Apa Perbedaan In-House Training, Public Training, dan Private Training?

Apa Perbedaan In-House Training, Public Training, dan Private Training

Ringkasan singkat:Perbedaan in-house training, public training, dan private training terutama terletak pada siapa pesertanya, tingkat customization, fleksibilitas jadwal, serta konteks pembelajaran.

In-house training biasanya ditujukan untuk kelompok dari satu perusahaan, public training terbuka bagi peserta dari berbagai perusahaan, sedangkan private training ditujukan untuk satu individu atau kelompok kecil dengan kebutuhan yang lebih spesifik.  


FAQ Corporate Training: Apa Perbedaan In-House Training, Public Training, dan Private Training?

Perbedaan in-house training, public training, dan private training berdasarkan peserta, customization, biaya, dan kebutuhan perusahaan

1. Apa yang dimaksud dengan in-house training?

In-house training adalah program training yang diselenggarakan khusus untuk peserta dari satu perusahaan atau organisasi.

Materi, kasus, aktivitas, waktu, dan tingkat kedalaman program dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Pesertanya dapat berasal dari:

  • Satu Divisi;
  • Beberapa Divisi;
  • Satu Career Level;
  • Beberapa Career Level;
  • Satu Project Team;
  • Kelompok Karyawan dengan Competency Need yang Sama.

Contohnya, perusahaan ingin meningkatkan kemampuan presentasi 20 orang supervisor.

Program dapat menggunakan situasi presentasi, data, atau stakeholder yang memang relevan dengan pekerjaan supervisor di perusahaan tersebut.

In-house training juga tidak berarti trainer harus selalu datang ke kantor perusahaan.

Program dapat dilakukan secara:

  • Tatap Muka;
  • Live Online;
  • Hybrid;

Tergantung desain dan kebutuhan program.

Dalam pendekatan PRESENTA, in-house training memberikan ruang lebih besar untuk menyesuaikan learning experience dengan konteks perusahaan.

Case, exercise, dan application dapat dibuat lebih dekat dengan situasi kerja yang benar-benar dihadapi karyawan.


2. Apa yang dimaksud dengan public training?

Public training adalah program training yang pendaftarannya terbuka bagi individu dari berbagai perusahaan atau organisasi dalam jadwal dan topik yang telah ditentukan penyelenggara.

Peserta dalam satu kelas dapat berasal dari:

  • Perusahaan yang berbeda;
  • Industri yang berbeda;
  • Fungsi yang berbeda;
  • Latar belakang pekerjaan yang berbeda.

Public training cocok ketika perusahaan hanya ingin mengirim satu atau beberapa karyawan untuk mengikuti topik tertentu.

Contohnya, satu perusahaan memiliki dua supervisor yang membutuhkan pengembangan Supervisory Skills.

Daripada membuat satu program khusus untuk dua orang, perusahaan dapat mendaftarkan keduanya ke kelas public training yang relevan.

Salah satu manfaat public training adalah adanya kesempatan bertukar pengalaman dengan peserta dari organisasi lain.

Namun, karena pesertanya beragam, materi biasanya tidak dapat disesuaikan secara mendalam dengan satu perusahaan tertentu.


3. Apa yang dimaksud dengan private training?

Private training adalah program pembelajaran yang diberikan secara eksklusif kepada satu individu atau kelompok kecil dengan kebutuhan pengembangan yang spesifik.

Format ini biasanya memberikan fleksibilitas lebih besar dalam:

  • Learning Objective;
  • Materi;
  • Jadwal;
  • Pace Pembelajaran;
  • Case;
  • Practice;
  • Feedback.

Private training dapat relevan ketika kebutuhan seseorang terlalu spesifik untuk dimasukkan ke kelas umum.

Contohnya: Seorang manager perlu mempersiapkan executive presentation tertentu.

Seorang leader membutuhkan latihan komunikasi untuk menghadapi stakeholder penting.

Atau seorang profesional perlu mengembangkan skill tertentu secara intensif.

Karena jumlah orangnya lebih sedikit, sesi dapat memberikan ruang lebih banyak untuk praktik dan feedback individual.

Namun, istilah private training dapat digunakan secara berbeda oleh setiap provider.

Karena itu, perusahaan sebaiknya memastikan terlebih dahulu format, jumlah peserta, scope materi, dan metode yang dimaksud oleh penyelenggara.


4. Apa perbedaan in-house training dan public training?

Perbedaan utama in-house training dan public training terletak pada komposisi peserta, customization, jadwal, dan konteks pembelajaran.

Perbandingannya:

AspekIn-House TrainingPublic Training
PesertaSatu perusahaanBerbagai perusahaan
MateriDapat disesuaikanUmumnya sudah ditentukan
JadwalLebih fleksibelMengikuti jadwal provider
CaseDapat menggunakan konteks perusahaanLebih umum
NetworkingInternalLintas perusahaan
Cocok untukKelompok pesertaIndividu atau beberapa karyawan

In-house training lebih cocok jika perusahaan memiliki sejumlah karyawan dengan learning need yang sama dan membutuhkan konteks khusus.

Public training lebih praktis ketika hanya satu atau beberapa karyawan membutuhkan topik tertentu.

ATD dalam layanan Team Training juga membedakan program public dan private delivery serta menyediakan opsi customization untuk kebutuhan organisasi.

Jadi, tidak ada format yang otomatis lebih baik. Pilihan perlu mengikuti kebutuhan peserta dan organisasi.


5. Apa perbedaan private training dan in-house training?

Private training biasanya lebih individual dan intensif, sedangkan in-house training lebih berorientasi pada pengembangan kelompok dalam satu organisasi.

Perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut:

AspekPrivate TrainingIn-House Training
Jumlah PesertaSatu atau kelompok kecilKelompok perusahaan
FokusSangat spesifikKebutuhan kelompok
CustomizationSangat tinggiTinggi
InteractionIntensifLebih banyak group interaction
FeedbackLebih individualIndividual dan kelompok
Cocok untukKebutuhan personal/spesifikCapability kelompok

Contohnya, seorang senior leader membutuhkan latihan intensif untuk strategic presentation.

Private training dapat memberikan waktu lebih banyak untuk membedah cara menyampaikan pesan dan melakukan praktik berulang.

Sebaliknya, jika perusahaan ingin meningkatkan kemampuan presentasi 20 manager sekaligus, in-house training lebih relevan karena capability yang ingin dibangun berada pada kelompok yang sama.

Jadi, pembeda utamanya bukan hanya lokasi training. Hal yang lebih penting adalah siapa yang belajar dan seberapa spesifik kebutuhan pengembangannya.


6. Kapan perusahaan sebaiknya memilih in-house training?

Perusahaan sebaiknya memilih in-house training ketika terdapat kelompok karyawan dengan kebutuhan pengembangan yang serupa dan materi perlu disesuaikan dengan konteks organisasi.

Format ini dapat dipertimbangkan ketika:

  • Pesertanya cukup banyak;
  • Learning Need Serupa;
  • Perusahaan membutuhkan Customization;
  • Case perlu menggunakan konteks internal;
  • Jadwal perlu disesuaikan;
  • Ada Competency Gap yang sama;
  • Program berkaitan dengan perubahan organisasi.

Contohnya, perusahaan ingin meningkatkan kemampuan coaching seluruh supervisor. Program dapat dirancang menggunakan situasi seperti:

  • Memberikan Feedback;
  • Menangani Performance Issue;
  • Melakukan One-on-One;
  • Mengembangkan Anggota Tim.

Dengan begitu, seluruh supervisor memperoleh common framework yang sama.

PRESENTA melihat in-house training sebagai pilihan yang relevan ketika organisasi ingin membangun capability bersama.

Program dapat diarahkan tidak hanya pada pemahaman konsep, tetapi juga expected behavior yang ingin diterapkan dalam pekerjaan.


7. Kapan public training lebih cocok untuk karyawan?

Public training lebih cocok ketika hanya satu atau beberapa karyawan membutuhkan topik tertentu dan perusahaan belum membutuhkan program yang dibuat khusus untuk kelompok internal.

Format ini dapat dipertimbangkan ketika:

  • Peserta internal sedikit;
  • Topiknya cukup umum;
  • Jadwal public tersedia;
  • Customization mendalam tidak diperlukan;
  • Karyawan membutuhkan exposure dari peserta lain;
  • Perusahaan ingin mencoba program sebelum memperluasnya.

Contohnya, perusahaan memiliki satu supervisor baru.

Daripada membuat satu kelas khusus untuk satu orang, supervisor tersebut dapat mengikuti Public Training PRESENTA yang sesuai kebutuhannya.

Public training juga memberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan peserta dari organisasi atau industri lain.

Perspektif tersebut dapat memperkaya pembelajaran, terutama untuk topik yang tidak membutuhkan kerahasiaan atau konteks internal yang terlalu spesifik.


8. Apa kelebihan dan kekurangan masing-masing format training?

Setiap format training memiliki kelebihan dan keterbatasan, sehingga pilihan terbaik bergantung pada jumlah peserta, kebutuhan customization, budget, jadwal, dan tujuan pembelajaran.

Perbandingannya:

FormatKelebihanKeterbatasan
In-House TrainingCustomizable, relevan dengan perusahaan, fleksibelMembutuhkan kelompok peserta dan persiapan kebutuhan
Public TrainingPraktis untuk peserta sedikit, networking lebih luasCustomization terbatas
Private TrainingSangat personal, feedback intensifTidak mendapatkan dinamika kelompok yang luas

In-house training unggul ketika perusahaan ingin membangun common capability.

Public training unggul ketika kebutuhan hanya dimiliki beberapa individu.

Private training unggul ketika development need sangat spesifik.

Training Industry juga mencatat bahwa public course cenderung memiliki customization lebih terbatas, sedangkan dedicated training dapat lebih disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Karena itu, kelebihan satu format dapat menjadi keterbatasan format lain tergantung konteks penggunaannya.


9. Apakah in-house training bisa dibuat khusus sesuai kebutuhan perusahaan?

Ya. Salah satu karakter utama in-house training adalah adanya ruang untuk menyesuaikan materi, kasus, aktivitas, dan learning objective dengan kebutuhan perusahaan.

Customization dapat dilakukan pada:

  • Learning Objective;
  • Case Study;
  • Role Play;
  • Simulation;
  • Terminology;
  • Industry Context;
  • Participant Level;
  • Workplace Assignment;
  • Evaluation.

Namun, customization bukan berarti semua materi harus dibuat ulang.

Framework utama dapat tetap digunakan selama sesuai dengan learning objective.

Contohnya, framework communication dapat tetap sama.

Yang disesuaikan adalah situasi praktiknya.

Sales dapat menggunakan kasus customer conversation.

Supervisor dapat menggunakan kasus memberikan feedback.

Finance dapat menggunakan situasi menjelaskan data kepada stakeholder.

Dengan cara ini, peserta tetap mempelajari capability yang sama tetapi application-nya lebih dekat dengan pekerjaan.


10. Bagaimana memilih format training yang paling sesuai?

Format training dipilih dengan melihat jumlah peserta, learning need, tingkat customization, kebutuhan interaksi, jadwal, budget, dan workplace context.

Gunakan beberapa pertanyaan berikut:

  • Berapa jumlah karyawan yang membutuhkan training?
  • Apakah learning need mereka sama?
  • Apakah materi membutuhkan konteks perusahaan?
  • Apakah terdapat informasi internal atau sensitif?
  • Seberapa besar customization diperlukan?
  • Apakah peserta membutuhkan feedback individual?
  • Apakah networking lintas perusahaan bermanfaat?
  • Seberapa fleksibel jadwal yang dibutuhkan?

Panduan sederhananya:

KondisiFormat yang Dapat Dipertimbangkan
Banyak karyawan dengan kebutuhan samaIn-House Training
Hanya 1–3 karyawanPublic Training
Kebutuhan individu sangat spesifikPrivate Training
Materi membutuhkan konteks perusahaanIn-House Training
Membutuhkan networking lintas perusahaanPublic Training
Membutuhkan feedback sangat intensifPrivate Training

Perbedaan in-house training, public training, dan private training sebaiknya dilihat sebagai pilihan desain, bukan urutan mana yang paling baik.

Format terbaik adalah format yang paling sesuai dengan learning objective dan kondisi organisasi.


11. Bagaimana membandingkan biaya in-house, public, dan private training?

Biaya ketiga format tidak dapat dibandingkan hanya dari harga program karena jumlah peserta, tingkat customization, durasi, fasilitator, dan metode pembelajaran juga memengaruhi total investasi.

Public training biasanya menggunakan biaya per peserta.

Karena itu, format ini dapat lebih praktis ketika perusahaan hanya mengirim sedikit karyawan.

In-house training umumnya perlu dilihat dari biaya program dibandingkan dengan jumlah peserta yang mengikuti.

Jika peserta cukup banyak, cost per participant dapat menjadi lebih efisien dibanding mendaftarkan seluruh peserta satu per satu ke kelas public.

Private training biasanya memiliki tingkat personalization yang lebih tinggi.

Karena itu, perbandingannya sebaiknya mempertimbangkan value yang diperoleh dari sesi yang lebih fokus dan intensif.

Gunakan perhitungan:

Total Training Investment ÷ Jumlah Peserta = Cost per Participant

Namun, biaya bukan satu-satunya faktor.

Perusahaan juga perlu mempertimbangkan:

  • Relevansi Materi;
  • Waktu Karyawan;
  • Customization;
  • Workplace Application;
  • Expected Impact.

Program yang lebih murah belum tentu lebih efisien jika materi kurang sesuai dengan kebutuhan.


12. Apakah in-house, public, dan private training bisa dilakukan online maupun offline?

Ya. In-house, public, maupun private training pada dasarnya dapat dilakukan secara tatap muka atau live online selama metode pembelajaran dan aktivitasnya sesuai dengan format tersebut.

Contohnya:

In-House Training: dapat diselenggarakan di kantor, hotel, training center, atau live online untuk tim yang tersebar di beberapa lokasi.

Public Training: dapat memiliki jadwal kelas tatap muka maupun live online yang terbuka bagi peserta dari berbagai perusahaan.

Private Training: dapat dilakukan secara langsung maupun online sesuai kebutuhan individu atau kelompok kecil.

Yang lebih penting daripada sekadar online atau offline adalah apakah format memungkinkan:

  • Interaction;
  • Practice;
  • Feedback;
  • Discussion;
  • Simulation;
  • Application.

Karena itu, metode delivery sebaiknya dipilih setelah learning objective ditentukan.


Bagaimana PRESENTA Membantu?

PRESENTA membantu perusahaan menentukan format training yang sesuai berdasarkan jumlah peserta, kebutuhan customization, learning objective, competency gap, dan konteks organisasi.

Perusahaan dapat mempertimbangkan berbagai pendekatan sesuai kebutuhan pengembangan karyawan. PRESENTA dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui:

Dalam pendekatan PRESENTA, format training sebaiknya dipilih setelah kebutuhan pengembangan dipahami dengan jelas.

Perusahaan tidak harus memilih In House Training hanya karena jumlah pesertanya banyak atau Public Training hanya karena pesertanya sedikit.

Learning objective, kebutuhan customization, participant profile, dan workplace application tetap perlu menjadi pertimbangan.


Langkah Selanjutnya

Setelah memahami perbedaan in-house training, public training, dan private training, tahap berikutnya adalah menentukan jumlah peserta, learning objective, tingkat customization, dan konteks pekerjaan sebelum memilih format program.

Jika perusahaanmu sedang menentukan format training yang paling sesuai, PRESENTA dapat membantu melalui Training Consulting, Assessment, In House Training, Public Training, Learning Consulting, serta Learning Solution yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.

Hubungi Training Consultant PRESENTA dengan klik gambar di bawah ini.

Training Consultant PRESENTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *