untuk menetapkan competency model yang jelas bagi jajaran manajernya. Tanpa standar kompetensi yang terdefinisi, program training sebaik apa pun akan kehilangan arah karena tidak ada patokan konkret tentang perilaku seperti apa yang ingin dihasilkan.
Learning Outcomes adalah pernyataan terukur yang menggambarkan apa yang akan mampu dilakukan peserta setelah mengikuti program training. Learning outcomes yang baik bersifat spesifik, dapat diamati, dan dapat dievaluasi, melampaui sekadar deskripsi topik atau judul sesi.
Setiap program PRESENTA memiliki learning outcomes yang eksplisit dan terukur. Contohnya dalam Smart Coaching & Mentoring: di akhir training, peserta mampu menjalankan sesi coaching menggunakan GROW Model dalam roleplay yang dapat diamati langsung oleh trainer. Ini yang membedakan learning outcomes yang bermakna dari sekadar daftar materi yang akan disampaikan.
Training Needs Analysis (TNA) adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi gap kompetensi dan kebutuhan pengembangan sebelum sebuah program training dirancang. TNA memastikan materi yang diajarkan benar-benar relevan dengan tantangan kepemimpinan yang dihadapi peserta di organisasinya.
Di PRESENTA proses ini mencakup diskusi mendalam dengan HR/L&D klien untuk memahami konteks organisasi, tantangan tim, dan profil peserta, sehingga studi kasus dan simulasi dalam training benar-benar mencerminkan situasi nyata yang dihadapi manajer di perusahaan tersebut.
Learning and Development (L&D) adalah fungsi dalam organisasi yang bertanggung jawab atas perencanaan, pengembangan, dan pelaksanaan program pembelajaran karyawan. L&D yang efektif menghubungkan setiap program pelatihan dengan kebutuhan bisnis yang spesifik dan mengukur dampaknya terhadap kinerja organisasi.
PRESENTA memposisikan diri sebagai mitra strategis fungsi L&D, bukan sekadar vendor pelatihan. Dengan menyediakan TNA, laporan evaluasi individual, dan coaching session lanjutan, PRESENTA membantu tim L&D klien membuktikan ROI dari setiap program coaching & mentoring kepada manajemen puncak.
Corporate Training adalah program pelatihan yang dirancang dan diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan karyawan dalam konteks korporat atau organisasi, mencakup berbagai format mulai dari in-house training, public training, e-learning, hingga coaching, serta berbagai topik dari technical skills hingga soft skills.
Pemilihan corporate training provider yang tepat adalah keputusan strategis, jauh melampaui keputusan pembelian biasa. PRESENTA menyederhanakan proses seleksi ini dengan transparansi penuh: portofolio klien yang dapat diverifikasi, rating Google Reviews dari 1.500+ peserta, dan kesediaan untuk menghubungkan calon klien langsung dengan perusahaan yang pernah menggunakan layanan PRESENTA.
Kemampuan memahami dan menggunakan terminologi ini dalam diskusi dengan vendor training adalah tanda bahwa tim HR/L&Dmuberoperasi di standar global. Vendor training yang baik, seperti PRESENTA, harus mampu menjawab pertanyaanmu tentang semua konsep di atas dengan konkret dan terukur.




