Apa Saja Training yang Dibutuhkan People Manager?

Apa Saja Training yang Dibutuhkan People Manager

Ringkasan singkat: Training yang dibutuhkan people manager umumnya mencakup people management, communication, coaching, feedback, performance management, conflict management, dan leadership.

Prioritas program tetap perlu disesuaikan dengan competency gap, karakter tim, serta tantangan yang dihadapi manager dalam mengelola orang.

FAQ Corporate Training: Apa Saja Training yang Dibutuhkan People Manager?

Training yang dibutuhkan people manager untuk mengembangkan coaching, feedback, communication, performance management, dan leader

1. Apa itu people manager?

People manager adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab langsung untuk mengelola, mengarahkan, mendukung, dan mengembangkan anggota tim. Fokusnya bukan hanya memastikan pekerjaan selesai, tetapi juga membantu karyawan mencapai performance dan berkembang dalam perannya.

People manager dapat berada pada berbagai level, seperti:

  • supervisor;
  • team leader;
  • assistant manager;
  • manager;
  • department head;
  • project leader dengan direct report.

Tanggung jawabnya umumnya meliputi:

  • menetapkan ekspektasi;
  • membagi tanggung jawab;
  • memonitor performance;
  • memberikan feedback;
  • melakukan coaching;
  • menangani konflik;
  • mengembangkan anggota;
  • menjaga alignment tim.

Karena itu, istilah people manager lebih menggambarkan tanggung jawab terhadap orang daripada sekadar title tertentu.

2. Apa perbedaan people manager dengan manager biasa?

People manager secara khusus memiliki tanggung jawab langsung terhadap anggota tim, sedangkan seseorang dengan title manager belum tentu memiliki direct report. Perbedaan utamanya terletak pada apakah peran tersebut mencakup pengelolaan dan pengembangan orang.

Contohnya:

People ManagerManager tanpa Direct Report
Mengelola anggota timMengelola fungsi atau proyek tertentu
Memberikan feedbackFokus pada deliverable
Melakukan coachingTidak selalu melakukan coaching
Menangani performanceTidak selalu menilai performance orang
Mengembangkan talentFokus pada expertise atau koordinasi

Dalam beberapa organisasi, seorang project manager dapat memiliki tanggung jawab besar tetapi tidak secara formal menjadi atasan langsung anggota proyek.

Sebaliknya, supervisor dengan anggota tim sudah termasuk people manager karena memiliki tanggung jawab terhadap performance dan development mereka.

Bagi PRESENTA, kebutuhan pengembangan sebaiknya dilihat dari tanggung jawab aktual seseorang, bukan hanya job title. Jika seseorang harus mengarahkan dan mengembangkan orang lain, kemampuan people management menjadi relevan.

3. Skill apa yang wajib dimiliki people manager?

People manager perlu memiliki kemampuan communication, delegation, coaching, feedback, performance management, conflict management, motivation, dan decision making. Skill tersebut membantu manager mencapai target melalui tim sekaligus mendukung perkembangan anggota.

Skill penting dapat dikelompokkan sebagai berikut:

Communication

  • memberikan arahan;
  • active listening;
  • difficult conversation;
  • cross-functional communication.

Managing Performance

  • menetapkan ekspektasi;
  • memonitor progress;
  • memberikan feedback;
  • menangani performance gap.

Developing People

  • coaching;
  • mentoring;
  • delegation;
  • development conversation.

Managing Team Dynamics

  • conflict management;
  • motivation;
  • collaboration;
  • building trust.

Decision Making

  • menentukan prioritas;
  • menyelesaikan masalah;
  • mengambil tindakan;
  • menyeimbangkan kebutuhan individu dan tim.

SHRM dalam pembahasan manager-led performance management menyoroti coaching dan mentoring, effective communication, serta performance feedback sebagai beberapa area yang penting untuk diperkuat pada people manager.

Skill yang diprioritaskan tetap perlu mengikuti kondisi tim dan competency gap manager.

4. Training apa yang dibutuhkan people manager?

Training yang dibutuhkan people manager adalah program yang membantu mereka mengelola performance, membangun komunikasi, mengembangkan anggota, menangani konflik, dan menciptakan accountability di dalam tim.

Topik yang umumnya relevan antara lain:

  • people management;
  • leadership;
  • communication;
  • coaching;
  • feedback;
  • delegation;
  • performance management;
  • conflict management;
  • motivation;
  • decision making;
  • emotional intelligence.

Contoh pemilihannya:

Tantangan People ManagerTraining yang Dapat Dipertimbangkan
Sulit memberikan feedbackFeedback & Difficult Conversation
Tim terlalu bergantung pada managerCoaching & Delegation
Karyawan tidak mencapai targetPerformance Management
Konflik sering dibiarkanConflict Management
Komunikasi kurang jelasCommunication
Manager baru memimpin timPeople Management Fundamentals
Anggota kurang berkembangCoaching & Mentoring

Jadi, training yang dibutuhkan people manager sebaiknya tidak dipilih berdasarkan tren, tetapi dari perilaku dan competency yang benar-benar perlu dikembangkan.

Dalam pendekatan PRESENTA, program people manager perlu dekat dengan situasi kerja sehari-hari. Semakin konkret kasus yang digunakan, semakin mudah peserta menghubungkan materi dengan tantangan timnya.

5. Mengapa people manager perlu memahami people management?

People manager perlu memahami people management karena hasil kerjanya semakin bergantung pada kemampuan mengelola orang, bukan hanya kemampuan teknis pribadi.

People management membantu manager:

  • menetapkan ekspektasi;
  • memahami kebutuhan anggota;
  • mendelegasikan pekerjaan;
  • mengembangkan talent;
  • mengelola performance;
  • menangani konflik;
  • menjaga accountability;
  • membangun keterlibatan tim.

Tanpa kemampuan tersebut, manager dapat terjebak pada pola:

  • mengerjakan semuanya sendiri;
  • terlalu banyak micromanaging;
  • menghindari performance issue;
  • hanya berkomunikasi saat ada masalah;
  • memberikan arahan tanpa pengembangan.

Gallup dalam pembahasan manager development menekankan pentingnya peran manager dalam membangun ekspektasi, melakukan coaching secara berkelanjutan, dan menciptakan accountability.

Karena itu, people management bukan tambahan bagi people manager, tetapi bagian inti dari perannya.

6. Apakah people manager perlu memahami HR?

Ya, people manager perlu memahami dasar-dasar HR yang berkaitan langsung dengan pengelolaan karyawan, tetapi tidak harus menjadi HR specialist. Tujuannya agar manager dapat menjalankan tanggung jawab people management secara tepat dan bekerja efektif bersama HR.

Area yang perlu dipahami antara lain:

  • performance management;
  • goal setting;
  • feedback;
  • employee development;
  • disciplinary process;
  • basic employee relations;
  • leave dan attendance policy;
  • talent development;
  • recruitment involvement;
  • company policy.

Namun, ada batasannya.

People manager sebaiknya tidak mengambil keputusan sendiri untuk isu yang memerlukan expertise atau otorisasi HR, seperti:

  • disciplinary action formal;
  • legal employment issue;
  • compensation policy;
  • termination;
  • sensitive employee relations.

Peran people manager adalah memahami kapan masalah dapat ditangani dalam tim dan kapan perlu melibatkan HR.

7. Bagaimana people manager menangani karyawan dengan masalah kinerja?

People manager perlu menangani masalah kinerja dengan memahami gap secara objektif, mengklarifikasi ekspektasi, mencari penyebab, menyepakati tindakan perbaikan, dan melakukan follow-up secara konsisten.

Langkah sederhananya:

  1. Identifikasi gap
    Bandingkan hasil aktual dengan ekspektasi yang sudah disepakati.
  2. Kumpulkan fakta
    Hindari langsung menyimpulkan penyebab.
  3. Lakukan conversation
    Dengarkan perspektif karyawan.
  4. Cari akar masalah
    Masalah dapat berasal dari skill, clarity, resource, motivation, atau hambatan lain.
  5. Tentukan action plan
    Buat target perbaikan yang jelas.
  6. Berikan support
    Misalnya coaching, training, tools, atau klarifikasi prioritas.
  7. Follow-up
    Evaluasi progres secara berkala.

Manager juga perlu membedakan skill issue dan will issue.

Jika karyawan belum mampu, solusi dapat berupa training atau coaching. Jika karyawan sebenarnya mampu tetapi tidak menjalankan ekspektasi, pendekatannya dapat berbeda.

PRESENTA mendorong manager untuk tidak langsung menjadikan training sebagai jawaban atas setiap performance issue. Diagnosis perlu dilakukan terlebih dahulu agar intervensinya sesuai dengan penyebab masalah.

8. Bagaimana training membantu people manager memberikan feedback?

Training membantu people manager memberikan feedback secara lebih spesifik, objektif, dan berorientasi pada perbaikan. Manager dapat berlatih membahas perilaku tanpa menyerang pribadi serta mengubah feedback menjadi percakapan yang mendorong action.

Training dapat membantu manager belajar:

  • memilih timing yang tepat;
  • menggunakan fakta;
  • membedakan perilaku dan karakter;
  • menjelaskan dampak;
  • mendengarkan respons karyawan;
  • menyepakati tindakan perbaikan;
  • tetap menjaga hubungan kerja.

Contoh:

Kurang efektif:

“Kamu kurang proaktif.”

Lebih jelas:

“Dalam dua meeting terakhir, update baru disampaikan setelah diminta. Untuk project berikutnya, saya ingin kamu memberikan update progress sebelum deadline review.”

SHRM dalam pembahasan feedback dan coaching membedakan feedback sebagai alat untuk memberikan clarity terhadap performance, sedangkan coaching lebih diarahkan pada pengembangan capability ke depan.

Karena itu, people manager perlu mampu menggunakan keduanya secara tepat.

9. Apakah people manager perlu belajar coaching?

Ya. People manager perlu belajar coaching karena tugasnya bukan hanya memberikan jawaban, tetapi juga membantu anggota tim berpikir, mengambil ownership, dan mengembangkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah.

Coaching dapat digunakan ketika:

  • karyawan sedang menghadapi tantangan;
  • manager ingin meningkatkan ownership;
  • anggota perlu mengembangkan kemampuan;
  • manager ingin mempersiapkan future leader;
  • solusi tidak harus datang langsung dari atasan.

Coaching yang baik biasanya melibatkan:

  • pertanyaan;
  • active listening;
  • reflection;
  • exploration of options;
  • commitment terhadap action.

Gallup dalam panduan manager development menekankan perlunya manager bergerak dari pola boss menuju coach melalui clear expectations, ongoing coaching, dan accountability.

Perusahaan juga dapat mempertimbangkan Pelatihan Coaching & Mentoring PRESENTA untuk mengembangkan kemampuan tersebut.

Di PRESENTA, coaching dipandang sebagai capability yang membantu manager mengembangkan kemandirian anggota tim. Manager tidak harus selalu menjadi orang pertama yang memberikan solusi.

10. Bagaimana membuat program training untuk people manager?

Program training untuk people manager sebaiknya dibuat berdasarkan business need, competency gap, tantangan people management, dan perilaku yang ingin berubah setelah program.

Gunakan alur berikut:

Business Need → People Challenge → Competency Gap → Learning Objective → Program → Application

Contohnya:

People ChallengeCompetencyProgram
Banyak performance issuePerformance ManagementManaging Performance
Manager terlalu directiveCoachingCoaching for Managers
Feedback tidak efektifCommunicationFeedback & Difficult Conversation
Tim pasifDelegation & EmpowermentPeople Management
Konflik meningkatConflict ManagementManaging Team Conflict
Talent tidak berkembangCoaching & MentoringDeveloping People

Program juga sebaiknya tidak berhenti di kelas.

Tambahkan:

  • pre-assessment;
  • practice;
  • role play;
  • action plan;
  • workplace assignment;
  • coaching;
  • manager follow-up;
  • post-program evaluation.

Dalam merancang program people manager, PRESENTA menekankan keterhubungan antara learning objective dan perilaku kerja yang ingin dibangun. Tujuannya agar program tidak hanya menghasilkan pemahaman, tetapi juga application.

11. Bagaimana people manager membangun engagement dalam tim?

People manager membangun engagement dengan menciptakan ekspektasi yang jelas, memberikan feedback berkualitas, mengenali kontribusi, mendukung perkembangan anggota, dan membangun hubungan kerja yang konsisten.

Beberapa praktik yang dapat dilakukan:

  • melakukan regular one-on-one;
  • memberikan recognition yang spesifik;
  • menjelaskan prioritas;
  • memberikan ruang untuk menyampaikan kendala;
  • melibatkan anggota dalam goal setting;
  • mendiskusikan development;
  • memberikan coaching;
  • menindaklanjuti komitmen.

Gallup dalam pembahasan employee engagement menekankan besarnya pengaruh manager terhadap engagement serta pentingnya pengembangan manager agar mampu menjadi coach bagi anggota tim.

Engagement bukan hanya soal membuat suasana kerja menyenangkan.

People manager perlu membantu anggota memahami apa yang diharapkan, merasa kontribusinya berarti, dan melihat peluang untuk berkembang.

12. Bagaimana mengevaluasi efektivitas training people manager?

Efektivitas training people manager sebaiknya dinilai dari pemahaman peserta, perubahan perilaku, penerapan skill, dan dampaknya terhadap cara mereka mengelola tim. Evaluasi tidak cukup berhenti pada kepuasan setelah training.

Evaluasi dapat dilakukan pada beberapa level:

Reaction

Apakah program relevan dengan tantangan peserta?

Learning

Apakah manager memahami framework yang dipelajari?

Application

Apakah manager mulai:

  • memberikan feedback;
  • melakukan coaching;
  • mendelegasikan;
  • menangani performance issue;
  • melakukan development conversation?

Team Impact

Jika memungkinkan, lihat indikator seperti:

  • kualitas one-on-one;
  • clarity of expectations;
  • employee feedback;
  • team performance;
  • engagement;
  • employee development.

Indikator harus mengikuti tujuan awal.

Jika program berfokus pada coaching, evaluasi sebaiknya melihat apakah manager mulai melakukan coaching conversation, bukan hanya apakah mereka menyukai trainer.

PRESENTA menganjurkan penetapan indikator sejak tahap perencanaan program. Dengan begitu, evaluasi dapat terhubung langsung dengan capability yang ingin dikembangkan.

Bagaimana PRESENTA Membantu?

PRESENTA membantu perusahaan merancang program pengembangan people manager berdasarkan business need, competency gap, profil peserta, dan tantangan nyata dalam mengelola orang.

Area pengembangan dapat mencakup:

  • people management;
  • communication;
  • coaching;
  • feedback;
  • delegation;
  • performance management;
  • conflict management;
  • leadership;
  • employee development.

PRESENTA dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui:

  • In House Training;
  • Public Training;
  • Training Consulting;
  • Assessment;
  • Team Coaching;
  • Private Coaching;
  • Learning Consulting;
  • HR & OD.

Perusahaan juga dapat menggunakan Pelatihan Coaching & Mentoring PRESENTA atau program leadership dan communication sesuai competency yang ingin dikembangkan.

Dalam pendekatan PRESENTA, pengembangan people manager perlu menghubungkan kemampuan mengelola orang dengan realitas pekerjaan sehari-hari.

Program perlu memberi ruang bagi peserta untuk berlatih feedback, coaching, difficult conversation, delegation, dan penanganan performance issue.

Langkah Selanjutnya

Setelah memahami training yang dibutuhkan people manager, tahap berikutnya adalah memetakan competency gap dan people challenge yang paling perlu diperbaiki di setiap level manager.

Jika perusahaanmu sedang menyusun program pengembangan people manager, PRESENTA dapat membantu melalui Training Consulting, Assessment, In House Training, Coaching, serta solusi learning & development yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Hubungi Training Consultant PRESENTA dengan klik gambar di bawah ini.

Training Consultant PRESENTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *